Sampah di TPA Galuga Terancam tak Terangkut

by

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor kewalahan mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Pasalnya, eskavator untuk menurunkan sampah dari truk, rusak parah. “Terpaksa pin­jam ke Kota Bogor karena eskavator kami rusak. Sementara alatnya sedang diperbaiki,” ujar Sekretaris DLH Kabupaten Bogor, Asep Ruhiyat kepada Radar Bogor, kemarin (06/11).

Asep mengatakan, DLH hanya memiliki satu eskavator di TPA Galuga. Upaya meminjam eska­vator milik Pemkot Bogor pun terkendala karena baru bisa dipakai setelah petugas DLH Kota Bogor selesai menggunakannya.

“Jadi harus nunggu giliran. Biasanya mereka (petugas Kota Bogor, red) selesai pukul 14.00 atau pukul 15.00 WIB. Jadi setelah itu baru bisa digunakan Kabu­paten Bogor. Sehingga, jika biasanya pukul 11.00 atau 12.00 WIB truk sudah kembali, mungkin beberapa hari ini akan ada keterlambatan pengem­balian menjadi pukul 18.00 hingga 19.00 WIB,” terangnya.

Asep mengaku telah menga­jukan pembelian eskavator baru ke Badan Anggaran sejak dua tahun terakhir. Namun upaya itu selalu ditolak, meski pihaknya hanya meminta penambahan satu alat saja.

“Tiga bulan lalu sempat dibuka pelelangan untuk pengadaan. Tapi tak ada pe­minatnya. Januari 2017 kemarin sudah penun­jukkan langsung untuk penga­daan eskavator. Tapi pejabatnya diperiksa oleh aparat. Jadi kesimpulan saya, jangan ganggu deh siapa pun untuk pengadaan alat itu. Karena kami juga melakukannya sesuai aturan dan tidak leha-leha,” tegasnya.

Asep bahkan meminta Pemkab Bogor serius dalam pengadaan eskavator di Galuga. Karena jika tak kunjung diadakan, maka sampah dari masyarakat juga tidak akan bisa dibersihkan. Itu sabagi imbas truk tertahan di Galuga untuk menurunkan sampah.

“Tentunya ini akan mengaki­batkan penyakit di masyarakat jika sampah terlalu lama didiamkan. Pemerintah Kabu­paten Bogor harus segera merealisasikan pembelian alat baru,” tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin membantah DLH telah menga­jukan pengadaan eskavator baru. Karena menurut Ade, seharusnya pada anggaran perubahan beberapa waktu lalu diajukan kembali jika sebelumnya belum terealisasi.

“Tapi sepertinya tidak ada pengajuan tersebut. Karena saya juga tidak lihat itu ada. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan kalau masih keburu,” pungkasnya.(radar-bogor)