Usai Telan Pil Gila, Siswa SMP di Bogor Ini Nekat Bacok Pelajar Lain

oleh

Lagi-lagi kenakalan pelajar yang kian brutal di Bogor. Jumát siang (9/2/18), usai mengonsumsi pil eximer (obat untuk pengidap gangguan jiwa, red), pelajar SMP di Ciampea, Kabupaten Bogor, MY (15) nekat membacok pelajar asal Kota Bogor, W (15). Alasannya sederhana. Pelaku menganggap pelajar SMP lain sebagai musuh.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di depan kantor cabang BRI di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban sedang bersama empat rekannya, baru saja turun dari bak truk yang ditumpanginya.

Rupanya, korban telah diikuti oleh pelaku dan geng mereka menggunakan sepeda motor. Merasa menjadi incaran, korban bersama rekannya lari menyelamatkan diri.

”Karena ketakutan, korban menabrak angkutan perkotaan (angkot) yang sedang berhenti sehingga terjatuh dan mengalami patah tangan kirinya,” ujar Kapolsek Dramaga AKP Achmad Budi Santoso kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Saat korban terjatuh itulah pelaku MY membacok bagian punggung korban menggunakan celurit. Beruntung korban dapat diselamatkan oleh ketua RT setempat, dan langsung dilarikan ke rumah sakit Medika Dramaga untuk mendapat perawatan.

Mendapat informasi pembacokan itu, kepolisian sektor Dramaga bertindak cepat. Setelah menggali keterangan dari korban, polisi berhasil membekuk pelaku di rumah mereka masing-masing, selang lima jam dari kejadian.

”Pelaku utama MY, tetapi tiga orang lainnya juga masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Pada pengembangan itu, polisi mendapati aksi nekat para pelajar itu setelah mereka menenggak obat gila. Kepada polisi, pelaku mengaku mendapatkan obat tersebut di wilayah Pasar Baru Ciampea.

Achmad menegaskan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. ”Ancaman hukuman yang diterima pelaku bisa di atas lima tahun penjara,” pungkasnya.

(POJOKJABAR.com)