Jalur Ditutup 2 Minggu, Kerugian Capai Rp922 Juta

oleh

Tanah longsor yang terjadi di Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor dan Cicurug Sukabumi, membuat operasional Kereta Api (KA) Pangrango Bogor-Sukabumi dihentikan sementara. Pasalnya, jalur kereta yang dilalui terdampak langsung. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 mencatat sejak dihentikan pada Senin (5/2) hingga kini, sekitar 5.600 penumpang gagal berangkat, baik dari Stasiun Paledang, Kota Bogor maupun dari Stasiun Sukabumi.

Senior Manajer Humas PT KAI Daop 1 Edi Kuswoyo menjelaskan, semua perjalanan kereta api dari Kota Bogor-Sukabumi dan sebaliknya dibatalkan hingga selesai perbaikan longsor di dua titik tersebut. Pihaknya tidak bisa memastikan kapan operasional KA Pangrango kembali normal.

“Sampai selesai perbaikan saja, secepatnya. Kami masih mengutamakan keselamatan penumpang. Sejauh ini tidak ada penumpukan penumpang di Stasiun Paledang. Warga sudah langsung kami informasikan untuk ditukar lagi tiketnya, dikembalikan seratus persen,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Dalam sehari, sambung Edi, ada sekitar 2.800 penumpang menggunakan kereta ini, baik dari Kota Bogor maupun Sukabumi. Artinya, selama dua hari tidak beroperasi, sekitar 5.600 penumpang membatalkan keberangkatannya karena lebih memprioritaskan keselamatan penumpang.

“Dalam satu hari kan ada tiga keberangkatan, dari Stasiun Paledang Bogor pukul 07:15, 13:10, 18:30 WIB. Sedangkan dari Stasiun Sukabumi pukul 05:15, 10:25, 15:45 WIB. Semua dibatalkan dan untuk penumpang yang sudah beli tiket bisa ditukar dan uang dikembalikan seratus persen,” jelasnya.

Pada jalur tersebut, kata Edi, ada sepuluh perjalanan yang terdiri dari enam kereta penumpang dan empat kereta angkutan barang. “Pembatalan dan pemotongan relasi kereta api dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta sampai jalur tersebut dinyatakan aman dan dapat dilalui,” ucapnya.

Salah seorang penumpang KA Pangrango, Rudy (22) warga Depok, mengaku terpaksa menunda kepulangan ke Sukabumi akibat amblesnya tanah di jalur dan mengganggu kelancaran kereta. “Nggak jadi (berangkat ke Sukabumi, red). Pulang dulu ke Depok, besok lagi mungkin naik bus atau colt mini dari sini,” kata Rudy.

Sementara Staf Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat Murdiyono memprediksi proses rehabilitasi jalur yang terdampak longsor di dua titik memakan waktu lebih dari dua minggu. Lamanya proses rehabilitasi jalur kereta diakibatkan kontur tanah yang curam dan tinggi.

Sementara jika dikalkulasikan dengan rata-rata penumpang berjumlah 2.800 dan dikalikan dengan harga tiket, maka diperkirakan selama dua minggu tak beroperasi, PT KAI berpotensi kehilangan pendapatan mencapai Rp922 juta (lihat grafis).

Ia pun berpesan kepada calon penumpang KA Argo Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi dan sebaliknya yang sebelumnya sudah telanjur memesan dan akan berangkat dalam waktu dekat ini, agar segera melakukan pembatalan (refund) ke loket terdekat dan beralih ke moda transportasi lain. ”Proses rehabilitasi jalur bisa lebih dari dua minggu. Dalam kondisi force majeure seperti ini, tidak ada pemotongan refund sesuai prosedur,’’ pungkasnya.

(Metropolitan.id)