Diduga Terkait Teroris, Warga Leuwiliang Bogor Diamankan

oleh

Warga Kampung Setu Lebak RT 02/06, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Rabu (7/2/18) gempar dengan kedatangan sejumlah personel polisi ke salah satu rumah. Kabar yang beredar, polisi hendak mengamankan seorang terduga teroris di kampung tersebut.

Sekretaris Desa Leuwimekar, Oding Rukmana, membenarkan kabar tersebut. Penangkapan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung singkat. Di lokasi rumah, terdapat satu orang lelaki dan satu wanita bercadar hitam. Namun Oding mengaku tidak mengetahui identitas warganya itu.

”Kalau kronologinya saya memang tidak tahu persis, karena memang itu kan sifatnya sangat mendadak banget. Sebenarnya memang belum dikatakan kategori teroris, belum tahu persis informasinya.

Tapi yang jelas tadi ada penangkapan, dan katanya itu memang TO (target operasi),” beber Oding kepada Radar Bogor.

Dia menegaskan, polisi hanya membawa seorang lelaki dari dalam rumah. Sementara wanita bercadar yang merupakan istri pelaku tersebut tidak ikut dibawa. Oding menyebut, perempuan itu merupakan warga asli Desa Leuwimekar. ”Yang laki – lakinya itu orang Jakarta, kerja di sana,” ujarnya.

Oding bercerita, sudah setahun terakhir kedua orang itu tinggal di Kampung Setu Lebak. Sehari – harinya, kedua orang tersebut dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi.

”Kalau biasanya rumahnya dekat musala kan dia sering salat di sana gitu, tapi ini enggak. Jarang kumpul dengan masyarakat. Saat penangkapan juga katanya dia baru pulang setelah dua minggu tidak pulang ke rumah,” kata dia.

Oding menambahkan, rumah yang ditinggali kedua warga adalah milik orang tua perempuan. Kemudian datang laki – laki yang diduga teroris tersebut hingga menikahinya. Pria tersebut diakui Oding memiliki dokumen yang lengkap.

“Dari mulai KTP, Kartu Keluarga, semua ada. Jadi memang bukan orang gelap, legalitasnya sudah pasti. Saya dengan mereka juga jauh tinggalnya, jadi tidak tahu persis kesehariannya seperti apa,” paparnya lagi.

Dikonfirmasi soal ini, Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena enggan berkomentar banyak. Juga Kapolsek Leuwiliang Kompol Nyoman Supartha yang tak bisa dihubungi hingga berita ini diturunkan.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika masih menunggu laporan dari anak buahnya terkait hal ini. ”Belum ada laporan dari Kapolsek. Saya cek dulu,” singkatnya.

(POJOKJABAR.com)