BI Kumpulkan Bank Berantas Penipuan SMS
October 4 2011 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Teknologi dan Informasi
Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah melakukan pertemuan dengan bank yang tergabung dalam Working Group Mediasi Perbankan (WGMP) membahas penipuan transfer uang via SMS.
Demikian dikatakan Kabiro Humas BI, Difi A Johansyah di Jakarta, Jumat (7/10). “Bank-bank yang tergabung dalam WGMP komit untuk bekerjasama melakukan penanggulangan yang bersifat preventif untuk melindungi nasabah dari SMS yang berisi permintaan transfer ke rekening yang dibuat dengan identitas palsu atau tidak benar,” jelasnya.
Difi melanjutkan, BI dan anggota WGMP siap memerangi orang-orang yang mau menjadikan SMS permintaan transfer sebagai sarana penipuan. Cara memeranginya diserahkan kepada masing-masing anggota WGMP tergantung infrastruktur pengaduan nasabah yang dimiliki.
“Bank-Bank yang tergabung dalam WGMP akan menyediakan call center untuk menerima pengaduan nasabah yang terganggu atau tertipu oleh SMS palsu yang meminta transfer. Mereka komit untuk menampung pengaduan sesuai PBI Pengaduan Nasabah bahwa bank wajib memiliki unit pengaduan di bank,” urainya.
Pengaduan yang masuk, imbuhnya, akan di-follow upa untuk selanjutnya menghentikan hubungan usaha apabila diktahui bahwa nasabah menggunakan identititas tidak benar sesuai PBI Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Hal ini agar bank tidak dijadikan sarana penipuan.
“Selain itu, perlu ada upaya menggulung penjahat dengan bekerjasama bersama aparat kepolisian,” tutupnya. Adapun bank tergabung dalam WGMP antara lain, Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Mega, PermataBank, Bank OCBC NISP, Bank Danamom, BII, Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat. [hid]
Sementara ini, bank-bank yang sudah memberitahukan call center mereka antara lain:
1. BCA: Halo BCA 500888 atau 021500888 via ponsel
2. BRI: Call BRI 14017 atau 500017
3. Bank Muamalat: Salammuamalat 500016 atau 021500016 lewat ponsel
4. BNI Call 500046
5. Danamon Access Center 02134358888 atau via ponsel 67777 (GSM only)
sumber: inilah.com
Tidak Makan Daging Bisa Selamatkan Bumi
May 20 2009 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Teknologi dan Informasi
Masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat berpartisipasi mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi makan daging.
“Kurangi makan daging, karena dengan mengurangi makan daging berarti mengurangi peternakan,” kata praktisi pemanasan global dari Supreme Master Television, Kontribusi Jakarta, Murniati Kamarga sebelum pelaksanaan seminar Global Warming Mengancam Keselamatan Planet Bumi, di Cirebon, Selasa (12/5).
Menurut dia, peternakan sapi, kambing, kerbau, domba maupun unggas sangat berperan dalam pemanasan global. Dengan mengurangi makan daging, yang berarti pula mengurangi peternakan maka akan berdampak kepada lahan untuk dihijaukan yang berfungsi sebagai hutan.
Di pihak lain, pemanasan global bisa dikurangi dengan menggalakkan pola pemupukan organik yang diyakini bisa memperkaya oksigen.
Selain itu, bisa menjadi orang tidak makan daging sama sekali (vegetarian) berarti secara individu telah ikut mengurangi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
“Vegetarian sangat dianjurkan guna mengurangi pemanasan global. Vegetarian, di samping menjaga kesehatan tubuh, juga berarti mengurangi konsumsi daging,” tambahnya.
Oleh karena tujuan seminar itu untuk memberi pengertian pada masyarakat seluas-luasnya, maka pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, guru, organisasi pemuda dan organisasi wanita yang berjumlah sekitar 300 orang.
Semua masyarakat terkena dampak pemanasan global, baik di perkotaan maupun di pedesaan. “Karena itu, semua perlu berpartisipasi untuk menguranginya,” katanya.
( kompas.com )
Septic Tank Terbesar Yang Diolah Menjadi Bahan Bakar Memasak
May 19 2009 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Teknologi dan Informasi
Ketika mendengar septic tank, terbayanglah tempat penampungan tinja yang menjijikan. Apalagi jika septic tank itu berukuran besar. Pasti menjijikan. Tapi, di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, kotoran dalam septic tank itu dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bakar memasak. Caranya dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Bagaimana pengolahan IPAL tersebut?
BUMI Tegar Beriman mempunyai septic tank yang diklaim terbesar di Indonesia. Tempat pembuangan berukuran 14 x 11 meter dengan kedalaman tiga meter ini dapat menampung limbah kotoran manusia dari 125 rumah yang berasal dari RT 01,02, 03 RW 01 Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan.
Pembangunan septic tank dari dana APBD, pemerintah pusat, masyarakat serta Lembaga Swadaya Masyarakat ini dikerjakan sejak 10 Juli 2008 dan beroperasi pada Selasa (12/5. “Jika air limbah tidak ditampung, pencemaran lingkungan akan terjadi,” kata Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Daarul Hijrah, Ischal Chumaidy.
Kenyataannya, IPAL komunal di masyarakat itu terbukti mampu menurunkan tingkat pencemaran air tanah dan sumur. Mengingat?limbah rumah tangga sangatlah besar. Ini dari perkiraan satu orang membutuhkan air sekitar 100 liter untuk memenuhi kebutuhannya dari minum hingga membersihkan badan di setiap harinya. Karena itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal ini menjadi solusi yang tepat untuk menekan pencemaran limbah rumah tangga sampai 90 persen.
Tidak hanya itu, dari proses pengolahan air limbah dengan menggunakan teknologi Ipal Komunal ini gas yang dapat dipergunakan untuk memasak dapat dihasilkan. “Gas dapat dipergunakan oleh sekitar 20 kepala keluarga (KK),” ujarnya.
Adanya IPAL Komunal mengurangi tingkat kepadatan pembuangan air limbah rumah tangga serta meminimalisir pencemaran air tanah dan sumur yang mengandung bakteri e-coli. Bahkan apabila dikonsumsi, penyakit diare dan polio akan menjangkiti.
Untuk pemeliharaan, kata Ischal, pengelola akan memungut biaya dari warga yang menggunakan fasilitas ini sebesar Rp1.500 setiap bulan. “Dana yang dipungut akan digunakan untuk menggaji pengelola hingga penyedot septic tank jika telah penuh,” ucap Ischal. (*)
(Lucky L. Hakim) radar-bogor.co.id
Buat Kecanduan, Tonjolin Narsisme – Ketika Demam Facebook Melanda
April 26 2009 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Ekonomi, Teknologi dan Informasi
Saat ini jutaan orang sudah dibuat mabuk kepayang dengan salah satu jejaring pertemanan terbuka yang disebut Facebook. Jika lima tahun terakhir jejaring pertemanan yang paling diminati adalah Friendster maka kini orang berbondong-bondong mulai meninggalkan Friendster dan beralih ke Facebook.
HAMPIR semua orang yang mulai mengenal facebook akan merasakan gejala yang sama. Mulai ketagihan dan mabuk kepayang. Semenit saja tidak meng-update, rasanya ada sesuatu yang hilang dalam hidup.
Saling lempar komentar di dinding anggota lainnya adalah kepuasan tersendiri untuk menunjukkan eksistensi. Mengintip profile kawan seakan menjadi kesenangan tersendiri seperti menonton gosip selebritis di televisi. Melihat koleksi fotonya, komen kawannya, aktivitas pribadinya dan komen di fotonya, seakan membuat penggila facebook menjadi kenal lahir-batin dengan kawan dalam waktu yang cepat.
Demi tidak kehilangan semenit pun momen di facebook, tak sedikit orang yang akhirnya beramai- ramai mengupdate facebook dari handphone-nya. Jadi, facebook bisa diakses kapan pun dan di manapun, tak peduli waktu.
Lalu apa nilai positif dan negatif dari facebook ini? Nilai positif paling utama yang dihadirkan facebook tentu semakin eratnya hubungan komunikasi dengan orang-orang sekitar, baik teman lama maupun rekan kerja. Ya, manfaat inilah yang dirasakan Abduh Saputra (23) salah seorang penggila facebook. Abduh dapat mengenal teman dan kerabatnya melalui jejaring itu dalam waktu singkat. Dia mengaku menemukan teman semasa kecil. “Sekarang teman-teman SD saya ada semua di facebook,” ujar Abduh yang memiliki 378 teman dalam akun facebook-nya.
Bukan hanya teman ataupun kerabat yang dia temui dalam jejaring ini, seseorang yang pernah dekat dengannya di masa SMA pun bisa ditemukan. “Saya ketemu mantan pacar waktu SMA,” jawabnya sambil tersenyum renyah. Sejak pertemuannya dengan mantan pancar melalui facebook, Abduh menjadi lebih intens menjalin hubungan yang telah lama putus.
Sementara nilai negatifnya lanjut Abduh, tersitanya waktu hanya mengurusi facebook. Apalagi mereka yang sedang bekerja, curi-curi facebook tentulah sangat merugikan.
Dalam sehari Abduh mengaku membuka facebook selama enam jam. “Dua jam sepulang kantor, saya buka di rumah,” tuturnya. Saking keranjingan, Abduh pernah ditegur atasannnya karena membuka facebook saat jam kerja. “Sejak itu, saya selalu hati-hati membuka facebook waktu jam kerja,” katanya.
Berbeda dengan Abduh. Apip Priyatna (29) karyawan salah satu perusahan swasta di Jakarta yang juga penggila facebook ini menuturkan, selain mengganggu pekerjaan ternyata facebook juga terjadi nilai narsistis atau “Narsis” di diri anggotanya. Gejala narsistis ini, kata dia, terindikasi dari setiap anggota facebook. Kenapa? Hampir semua orang di facebook pasti memilih foto terbaiknya untuk dipajang di id-facebook dan koleksi fotonya. “Semua foto narsisme itu seakan bersuara woy lihat nih gue, keren?,” cetus Apip.
Selain itu tambahnya, tak sedikit juga anggota facebook yang mengganti atau menyembunyikan identitas sebenarnya demi menunjukkan narsismenya. “Jangan salah, di Canada, seorang suami sampai membunuh istrinya karena sang suami menemukan sang istri menuliskan identitas single dalam profile facebook-nya,” kata dia.
Persahabatan menggunakan facebook memang tenar setahun ini. Sekarang facebook sangat digandrungi semua kalangan terutama kaum muda. Tak jarang mereka harus mengeluarkan kocek hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk membayar tagihan online melalui facebook.
Bahkan facebook sudah menjadi sindrom layaknya candu. Mengapa tidak? ada sebagian orang, jika sehari tak berfacebook maka mereka langsung sakit atau tak bisa tidur dan akhirnya ketagihan seperti orang yang kecanduan zat adiktif. Jelas sudah kalau facebook sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan komunikasi masyarakat dewasa ini. Seperti yang dialami sebagian pelajar dan mahasiswa di Kota Hujan. Setelah mengenal facebook, mereka hampir setiap menit berkomunikasi lewat facebook, baik dengan handphone, laptop dengan koneksi internet maupun warnet di wilayah di Kota Bogor.
Seperti tiga mahasiswi IPB yang mengandrungi komunikasi facebook yaitu Citra Afrilia Utami, Vira Tiara Putri dan Sendy Monarchi. Ketiganya hampir tidak lepas dari genggaman HP 3G ataupun laptop yang mungil nan indah sambil dihiasi pernak-pernik unik agar lebih menyenangkan.
Sendy Monarchi menuturkan, hampir setiap menit dirinya berfacebook dengan teman-temannya yang terdaftar di jejaringnya. “Kalau semenit saja nggak berfacebook, rasanya bisa gila. Bahkan waktu 24 jam yang ada hanya untuk facebook-kan sama teman-teman,” kata Sendy. Bahkan kegilaanya semakin menjadi, jika ada kesempatan. Langsung dirinya menggeledah tas lalu mengunakan laptop mungilnya. “Pada kesempatan seperti ini, saat lagi nggak ada perkuliahan, gue tunggu karena bisa ketemu teman sambil menunggu perkuliahan berikutnya. Karena sudah mengetahui caranya, langsung deh kita bisa menyapa semua teman-teman yang gokil-gokil,” ungkap gadis lulusan SMA 74 Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan ini.
Lalu berapa dana yang harus dikeluarkan untuk kegilaannya dalam menggunakan facebook? Menurut Sendy, biaya yang harus dikeluarkannya setiap bulannya mencapai Rp300 ribu. “Menurut gue, biaya itu sebanding dengan apa yang gue terima. Sekarang daripada uang dipakai hura-hura, lebih baik gue pakai buat facebook,” bebernya.
Lain halnya dengan Vira Tiara Putri, gadis jebolan SMAN 1 Karawang ini sehari bisa menggunakan facebook mencapai lima jam. “Waktu segitu nggak cukup. Tapi karena banyak kegiatan maka dihentikan dulu, nanti dilanjutkan, soalnya facebook sudah menjadi kebutuhan hidup,” jelas Vira. Barulah saat pulang kuliah, dirinya kembali ber-facebook. Bahkan dirinya rela bergadang hanya untuk melayani teman-teman yang ada difacebooknya. “Nggak kerasa tau-tau sudah larut malam, makanya saya sering begadang meladeni komentar teman-teman,” ujarnya.
Berbeda dengan Citra Afrilia Utami, untuk memenuhi keinginan berfacebooknya dirinya terpaksa harus kucing-kuncingan dengan orangtuanya. Maklum tiap akhir bulan dirinyalah yang paling dicari oleh orang tuanya karena pembayaran telephone yang membengkak akibat kegiatannya berfacebook.
“Makanya kalau tiap bulan aku pasti deg-degan, karena ayahku sudah pasti marah-marah soal tingginya biaya pembayaran telephone,” kata gadis jebolan SMAN 7 Kota Bogor. Dalam sehari dirinya bisa menghabiskan waktu hampir 10 jam hanya untuk menyapa teman-temannya lewat facebook.
“Kalau aku hitung-hitung sehari bisa sepuluh jam, karena lama itulah makanya biaya yang harus aku bayar cukup besar,” pungkasnya. (sep/dei)














