Akibat Takut Ditilang Polisi Pemuda ini Nekat Menerobos Razia Polisi

oleh

Akibat tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM), pemuda asal Cileungsi FJR (19) nekat menerobos razia yang dilakukan Polresta Bogor Kota, di depan Lippo Mal atau Ekalokasari Plaza, Kecamatan Bogor Timur, kemarin. Bahkan, pengendara mobil pikap nomor polisi F 8474 GV hampir menabrak petugas kepolisian yang hendak menghalangi laju kendaraannya.

Dari informasi yang dihimpun Metropolitan, terjadi kejar-kejaran dengan anggota kepolisian, sehingga petugas sempat dua kali melakukan tembakan peringatan dan sekali tembakan yang mengenai ban sebelah kanan bagian belakang. Terjebak kemacetan di Jalan Tajur, tepatnya di depan showroom Abadi Motor, sekitar 300 meter dari tempat operasi, pelaku yang seorang wiraswasta penyewaan alat musik pun akhirnya menepikan kendaraannya, dan berhasil diamankan petugas.

Menurut Anggota Operasional Lalu Lintas Polresta Bogor Kota Ipda Nanda, peristiwa itu terjadi saat pihaknya tengah melakukan operasi rutin merazia kendaraan bermotor di sekitar jalan Pajajaran dan Jalan Tajur sekitar pukul 10:00 WIB. Saat akan diberhentikan, pelaku sama sekali tidak mengurangi kecepatannya, alhasil lima orang anggota kepolisian sempat menghalangi laju kendaraan, namun sopir pikap tak bergeming dan malah menambah kecepatan untuk kabur.

“Ini razia rutin sih. Nah dari jauh memang sudah ngebut, pas mau diberhentikan, malah berusaha menghindar, hampir menabrak anggota, lalu kabur dengan kecepatan tinggi. Saya pun mengeluarkan tembakan peringatan sekali supaya dia berhenti, tapi malah kabur,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Akhirnya, sambung Nanda, beberapa petugas pun mengejar pelaku hingga melepaskan tembakan.“Dikejarlah, sampai ujung Ekalos, dipepet anggota. Rekan saya melepaskan tembakan ke udara sekali, saya sempat menembakkan peluru ke ban belakangnya, supaya berhenti. Mungkin karena panik, terus-terusan ditembaki, apalagi kondisi Jalan Tajur agak macet, pelaku pun akhirnya nyerah dan berhenti,” ujarnya.

Saat diperiksa, ditemukan minuman di dalam mobil, namun pihaknya belum bisa memastikan terkait dugaan penggunaan obat terlarang. “Ya rekan sopir, GS (22), itu minum, masih didalami, itu untuk meningkatkan apa, mungkin obat, dugaannya seperti itu, namun tidak ditemukan barang bukti narkoba atau sejenisnya sih. Harus dites dulu,” tandasnya.

Sementara Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti menerangkan, saat ini masih dalam pemeriksaan untuk mendalami motif, terkait dugaan penggunaan miras atau obat terlarang. Sementara, pelaku dikenai pasal lalu lintas karena tidak memiliki SIM. “Masih pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut, masih dugaan,” pungkasnya

(Metropolitan.id)