Tempat Wisata Baru Bukit Bintang dan Cianten Purasari

oleh

Kecamatan Leuwiliang kembali memiliki tempat wisata baru. Cipas atau Bakukung namanya, berada di Cianten Purasari. Ini merupakan tempat wisata baru dan telah dikelola sejak tiga bulan lalu. Di dalamnya terdapat kebun teh dan dibuat semacam terowongan cantik untuk berswafoto ria.

Berada di ketinggian, membuat pemandangan Cipas sangat indah ditambah dengan udaranya yang sejuk. Sangat cocok dikunjungi wisatawan yang bekerja di kota seminggu penuh untuk melepas penat.

Lokasi wisata di lahan milik PTPN ini memang masih terbilang baru, sehingga belum banyak diketahui masyarakat luas. ”Tidak hanya itu, di Cipas juga ada rumah kayu yang menghadap ke perbukitan. Kalau tidak ada kabut, pemandangannya indah banget, dan beberapa spot cocok untuk swafoto. Ini dibentuk masyarakat setempat,” ujar Camat Leuwiliang Chairuka Judhyanto kepada Radar Bogor, kemarin (18/1).

Sama halnya dengan Kampung Wisata Pabangbon, setiap tempat foto ada tarif yang mesti dibayar untuk biaya perawatan. Meskipun terbilang baru, hampir tiap pekan, wisata Cipas selalu dipadati wisatawan lokal. ”Sudah ramai, apalagi Sabtu-Minggu,” tambah Chairuka.
Cianten Purasari (Cipas) Bakukung

Sayang, lanjutnya, jalur ke sana masih kurang lebar untuk masuk kendaraan besar, seperti bus pariwisata. Padahal, akses jalannya sangat mulus. ”Tapi kami akan usulkan di musrenbang untuk melakukan pelebaran satu meter ke kanan dan kiri,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Chairuka juga mengatakan, ada objek wisata lain yang terbilang baru, yaitu Panorama Bukit Bintang yang tidak kalah menarik. Di sana, memiliki spot yang dihiasi bunga sakura seperti berada di Negeri Matahari Terbit, Jepang.

Spot lainnya berada pada jembatan cinta berbentuk hati yang bisa dijadikan tempat foto romantis bersama pasangan atau sahabat. Tentunya, dengan pemandangan perbukitan yang indah. ”Panorama Bukit Bintang pun baru tiga bulan dikelola. Masih terus ditata, dan belum resmi dibuka. Tapi sudah banyak wisatawan ke sana,” ucap Chairuka.

Ia sangat berharap, dengan terus bermunculannya objek wisata yang dikelola warga, bisa meningkatkan pendapatan mereka. ”Tentu dengan menonjolkan kreativitas masing-masing untuk menarik wisatawan,” tutupnya.(ran/c)

-Kecamatan Leuwiliang kembali memiliki tempat wisata baru. Cipas atau Bakukung namanya, berada di Cianten Purasari. Ini merupakan tempat wisata baru dan telah dikelola sejak tiga bulan lalu. Di dalamnya terdapat kebun teh dan dibuat semacam terowongan cantik untuk berswafoto ria.

Berada di ketinggian, membuat pemandangan Cipas sangat indah ditambah dengan udaranya yang sejuk. Sangat cocok dikunjungi wisatawan yang bekerja di kota seminggu penuh untuk melepas penat.

Lokasi wisata di lahan milik PTPN ini memang masih terbilang baru, sehingga belum banyak diketahui masyarakat luas. ”Tidak hanya itu, di Cipas juga ada rumah kayu yang menghadap ke perbukitan. Kalau tidak ada kabut, pemandangannya indah banget, dan beberapa spot cocok untuk swafoto. Ini dibentuk masyarakat setempat,” ujar Camat Leuwiliang Chairuka Judhyanto kepada Radar Bogor, kemarin (18/1).

Sama halnya dengan Kampung Wisata Pabangbon, setiap tempat foto ada tarif yang mesti dibayar untuk biaya perawatan. Meskipun terbilang baru, hampir tiap pekan, wisata Cipas selalu dipadati wisatawan lokal. ”Sudah ramai, apalagi Sabtu-Minggu,” tambah Chairuka.

Sayang, lanjutnya, jalur ke sana masih kurang lebar untuk masuk kendaraan besar, seperti bus pariwisata. Padahal, akses jalannya sangat mulus. ”Tapi kami akan usulkan di musrenbang untuk melakukan pelebaran satu meter ke kanan dan kiri,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Chairuka juga mengatakan, ada objek wisata lain yang terbilang baru, yaitu Panorama Bukit Bintang yang tidak kalah menarik. Di sana, memiliki spot yang dihiasi bunga sakura seperti berada di Negeri Matahari Terbit, Jepang.

Spot lainnya berada pada jembatan cinta berbentuk hati yang bisa dijadikan tempat foto romantis bersama pasangan atau sahabat. Tentunya, dengan pemandangan perbukitan yang indah. ”Panorama Bukit Bintang pun baru tiga bulan dikelola. Masih terus ditata, dan belum resmi dibuka. Tapi sudah banyak wisatawan ke sana,” ucap Chairuka.

Ia sangat berharap, dengan terus bermunculannya objek wisata yang dikelola warga, bisa meningkatkan pendapatan mereka. ”Tentu dengan menonjolkan kreativitas masing-masing untuk menarik wisatawan,” tutupnya.

(Radar Bogor)