Ruang Kelas SDN Kampung Tengah Leuwiliang Bogor Kembali Ambruk

oleh

Kondisi SDN Kampung Tengah saat ini memprihatinkan. Sejak Selasa lalu, tanah sekolah terus tergerus air hingga mencapai 3 meter. Menghantam bangunan yang baru diperbaiki. Tiang bangunan tergerus dan terbawa air. Hal ini diungkapkan Kepala SDN Kampung Tengah, Atori.

Keadaan ini dikatakannya ketika wilayah Desa Puraseda dan semua wilayah Bogor diguyur hujan deras sepanjang hari. Akibatnya, kali Puraseda yang tepat berada di samping sekolah meluap tinggi hingga ke halaman sekolah.

Ia mengatakan satu ruang kelas yang baru dibangun kembali ambruk terbawa air. “Di bawah tanah sekolah ujung pun, ke bawahnya sudah kosong 2 meter, rawan longsor. Sangat mengkhawatirkan,” bebernya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Namun, Atori mengatakan jika tidak hujan deras, kegiatan belajar mengajar terus dilakukan mengingat masih ada tiga ruang kelas yang masih digunakan untuk KBM. Sedangkan jika hujan sudah mengguyur wilayah Puraseda seharian, mereka pun dipulangkan mengantisipasi adanya bencana.

“Ya, KBM masih memanfaatkan ruang kelas yang masih bisa digunakan dan tidak bahaya untuk dipakai. Tapi kalau hujan deras terus, kami memulangkan anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Atori.

Sementara itu, Yusep, anggota BPD RT 2/3 Kampung Tengah Desa Puraseda menambahkan bahwa beberapa kali, anak-anak pun sempat mengungsi ke salah satu pesantren yang lokasinya tidak jauh dari SDN Kampung Tengah.

Tapi keadaan di sana pun dirasa tidak membuat anak-anak nyaman belajar. “Anak-anak beberapa kali mengungsi ke pesantren di atas, tapi karena menumpang dan juga di sana tidak terlalu besar juga, jadi kurang nyaman karena padet juga kan. Jadi ya, mending memanfaatkan ruang yang ada saja. Daripada mereka tidak belajar sama sekali,” pungkas Yusep.

(POJOKJABAR.com)