Ternyata Setya Novanto Alami Kecelakaan Saat Hendak Menuju KPK

oleh

Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami kecelakaan mobil di kawasan Pertama Hijau Jakarta Selatan. Ternyata kecelakaan tersebut terjadi saat Novanto hendak menuju gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 November 2017 malam.

Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto menyatakan kecelakaan kliennya itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. “Beliau mengalami kecelakaan mobilnya tuh hancur, beliau langsung pingsan. Jam 7 lebih,” kata Fredrich di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kliennya itu mengejar waktu ke KPK untuk memberikan keterangan.

“Beliau buru-buru kejar waktu mau secepat mungkin ke KPK untuk beri keterangan apa yang mereka mintakan,” tuturnya. Saat ini, kata dia, Setya Novanto sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta Selatan.

“Dokter katakan tekanan darahnya tinggi, 190. Beliau kan ada sejarah vertigo apalagi belakangan banyak tekanan. Beliau belum siuman sudah disuntik,” ucap Fredrich seperti dilaporkan Antara.

Berdasarkan potongan video yang beredar di kalangan awak media, tampak mobil Toyota Fortuner warna hitam dengan pelat nopol B-1732-ZLO yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang dan naik ke atas trotoar.

DPO
Sebelumnya, KPK akan menentukan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto pada Kamis 16 November 2017 malam.

“Kami lihat perkembangan sampai malam ini kemudian akan kami dibicarakan lebih lanjut. Karena DPO pada prinsipnya kami butuh untuk melakukan pencarian kepada seseorang tentu sajanya bisa dilakukan kepada tersangka pada proses penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa tim penyidik sampai saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap Setya Novanto. “Kami sudah melakukan pencarian sejak kemarin, kami sudah datangi rumah tetapi belum ditemukan. Sampai saat ini tim juga masih lakukan pencarian,” ucap Febri.

Namun, Febri menyatakan bahwa pihaknya menyarankan agar Ketua Umum Partai Golkar itu menyerahkan diri ke KPK. “Tetapi tentu akan lebih baik jika yang bersangkuta menyerahkan diri kepada KPK karena proses ini tentu saja mau tidak mau harus dilewati. Secara hukum harus dilewati karena aturannya memang demikan di Kitab Undang-Undang Acara Pidana,” ungkap Febri.

KPK belum menemukan Setya Novanto sampai saat ini. Setya Novanto ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat 10 November 2017. Setya Novanto pun telah mengajukan praperadilan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu 15 November 2017.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar itu juga pernah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus proyek KPK-e pada 17 Juli 2017 lalu. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto sehingga menyatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur.***

(PR).