JALUR PUNCAK DITUTUP 10 HARI

oleh

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan menutup arus kendaraan menuju Puncak selama 10 hari ke depan terkait bencana longsor yang terjadi di beberapa titik di lokasi jalur wisata tersebut. Penutupan dilakukan mulai dari kawasan Gunung Mas Puncak sampai dengan Ciloto, Cianjur. Di titik itu memang menjadi lokasi longsor terparah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, penutupan atau penyekatan kendaraan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG). “Jadi mulai hari ini sampai dengan waktu 10 hari ke depan, jalan mulai dari Gunung Mas Puncak sampai dengan Ciloto itu tidak bisa dilalui,” ucap Budi, saat meninjau lokasi longsor di Riung Gunung, Puncak, Bogor, kemarin.

Budi menambahkan, pihaknya segera menyiapkan payung hukum dengan membuat regulasi Peraturan Kementerian Perhubungan (Permenhub) terkait penutupan jalur Puncak tersebut. Diharapkan, regulasi itu sudah bisa ditandatangani pada Kamis (7/2). “Mulai hari ini juga atau besok, diharapkan sudah ditandatangani Pak Menteri. Jadi, kendaraan dari semua jenis sudah tidak bisa melewati jalan ini,” kata Budi.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Puncak atau sebaliknya akan dialihakan lewat Sukabumi atau Jonggol. Hasby berharap, masyarakat bisa memaklumi kondisi tersebut dan setelah imbauan ini tidak ada lagi trafik dari arah Jakarta maupun Bogor yang mengarah ke Puncak

“Semua kendaraan sekarang dialihkan ke jalur alternatif. Kami imbau, pengendara yang ingin ke Cianjur lewat jalur Puncak untuk putar balik. Tapi kalau hanya pergi ke daerah Megamendung atau Cisarua masih bisa dilalui kendaraan,” katanya.

Tak hanya itu, Menteri Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono mengunjungi titik-titik lokasi longsor yang ada di Jalan Raya Puncak, kawasan Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Basuki menemukan bidang gelincir tebing dimana di bawahnya terdapat warung-warung. Sehingga warung tersebut harus cepat dikosongkan sebelum terjadi lagi longsor susulan. Sedangkan material longsor yang menutup akses jalan secepatnya akan melakukan upaya-upaya penanganan lokasi longsor yang terjadi di jalur Puncak, agar jalur tersebut dapat kembali dibuka. Metodenya itu akan berlangsung selama seminggu dan selama berlangsung, lalu lintas akan diatur kepolisian. “Saya kira warung yang ada di tebingan jalan harus dikosongkan bahaya sekali. Untuk itu saya rencananya semua kita kupas, kalau nggak, akan longsor,”katanya.

Ia menambahkan bahwa para Pedagang Kaki Lima (PKL) akan ditempatkan di tanah BUMN untuk berjualan. Namun, belum bisa memastikan kapan pemindahan PKL dan pelebaran jalan tahap selanjutnya itu dilakukan setelah pembebasan dari Gadog hingga Taman Safari. “Kita sudah koordinasikan soal ini dan pemindahan pedagang ini juga ditangani oleh Pemkab Bogor,” kata Basuki.

Tak hanya Kementeria PUPR, Bupati Bogor Nurhayanti bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung meninjau lokasi longsor Puncak yang terjadi di seputaran Masjid Attawun, Riung Gunung, Grandhill dan Widuri. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, mitigasi dilakukan bekerjasama dengan pihak terkait, seperti BPBD dan BNPD. “Di Puncak sedang ada penyelesaian. Mudah mudahan jalan segera pulih. Kalau tidak besok, lusa sudah selesai diusahakan secepatnya,”bebernya.

Pria yang akrab disapa Aher mengakui mitigasi menjadi konsentrasi untuk penyelesaian bencana. Material longsoran mengganggu segera dibersihkan. ini meminta masyrakat waspada terkait cuaca ekstrim yang sedang terjadi. Setiap tahun, ia menyebut selalu ada pergerakan tanah. Masyarakat harus waspada memperhatikan petunjuk dari pemerintah setempat. “Masyarakat harus waspada dan perhatikan arahan dari kecamatan masing-masing. Untuk di daerah lain, segera. Sosialisasikan peta kerawanan bencana kepada masyarakat,” tegasnya.

Nurhayanti, sesaat sebelum Aher tiba, sempat menyampaikan belasungkawa terhadap korban tewas akibat longsor yang terjadi. Ia juga menyatakan 24 kecamatan di Kabupaten Bogor adalah daerah rawan bencana dan sudah ada persiapan untuk mencegah korban akibat bencana alam. “Kabupaten Bogor ini dari 40 kecamatan, 24 kecamatan ini kan rawan bencana. Jadi kesiapsiagaan di tingkat desa melalui satgas juga sudah kita lakukan,”tukasnya.

(Metropolitan id)