PKL Puncak Hanya Isi 44 Lapak

by

Dari 180 lapak yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bogor di tiga titik untuk para PKL Puncak baru terisi 44 lapak. Menanggapi hal tersebut Ketua Tim Penanganan PKL Puncak Dace Supriyadi terus mengimbau para PKL yang sudah digusur dalam tahap pertama lalu untuk mengisi kios di tempat relokasi. “Kita terus melakukan sosialisasi agar PKL Puncak yang digusur pada tahap pertama segera mengisi kiosnya karena mulai pekan kemarin kami sudah menggratiskan biaya sewa selama tiga bulan pertama,” ujar Dace.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor ini pun memberikan tenggat waktu kepada para PKL Puncak hingga akhir Bulan November mendatang. “Kami berikan tenggat waktu hingga akhir Bulan November kepada para PKL Puncak untuk mendaftar, karena warga lain pun (non PKL Puncak) sudah banyak yang mau mendaftar untuk berdagang ditempat relokasi baik yang ada di Cipayung maupun yang ada di The Ranch dan di objek wisata Taman Wisata Matahari (TWM),” jelasnya.

Terpisah, elemen Masyarakat Pemersatu Puncak Ebing Sulbi Darsyah mengaku, aktivis Puncak sudah bekerjasama dengan pemerintah desa agar para PKL Puncak yang telah tergusur di tahap satu agar segera mengisi lapak di lahan relokasi. “Para PKL Puncak yang telah tergusur pada penggusuran tahap I lalu ada 61 PKL yang mau mengisi, walaupun yang benar-benar sudah mendaftar baru 44 orang,” bebernya.

Ia menjelaskan, dari 434 PKL Puncak yang berKTP Kabupaten Bogor tidak semuanya mendapatkan kios di lahan relokasi PKL karena terlkait dengan jenis komoditi dagangannya. “PKL Puncak yang baru tertampung yang berKTP Kabupaten Bogor yakni pedagang makanan, pakaian dan kerajinan tangan. Sementara yang usahanya bengkel motor atau aki mobil belum mendapatkan kejelasan. Kami minta Pemkab Bogor memperhatikan,” pungkasnya.

(METROPOLITAN)