Warga Diminta Tak Berlebihan Berbelanja
August 21 2009 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Perdagangan, Sosial Budaya
Menjelang Ramadhan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Bogor, perlahan-lahan mulai merangkak naik. Melonjaknya harga tersebut selain dampak dari musim kemarau yang melanda wilayah-wilayah penghasil, juga meningkatkanya permintaan, karena memasuki Ramadhan, tingkat konsumsi masyarakat naik dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa. “Harga biasanya akan kembali normal setelah memasuki puasa,” kata Kepala Dinas UKM Koperasi Perdagangan dan Industri Udin Syamsudin, kemarin.
Untuk menjaga harga agar tetap stabil, Udin meminta, warga tidak memborong bahan kebutuhan pokok, karena menurut dia tindakan seperti itu, justru akan menjadikan harga semakin naik. “Yang normal-normal saja, tak perlu berlebihan puasa itu intinya pengendalian diri,”ujarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Udin mengatakan, harga kebutuhan pokok, misalnya gula pasir, telor dan terigu serta berbagai jenis daging akan kembali naik sekitar 10 hari menjelang hari raya. ” Namanya harga itu biasanya dipengaruhi oleh supply dan demand. Permintaan melonjak, sementara persedian atau suplai kurang, kenaikan harga tidak terelakan, begitu pula sebaliknya, ketika permintaan turun, suplai bertambah harga juga akan turun,” jelasnya.
Meski demikian, Udin menjamin persedian sembilan kebutuhan pokok untuk warga Kabupaten Bogor, menyambut Idul Fitri hingga Natal dan Tahun Baru cukup. “Tak usah khawatir, pasokan bahan sembako tidak akan kurang,” katanya. Amirullah (43), pedagang cabai di Pasar Cibinong mengatakan, harga kebutuhan pokok yang diperkirakan terus melonjak adalah harga cabai. Namun untuk saat ini harga cabai masih bertahan di kisaran Rp 12.000/kilogram.
“Harga cabai memang stangnan dan tidak menentu dipasar untuk saat ini, yang jelas pasti akan terus naik kalau pun turun belum begitu rendah,” katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Acum (30) pedagang sayuran di pasar keliling, menurutnya, harga sejumlah bahan pokok akan melonjak menjelang bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 21 Agustus 2009.
“Sudah menjadi kebiasaan semua harga bahan pokok akan meningkat menjelang puasa Ramadhan, apalagi sebelum puasa ada hari Munggahan (hari pemotongan hewan menjelang puasa Ramadhan) semua masyarakat Kabupaten Bogor bisa dipastikan memadati pasar untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata Acum.(sumber bogorkab.com)
Bobar (Bogor Barat) Butuh Pasar Induk
May 16 2009 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Perdagangan
Sukajaya - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menggali potensi masing-masing daerah, harus pula diikuti dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukungnya.
Upaya Pemkab Bogor untuk menggali potensi daerah dengan program one vilage one produk, harus pula didukung dengan penyediaan pasar untuk menampung hasil pertanian atau hasil produksi masyarakat. Jika pasar ini tidak ada, maka masyarakat pun akan mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian mereka.
“Kami telah berkumpul dan bermusyawarah dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTA) membahas potensi pertanian yang ada di wilayah Bogor Barat. Hasil musyawarah tersebut, Pemkab Bogor harus membangun Pasar Induk untuk menampung hasil pertanian masyarakat,” kata Camat Sukajaya Beben Suhendar kepada Jurnal Bogor.
Beben mengatakan, KTNA Agropolitan posko 3 yang meliputi Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya ditambah Kecamatan Nanggung telah melakukan pertemuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di wilayah tersebut. Dari hasil pertemuan itu, permasalahan yang mereka hadapi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup adalah ketiadaan pasar Induk untuk menampung hasil pertanian maupun peternakan masyarakat.
“Masyarakat Bogor Barat akan semakin maju dan makmur jika Pemkab Bogor membangun Pasar Induk untuk menampung hasil pertanian masyarakat,” kata Beben.
Lebih lanjut Beben mengatakan, untuk lokasi yang tepat bagi pembangunan Pasar Induk ini, yakni di kecamatan Cigudeg atau pun di Kecamatan Jasinga. Dua lokasi tersebut letaknya sangat strategis dan paling mudah untuk dijangkau masyarakat.
M. Nurofik www.jurnalbogor.com
Axis Makin Agresif Ekspansi
April 22 2009 oleh admin
Kategori Ekonomi, Perdagangan
BOGOR - Melengkapi wilayah jangkauannya di Jawa Barat, Axis memperluas jaringannya ke wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pertumbuhan Axis merupakan komitmen Axis dalam membawa layanan komunikasi GSM dan 3G terjangkau bagi semua orang di Indonesia.
Saat peluncurannya di wilayah ini, lebih dari 3,1 juta masyarakat Cirebon dan sekitarnya akan dapat menikmati penawaran Axis yang unik dan terjangkau.
“Sejak meluncurkan layanan di Jawa Barat Maret tahun lalu, kami terus melakukan pembangunan jaringan nasional dengan sangat agresif. Sebagai salah satu pencapaiannya, hari ini, dengan gembira kami sampaikan Axis telah hadir di Cirebon,” kata Chief Marketing Officer Axis Johan Buse dalam keterangan persnya.
Lebih dari 30 kecamatan terjangkau layanan Axis. Di antaranya Kejaksan, Pekalipan, Kesambi, Harjamukti, Lemahwungkuk, Kaliwedi, Losari, Kandanghaur, Indramayu, Krangkeng, Kadipaten, Majalengka dan Sindangwangi. Kabupaten Kuningan juga akan termasuk dalam jangkauan Axis pada 22 April 2009. Cakupan ini akan terus bertambah seiring dengan pembangunan base station setiap minggunya dan memungkinkan Axis untuk terus memenuhi kebutuhan konsumen akan layanan GSM yang terjangkau dengan berbagai manfaat lebih.
Johan menambahkan, Axis terus merevolusi struktur tarif GSM melalui penawaran tarif yang inovatif, terjangkau, simpel dan tanpa syarat yang tersembunyi. Sebagai bagian dari penawaran menjelang ulang tahunnya yang pertama, Axis baru saja meluncurkan program panggilan ke semua operator dengan tarif paling murah, ”Gratis Nelpon berulang-ulang ke semua operator lain, 1 dapat 3”. Artinya, setiap panggilan satu menit, pelanggan langsung dapat menikmatinya tiga menit.
Pelanggan Axis dapat menelepon siapa saja, di mana saja, kapan saja di Indonesia hanya dengan Rp300 per menit, 80 persen lebih murah dari operator lain. Satu tarif dapat dinikmati untuk panggilan ke semua operator lain, lokal, jarak jauh, selular maupun telepon tetap, sepanjang hari dan tanpa perlu melakukan registrasi. “Masyarakat Cirebon juga dapat menikmati penawaran panggilan tanpa batasan hanya Rp299 ke lebih dari 3,5 juta nomor Axis,” tambahnya.
Tidak hanya itu, kartu perdana baru Axis seharga Rp3.000 memberikan bonus 10 menit telepon dan 10 SMS ke semua nomor Axis, 1 MB akses data, pulsa perdana Rp3.000 serta berbagai bonus bulanan.
Bagi yang belum memiliki pesawat GSM, Axis menawarkan handset dengan brand Axis dan HP Axis HOKI. Harga hanya Rp249.000 per unit. HP Axis HOKI ini memberikan berbagai bonus. Setiap bulan hingga Desember 2009, pelanggan akan mendapat bonus gratis menelepon 25 menit per bulan dan 250 SMS per bulan ke semua nomor Axis, gratis pulsa Rp2.500 per bulan, serta gratis lima nada sambung menarik.(ami)
Galeri
April 21 2009 oleh admin
Kategori Agama, Bogor Barat Terkini, Cindera Mata, Desa, Ekonomi, Industri, Kabupaten, Kecamatan, Kehutanan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial, Khas Daerah, Koperasi dan UKM, Makanan Khas, Olah Raga, Pariwisata, Pemerintah, Pendidikan, Perdagangan, Perikanan, Perkebunan, Pertambangan, Pertanian, Peternakan, Politik, Seni dan Budaya, Serba Serbi, Sosial Budaya, Sumber Daya Alam, Transportasi



Folders










