Langgar Kesepakatan, Tempat Jualan Takjil Dibongkar

oleh

takjilMemakai bahu jalan untuk jualan, puluhan lapak pedagang kaki lama (PKL) yang menjajakan takjil di Jalan MA. Salmun Kelurahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah ditertibkan Selasa (23/6).

Puluhan petugas Satpol PP Kota Bogor melakukan penertiban, karena pedagang berjualan di atas saluran air dan trotoar buat pejalan kaki yang dilarang oleh aturan.

Penertiban ini membuat pedagang yang menjajakan berbagai kebutuhan berbuka puasa, seperti kolang-kaling, cincau hitam, agar-agar, buah timun suri, mie dan lainnya ini pasrah.

Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo menuturkan, penertiban dilakukan karena pedagang sudah tidak mengikuti komitmen yang telah ditetapkan, yakni tidak boleh berdagang di area jembatan dan diperbolehkan berjualan di sayap kiri jalan.

“Untuk area jalan MA. Salmun ada beberapa kebijakan. Warga sekitar membolehkan. Namun karena sekarang melanggar, kita lakukan penindakan,”kata Eko.

Ia juga mengimbau kepada pedagang untuk tidak seenaknya berjualan dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Pihaknya akan melakukan pengawasan dengan patroli setiap hari agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di area terlarang.

“Jadi jangan seenaknya di bulan ramadhan ini jadi alasan untuk mengganggu ketertiban umum, itu kurang bagus,” tegasnya. Ishak 39, seorang pedagan pasrah lapak dagangannya dibongkar.

“Mau gimana lagi, saya jualan di lahan negara. Saya pasrah saja. Saya berdagang juga untuk memenuhi kebutuhan anak istri, juga buat persiapan lebaran nanti,”paparnya.

Selain di Jalan MA Salmun, petugas juga melakukan penertiban di Jalan Mayor Oking dan Jalan Dewi Sartika. Beberapa pedagang sempat protes saat lapaknya ditertibkan namun petugas berhasil meredam keributan dari emosi pedagang.

(Poskota)