Pembentukan Kab. Bogor Barat, Dihambat Elit Politik?
April 13 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini
Ketua Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat Yana Heryana menyatakan, ada upaya dari elit politik yang mencoba menghambat terbentuknya Kab. Bogor Barat.
Hal itu terbukti, meski pemekaran sudah disetujui dan direkomendasikan oleh DPRD, Bupati Bogor, dan Gubernur Jawa Barat, ternyata sampai sekarang keputusan resmi pemekaran tidak pernah keluar dan juga tidak dibahas di DPR RI.
“Kami menduga ada permainan di tingkat elit politik. Sebab, usulan pemekaran Kab. Bogor Barat jauh lebih dulu dibandingkan dengan pemekaran Kab. Pangandaran. Tapi kenapa DPR RI bias menyetujui pemekaran Kab. Pangandaran,” kata Yana, Jumat (6/4) di Bogor.
Menurut dia, sejumlah kalangan dari Kab. Bogor Barat yang bergiat untuk pemekaran pernah mempertanyakan proses ke DPR RI soal pemekaran Kab. Bogor Barat. Karena, usulan pemekaran sudah lama sekali.
“Tapi melihat kenyataan yang ada, apalagi keputusan Kab. Pangandaran disetujui, sedangkan Kab. Bogor Barat sama sekali tidak ada kejelasannya, kami menaruh curiga ada permainan di tingkat elit,” ujar Yana.
Sebab, informasi yang diperolehnya, ada keinginan dari kalangan tertentu yang menahan dan tidak mengusulkan pemekaran Kab. Bogor Barat.
“Padahal, di lihat dari segi prosedur dan proses pemekaran sudah sesuai aturan. Sudah ada usulan dari gubernur. Tapi kenapa sampai sekarang tidak pernah dibahas di DPR RI,” kata Yana.
Dalam catatan “PRLM”, proses pemekaran Kab. Bogor Barat sudah berlangsung cukup lama. Keputusan politik di tingkat Kab. Bogor sudah keluar yakni dukungan dan rekomendasi resmi dibentuknya Kab. Bogor Barat. Kemudian, dukungan serupa juga sudah dikeluarkan Gubernur dan DPRD Jawa Barat.
Menurut Yana Heryana, pemekaran Kab. Bogor Barat sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2007 mengenai pemekaran daerah. “Karena sudah memenuhi aturan tersebut, tidak alasan untuk menghambat atau menunda pembentukan Kab. Bogor Barat,” jelasnya.
Pemekaran Kab. Bogor Barat dari Kab. Boogor telah diperjuangkan sejak tahun 2000 silam. Apa yang mendasari perlunya dilakukan pemekaran?
Berdasarkan data, jumlah tenaga kerja atau angkatan kerja di Wilayah Bogor Barat pada tahun 1999 mencapai 250.948 jiwa. Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja, mereka yang bekerja hanya sebanyak 43.72 oersen.
Sebagian penduduk bekerja di sektor pertanian (60.95 persen), perdagangan (15.16 persen, jasa (7.17 persen), industri (4.16 persen), angkutan (2.84 persen), pertambangan (1.31 persen), kontruksi (10.78 persen), keuangan (0.04 persen), perusahaan listrik dan air (0.02 persen), serta sektor lain (7.26 persen). Sedangkan jumlah pengangguran mencapai angka sebesar 56.28 persen.
Sementara, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kab. Bogor tiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2006 tingkat LPE 5, 91. Kenaikan LPE tersebut tidak terlepas dari berkembangnya sektor industri dan perdagangan yang menjadi penyumbang terbesar PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kab. Bogor.
Bila berbicara industri da perdagangan yang merupakan pergerak perekonomian Kab. Bogor, maka titik sentral kegiatan tersebut umumnya ada di wilayah Kab. Bogor bagian Timur dan Tengah.
Misalnya di daerah Cileugsi, Citeureup, Gunung Putri, Cibinong dan lainnya. Sedangkan bagian Barat bisa dikatakan sedikit sekali.
Perkembangan semacam itu, sebagai konsekuensi dari perekonomian, membuat pembangunan di wilayah Timur dan Tengah lebih pesat ketimbang Bogor Barat. Infrastruktur jalan misalnya, lebih bagus dan banyak di daerahy Timur dan Tengah. Begitu pula dengan fasilitas pendidikan dan lainnya.
Tampaknya, persoalan ketimpangan pembangunan ini menjadi salah satu pendorong membentuk Kab. Bogor Barat. Selain itu, ada alasan lain dari kacamata prosedur membenarkan dibentuknya Kab. Bogor Barat.
Misalnya,dari segi jumlah penduduk Kab. Bogor mencapai lebih dari 4,2 juta jiwa. Dengan jumlah 427 desa/kelurahan, 40 kecamatan dengan luas wilayah 299.019,06 hektar.
Meski selama ini pembangunan di wilayah Bogor Barat melambat, bukan berarti daerah tersebut tak memiliki potensi. Potensi yang ada di wilayah ini sangat besar, antara lain Gunung Mas Pongkor yang dikelola PT Antam, pemanfaatan energi panas bumi yang dikelola PT Chevron Geothermal Salak, dan bahan galian C, batu galena — bahan baku timah.
Selain telah memiliki legitimasi politik dan prosedur yang kuat, ibukota untuk Kab. Bogor Barat juga sudah dikaji secara matang dengan melibatkan lembaga independen yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB.
Hasil kajiannya, kecamatan Cigudeg. ditunjuk menjadi calon ”puseur dayeuh” pemerintahan Kab. Bogor Barat.
Secara resmi, hasil penelitian ini sudah diekspos oleh tim LPPM ITB di hadapan Sekda Kab. Bogor dan beberapa pejabat lainnya. Pemkab Bogor sendiri menyetujui rekomendasi dari Tim LPPM ITB ini.
Tim peneliti yang diketuai Prof. Dr. Djoko Sujarto merekomendasikan Cigudeg karena kecamatan ini berada di garis tengah antara 14 kecamatan yang akan bergabung dan Kab. Bogor Barat. Selain itu, Cigudeg juga dinilai lebih siap dibandingkan kecamatan lain.
Sebelumnya, dalam mempersiapkan terbentuknya KBB ini, DPRD Kab. Bogor mengusulkan empat kecamatan sebagai calon ibu kota KBB, masing-masing Kec. Leuwiliang, Kec. Cigudeg, Kec. Jasinga, dan Kec. Dramaga
Dalam catatan “PRLM” Juni 2009 silam, sejumlah anggota DPRD Kab. Bogor periode 2004-2009 bersama tokoh masyarakat mendatangi Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, minta dukungan pemekaran Kab. Bogor dengan merealisasikan terbentuknya Kab. Bogor Barat. Karena, Kab. Bogor Barat (KBB) merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat.
Salah seorang anggota DPRD Kab. Bogor 2004-2009 Aritha Surbakti mengatakan, pihaknya dengan sejumlah anggota dewan lain serta tokoh masyarakat sengaja ke Jakarta untuk bertemu dengan komisi II DPR RI menyampaikan aspirasi pembentukan Kab. Bogor Barat.
“Sebab, proses dan persyaratan terhadap terbentuknya Kab. Bogor Barat sudah lengkap, namun sampai sekarang belum disetujui oleh pusat,” ujarnya.
Dijelaskannya, sejak dua tahun lalu, berbagai mekanisme pemekaran Kab. Bogor itu telah dilakukan. Misalnya saja, surat persetujuan dari bupati dan DPRD Kab. Bogor.
Kemudian, sudah ada persetujuan dari gubernur dan DPRD Jawa Barat untuk pembentukan Kab. Bogor Barat. Dan terakhir, masalah pembentukan itu sudah sampai ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Hal senada disampaikan anggota DPRD 2004-209 Hidayat Royani. Menurut dia, kedatangan ke Komisi II DPR RI sebagai sebagian untuk merealisasikan pembentukan Kab. Bogor Barat.
“Sebelumnya, kami juga sudah bertemu dengan direktur otonomi daerah Depdagri, mempertanyakan soal realisasi pembentukan Kab. Bogor Barat,” kata Hidayat.
Mengenai kedatangan ke komosi II, kata Ari dan Hidayat adalah bertujuan untuk meminta dukungan politik agar realisasi pembentukan Kab. Bogor Barat bisa segera. Sebab, mekanisme pemekaran daerah melalui DPR RI, khususnya komisi II. “Kita minta dukungan politik, agar DPR RI mendukung pembentukan Kab. Bogor Barat,” ujar Ari.
Meski berbagai upaya sudah dilakukan, dan proses pemekaran sudah ditempuh, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan kapan keputusan pemekaran itu terwujud.
“Melihat gejala ini, kami menduga kuat ada permainan di tingkat elit politik yang menghambat dilakukannya pemekaran Kab. Bogor Barat,” kata Yana.
sumber : pikiran-rakyat.com
Polisi Kumandangkan Zikir, Pedemo Pungut Sampah
March 30 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini
Pemandangan berbeda muncul di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (30/3/2012). Sekitar 200 polisi mengumandangkan zikir di hadapan pedemo yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Berada di dalam halaman Gedung Sate, anggota Brimob Polda Jabar dan Dalmas Polrestabes Bandung secara bersama membaca zikir sambil posisi duduk sila. Posisi mereka membentuk barisan 10 saf. Di tengah-tegah terlihat Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso ikut bergabung.
Melalui pengeras suara, zikir itu terdengar khidmat. Sedangkan dalam waktu bersamaan, seratusan orang dari Gema Keadilan Kota Bandung turut duduk di jalan raya atau depan Gedung Sate.
Usai zikir selama 15 menit itu. Pedemo yang sedari tadi duduk pun beranjak dan memungut sampah-sampah berserakan di sekitar lokasi aksi unjuk rasa. Aksi pedemo ini dibalas tepuk tangan anggota polisi lainnya yang turut mengamankan demonstrasi.
“Memang ini (zikir) bukan SOP. Tapi kami sebagai petugas tetap bekerja yang diimbangi dengan doa. Kami bekerja dengan hati yang tenang dan lembut. Bukan bekrja mengamankan demo dengan menggunakan otot,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso.
Abdul menegaskan, dengan zikir berharap para pedemo bisa menyampaikan aspirasinya secara sopan. “Juga tidak bertindak anarkis. Harapan semua pihak Kota Bandung tetap kondusif,” tutup Abdul.
Hingga pukul 16.00 WIB, aksi demonstrasi bubar. Sementara arus lalu lintas di Jalan Diponegoro kembali normal.
sumber :bandung.detik.com
Aksi Sulap Bripda Agus Hibur Polisi Pengaman Demo BBM
March 30 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini
Aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, mereda dan berakhir aman hingga sore tadi. Sejak pagi menjaga aksi demo, ratusan polisi akhirnya bisa tertawa girang setelah mendapat suguhan sulap ala Bripda Agus ‘Revo’ Wiratmoko (26)
Pria ini mendadak tampil setelah didaulat polisi lainnya untuk ‘pentas’. Lajang bertugas di Dalmas Sabhara Polrestabes Bandung itu tak bisa menolak. “Hore. Agus, Agus!” teriak ratusan polisi yang berada di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (30/3/2012).
Agus yang mengenakan seragam polisi ini langsung memainkan trik sulap. Ia dikenal jago sulap. Beberapa waktu lalu tampil disebuah program acara stasiun swasta bersama Polisi Ganteng (Polteng), Bripda Saeful Bahri. “Ini jenisnya close-up magic,” ucapnya melalui pengeras suara.
Ratusan anggota Brimob Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, serta satuan di jajaran Polrestabes Bandung tampak serius memelototi aksi Agus. Sebagian mereka duduk sila beralas pavling blok, sedangkan lainnya berdiri santai. Agus mengawali dengan permainan dua karet gelang. Ia kerap melempar joke menggelikan yang mengundang tawa rekan-rekan seprofesinya
“Seorang magician itu harus ditemani wanita cantik,” guyonnya sembari meminta seorang wanita berambut panjang memegang karet. Wanita muda itu salah satu pembawa acara stasiun televisi swasta yang tadi meliput demo.
Karet gelang yang semula terpisah itu menempel setelah wanita yang menjadi ‘korban’ menyentuh dan memelintirkan gelang. Tepuk tangan pun membahana. Kepiawaian Agus atraksi sulap ini disaksikan langsung Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso serta sejumlah pejabat Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.
Aksi kedua yakni trik membaca pikiran. Agus mampu merangkai huruf yang tersusun menjadi sebuah kata. Seorang polwan diminta memilih salah satu kata dari sebuah buku tebal yang dibawa Agus. Setelah polwan memilih satu kata, Agus menuliskan di halaman kosong bagian belakang buku tadi. Tak disangka, trik pria kelahiran Semarang ini bikin decak kagum penonton. Ia memperlihatkan sebuah kata di halaman buku itu yakni: STRES. Kata tersebut sesuai pilhan polwan tadi.
Tepuk tangan kembali riuh. Agus berhasil menghibur. Usai pertunjukan singkat itu, polisi balik kanan alias membubarkan diri. Namun beberapa di antaranya masih bertugas berjaga di area Gedung Sate.
sumber :bandung.detik.com
Tolak BBM Naik Sudah 10 Kali Demo Terjadi di Bogor
March 29 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini

Kepolisian Resor Bogor Kota mengupayakan proses mediasi, proaktif dan preventif dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM secara anarkis. - inilah.com/Agus Priatna
Kepolisian Resor Bogor Kota mengupayakan proses mediasi, proaktif dan preventif dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM secara anarkis.
“Kita lebih mengedepankan upaya preventif dan mediasi agar kedua belah pihak bisa saling berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasinya,” kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Bogor Kota, Kompol Sahroni, di Bogor, Kamis.
Kompol Sahroni menyebutkan menjelang kenaikan BBM 1 April mendatang, aksi unjuk rasa ramai terjadi di Kota Bogor.
Tercatat sudah lebih dari 10 aksi unjuk rasa terjadi sejak dua minggu terakhir, jelang rencana kenaikan April mendatang.
Dikatakannya, menjelang kenaikan BBM tersebut, Polres Bogor Kota menyiagakan 450 personel pengamanan.
“Kita menurunkan tim unit kecil lengkap sebanyak 450 orang yang melibatkan semua satuan,” kata Sahroni.
Selama ini lanjut Sahroni, aksi unjuk rasa di Kota Bogor berlangsung kondusif. Masyarakat dan elemen mahasiswa menyalurkan aspirasinya secara damai tanpa diwarnai aksi anarkisme.
Menurut Sahroni, selain upaya mediasi dan preentif yang dilakukan aparat kepolisian, kesadaran masyarakat dalam memahami tata cara penyampaian aspirasi sudah lebih meningkat.
“Kita menilai masyarakat Bogor sudah cukup dewasa dalam menyampaikan aspirasinya. Banyak yang memahami mekanisme dan prosedur dalam menyampaikan orasi sehingga setiap aksi lebih kondusif,” ujarnya.
Menurut Kompol Sahroni, menjelang kenaikan BBM 1 April ini aksi unjuk rasa masih berpotensi terjadi di Kota Bogor.
Sebanyak 450 personel dikerahkan dalam pengamanan dan memberikan pelayanan keamanan serta mengantisipasi situasi dan kondisi di lapangan.
Petugas dikerahkan di objek-objek vital pemerintahan seperti di Istana Bogor dan pusat pemerintahan Kota Bogor lainnya.
Selain pengamanan objek vital pemerintahan, Polres Bogor Kota juga mengerahkan petugas di masing-masing SPBU yang ada.
“Masing-masing SPBU kita tempatkan lima petugas baik berpakaian lengkap maupun berpakaian umum,” katanya.[ito]
sumber: inilahjabar.com
Meriahkan Tahun Baru Sunda
November 2 2011 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini
Sekitar 200 orang seniman dan praktisi budaya sunda akan memeriahkan Perayaan Tahun Baru Sunda 1 Kartika 1948 Caka Sunda yang jatuh pada 4 November 2011.
“Tahun barunya sendiri jatuh pada 3 November 2011, tapi untuk perayaannya akan dilaksanakan pada 4 November nanti di Area Parkir Timur Gedung Asia Afrika,” kata Koordinator Acara Perayaan Tahun Baru Sunda Dadang Hermawan, Rabu, di Bandung.
Menurutnya, beberapa artis bersuku sunda seperti Tri Utami dan komunitas sunda lainnya seperti Sunda Wani serta Brother Hood akan ikut serta dalam perayaan yang bertujuan mengenalkan tahun baru kepada masyarakat.
Dia menyebut kalender Sunda sama dengan kalendar lain seperti kalender Masehi atau Kalender Cina.
“Intinya, kami ingin mengenalkan bahwa di sunda pun punya perhitungan kalender yang akurat,” ujar Dadang.
Puncak perayaan Tahun Baru Sunda akan dilangsungkan pada 26 November 2011 dengan menggelar Pesta Seni Kebudayaan Sunda.
Dadang berharap, kemeriahaan perayaan Tahun Baru Sunda akan semeriah perayaan tahun baru Imlek atau masehi.
“Kami ingin menyampaikan bahwa sunda itu bukan klenik, bukan politik, tapi sunda itu nilai,” katanya.(*)
sumber:antaranews.com
57 Desa di Tasikmalaya Sulit Dijangkau Imunisasi
November 2 2011 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini, Kesehatan
57 Desa di 39 Kecamatan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sulit dijangkau imunisasi campak dan polio karena letak geografis serta infrastruktur jalan yang tidak memadai.
“Dari 351 Desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, ada 57 desa yang sulit dijangkau karena letak geografisnya memang sangat jauh,” kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani kepada wartawan, Senin.
Sejak dimulainya program sebulan imunisasi polio dan campak secara massal mulai 18 Oktober masih ada anak yang tinggal di pelosok daerah belum ikut serta dalam program imunisasi massal.
Meskipun lokasinya sulit ditempuh petugas kesehatan yang diterjunkan dalam program imunisasi massal tersebut, kata Dadan.
Apabila masih ada orang tua yang tidak membawa anaknya untuk diimunisasi di tempat yang sudah ditetapkan seperti Posyandu terdekat.
“Kita akan terus berupaya agar program ini dapat berjalan sesuai target, apabila masih ada anak yang belum di imunisasi kita akan jemput bola dengan mendatangi target sasaran,” katanya.
Ia berharap program imunisasi campak dan polio di Kabupaten Tasikmalaya dengan sasaran 154.831 anak dapat berjalan sesuai harapan agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit.(*)
sumber : antaranews.com
Situ Ciburuy tak Lagi Ngeplak Caina
October 21 2011 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat
Situ Ciburuy laukna hese dipancing.. Nyeredet hate ningali ngeplak caina..
Penggalan lirik tembang Sunda itu menggambarkan keindahan pemandangan alam di kawasan Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang sudah diakui baik oleh masyarakat setempat maupun luar daerah. Tak heran jika pesona danau buatan itu diabadikan dalam lirik lagu Sunda populer yang sudah tak asing lagi didengar masyarakat Jawa Barat.
Sebagaimana lirik lagu tersebut, volume air di Situ Ciburuy saat itu tinggi dan memungkinkan ikan-ikan di dalamnya bebas bergerak sehingga hese (susah) dipancing. Sementara Ngeplak dalam bahasa Sunda berarti putih mengilap, yang menggambarkan bahwa air Situ Ciburuy dahulu jernih dan memesona.
Namun, lain dulu lain sekarang. Kini Situ Ciburuy hanya berupa genangan air yang sudah dikotori tangan-tangan manusia. Sampah kaleng dan plastik yang beserakan di pinggir situ membuat pemandangan di danau seluas 25 hektare itu terkesan kotor.
Pemandangan itu kian jelas seiring dengan menurunnya permukaan dan debit air di Situ Ciburuy. Volume sampah terus meningkat sementara volume air situ menurun. Semakin mendorong mata untuk mengalihkan pandangan.
“Permukaan air turun 1,5 hingga 2 meter dan membuat Situ Ciburuy menjadi dangkal. Anak-anak saja bisa berdiri di tengah situ. Sampah-sampah jadi terlihat berserakan,” kata Acep Dadang (40), warga Desa Ciburuy saat ditemui di kawasan Situ Ciburuy, Rabu (19/10).
Penurunan debit air Situ Ciburuy, kata Acep, sudah terjadi sekitar dua bulan lalu sejak musim kemarau. Menurut dia, hal itu tidak hanya menyebabkan sampah-sampah muncul ke permukaan, tetapi juga fungsi irigasi dari Situ Ciburuy menjadi tidak optimal.
Penataan Situ Ciburuy saat ini dibutuhkan tidak hanya untuk kembali membersihkan kawasan tersebut dari onggokan sampah, tetapi juga untuk melancarkan pengairan sawah-sawah warga setempat. Kepada Pemkab Bandung Barat, Acep berharap agar dibuat tempat penampungan sampah untuk membersihkan kawasan situ.
“Sementara untuk menjaga debit air agar tetap tinggi, harus dilakukan pengerukan di Situ Ciburuy untuk menampung banyak air saat musim hujan ini. Jadi, irigasi ke sawah-sawah warga bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Pengelolaan Situ Ciburuy sebagai objek wisata unggulan daerah sebenarnya tidak hanya melibatkan Pemkab Bandung Barat, tetapi juga Pemprov Jabar di bawah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air. Namun penatan Situ Ciburuy hingga kini masih belum optimal. Meskipun tim pengelola Situ Ciburuy sudah dibentuk sejak akhir tahun lalu, penataan situ dengan memperbaiki akses jalan masuk baru dilakukan Oktober ini.
Minimnya penataan Situ Ciburuy membuat kawasan itu sepi pengunjung selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah pedagang di sekitanya juga mengaku mengalami penurunan penghasilan akibat minimnya pengunjung. Pesona Situ Ciburuy kini seakan hilang karena tak lagi ngeplak caina. (Cecep Wijaya Sari/das/’PRLM”)***
sumber : pikiran-rakyat.com
Guru Ditahan karena Melempar Segenggam Pasir
October 8 2011 oleh admin
Kategori Berita, Berita Jawa Barat, Bogor Barat Terkini
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak dapat membantu penangguhan penahanan seorang guru SD Negeri Kiansantang Garut, Vini Noviani (33), terdakwa kasus tuduhan penganiayaan dengan melempar segenggam pasir terhadap pelapor.
“Kami kedinasan tidak bisa membantu guru yang ditahan karena tersandung tuduhan kasus penganiayaan,” kata Kepala Disdik Kabupaten Garut Elka Nurhakimah saat dimintai tanggapannya, Kamis (6/10/2011), terkait adanya permintaan siswa, guru, dan sekolah bersangkutan membantu pembelaan pembebasan penahanan guru.
Ia menjelaskan, Disdik tidak bisa membantu Vini, seorang guru honorer Bahasa Inggris di SD Negeri Kiansantang, karena kasusnya sudah ditanangani Pengadilan Negeri (PN) Garut.
Kasus sudah menjalani proses persidangan, kata Elka Disdik. Tentu tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menyerahkan semuanya kepada pengadilan.
Namun, ia berharap korban penganiayaan atau pelapor, Ee, seorang pengembang perumahan, tidak membawa kasus tersebut terus berlanjut, tetapi dapat dilakukan secara kekeluargaan.
“Saya sendiri sudah mendengar kabar ini dari dua belah pihak, dan sebenarnya masalah ini menurut saya bisa diselesaikan secara baik-baik,” katanya.
Karena kasusnya sudah masuk pengadilan dan sudah menjalani sidang perdana, Senin (3/10/2011), Elka berharap pengadilan memutuskan yang terbaik dan seadil-adilnya. “Kalau sudah proses persidangan, ya pengadilan saja yang memutuskan kebijakannya seperti apa,” katanya.
Sementara itu, penahanan guru kasus penganiayaan menuai perhatian serius dari sejumlah orangtua siswa, organisasi guru di Garut, bahkan Bupati Garut Aceng HM Fikri, yang mengaku prihatin adanya guru ditahan hanya karena kasus pelemparan pasir sehingga harus berlanjut ke ranah hukum.
Awal mula penahanan seorang guru ibu dua anak itu dilaporkan oleh Ee sekaligus korban lemparan pasir di depan rumah Vini, Kompleks Balai Kembang Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Senin 6 Juni 2011.
Perbuatan Vini tersebut dipicu masalah utang piutang perumahan, kemudian Ee sebagai pengembang perumahan mendorong Vini hingga terjatuh dan mengalami luka memar pada bagian lengan.
Khawatir Ee terus menyerang, Vini berusaha membela diri dengan melempar pasir yang berada di sekitar lokasi jatuh oleh kepalan tangan kanannya ke arah badan hingga kepala korban mengalami luka lecet dan benjol pada bagian dahi.
Terdakwa Vini ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara Lapas Garut sejak 19 September 2011, kemudian menjalani sidang perdana pada Senin (3/10/2011), dan dijerat Pasal 351 tentang Penganiayaan.
sumber kompas.com
















