Curug Cilember Puncak Bogor

16 October 2014   8 views

cilember 1Bagi anda yang sudah penat dengan pekerjaan dan aktivitas rutin setiap harinya, bekerja atau hanya melakukan pekerjaan rumah, maka Curug Cilember Bogor bisa menghilangkan semua perasaan tersebut. Ada banyak tempat wisata yang memberikan penawaran yang menarik, namun menikmati pemandangan alam di curug ini bisa membuat anda merasa tenang dan nyaman. Inilah yang ditawarkan oleh tempat wisata yang satu ini.

Curug Cilember Bogor adalah salah satu tempat wisata Air terjun dari alam yang mudah ditempuh oleh banyak orang. Ada begitu banyak orang yang kurang tahu padahal jarak tempuhnya hanya sekitar dua puluh kilometer dari kota Bogor atau dari Jakarta dalam keadaan normal bisa dicapai kurang dari satu jam. Curug ini menawarkan banyak keindahan dan pemandangan yang alami karena masih terletak di wilayah yang bebas dari polusi dan keramaian kota besar seperti Jakarta. Mengingat jalan saat masuk lokasi terbilang kecil maka perjalanan yang ditempuh pun lumayan menantang.
Bunga dan tanaman seperti anggrek adalah salah satu item yang menarik bagi banyak pengunjung curug ini. Air terjun yang ada di curug ini terbilang sangat unik, karena ada tujuh air terjun yang secara berurutan yang dapat dinikmati dalam kawasan yang sama, maka tidak heran jika disebut dengan curug 7. Curug paling bawah ialah curug ke tujuh dan berurutan sampai curug satu yang letaknya paling atas. Selain itu, air yang ada di curug ini sangat jernih dan bersih. Curug Cilember, Bogor bisa jadi salah satu opsi tempat wisata yang tepat untuk melihat keindahan alam.
Rute menuju Lokasi Wisata Curug Cilember ini sebenarnya sangat mudah, yaitu di jalan raya Bogor – Puncak sebelum Pasar Cisarua atau gerbang Desa Cilember. Jika masih bingung pas sebelum pasar tanyakan saja jalan menuju lokasi objek wisata. Akses dari jalan raya ke pintu gerbang curug ini jaraknya sekitar 3 km dengan kondisi jalan cukup kecil namun masih bisa dilewati dengan kendaraan roda empat.
cilember 2
Untuk masalah penginapan, di tempat ini terdapat pondok kayu sejenis Cottage yang disediakan oleh pengelola, namun di tempat yang lain sekitar kawasan tersebut juga ada villa yang bisa disewa seperti Villa Mutiara Cilember, Villa Andre dan Villa Datuk Hakim Cilember. Jadi bagi pengunjung yang akan bermalam sekitar lokasi tidak perlu khawatir masalah akomodasi.
Alamat Curug Cilember bogor berada di Jl. Cisarua Puncak Km 10 Desa Cilember Kecamatan Cisarua Puncak, Bogor, Jawa Barat. Nomor telepon Telp: (0251) 258 890

Disbudpar Wajibkan Hotel di Bogor Bernuansa Sunda

16 October 2014   2 views

bogorDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsbudpar) Kota Bogor  akan mengeluarkan himbauan kepada para pemilik atau pengelola hotel agar menggunakan ornament khas sunda atau ciri khas Bogor dilokasi hotelnya.

“Himbauan tersebut akan dikeluarkan dalam waktu dekat,  melalui surat edaran Wali Kota Bogor kepada para pemilik  atau pengelola hotel, “ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor Shahlan Rasyidi di Kantornya, Rabu (15/10/2014).

Menurut Shahlan, para pengelola hotel di Bogor, harus memanfaatkan kesenian dan budaya Bogor atau ikut andil melestarian seni budaya sunda.  “Jadi, setiap pementasan untuk menyambut para tamu hotel  harus ada tampilan  seni dan budaya sunda.  Selain itu, harus menggunakan batik Bogor  seperti taplak meja,  dan gorden yang terpasang hotelnya, “ kata Shahlan.

Berdasarkan data Disbudpar Kota Bogor di Kota Bogor tercatat ada 95 hotel Dari 95 hotel baru 50 hotel yang terdaftar dalam wadah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor.

Dari 50 hotel yang tergabung wadah PHRI  baru 4 hotel yang memiliki sertifikat kelayakan. Makanya akan  kita akan dorong semua hotel untuk melakukan sertifikasi,” pungkasnya.

(bogornews)

Kuliner Khas Bogor Mulai Dipasarkan

1 October 2014   15 views

kuliner bogorGuna meningkatkan daya kunjungan pariwisata di Kabupaten Bogor, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor berdayakan kuliner dan minuman khas Kabupaten Bogor. Selain memanfaatkan hasil bumi di Bumi Tegar Beriman, hal itu juga melibatkan masyarakat dalam pengembangan dunia pariwisata, khususnya di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rachmat Sujana mengatakan, selain faktor alam, jenis kuliner khas Kabupaten Bogor juga dapat menjadi nilai jual terhadap industri pariwisata. “Seperti kue lapis talas, itu dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kabupaten Bogor,” ujar Rachmat kepada Jurnal Bogor saat acara Festival Kuliner yang digelar di salah satu hotel kawasan Cisarua, Selasa (30/9).

Ia menambahkan, buah talas merupakan salah satu dari sekian banyak hasil alam di Kabupaten Bogor. “Masyarakat dapat memanfaatkan hasil alam yang ada di Bumi Tegar Beriman untuk diolah menjadi kuliner yang memiliki daya jual. Dan tidak menutup kemungkinan hasil olahan masyarakat itu diminati wisatawan,” tambahnya.

Untuk itu, ia menerangkan, pihaknya akan berupaya mengembangkan sektor kuliner untuk peningkatan kunjungan wisatawan. “Ya, kuliner merupakan pendukung yang paling penting untuk industri wisata,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Kabupaten Bogor, Agus Chandra Bayu mengatakan, pihaknya akan berperan sebagai pasar kuliner khas Kabupaten Bogor. “Kami sudah bertindak untuk menjual produk lokal, terutama di hotel-hotel,” kata Agus.

Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan produk kuliner lokal menjadi menu andalan di hotel-hotel maupun restoran yang ada di Bumi Tegar Beriman. “Jika cita rasanya baik, pengemasan menarik dan terdaftar di Departemen Kesehatan (Depkes), produk tersebut bisa menjadi menu utama di hotel-hotel maupun restoran,” jelasnya.

(jurnal bogor)

Rahasia Kelezatan Gurame Bolotot

1 October 2014   7 views

gurameBerakhir pekan di Kota Bogor tak lengkap rasanya, tanpa menyantap kuliner khas Sunda. Bagi anda warga Jakarta yang tengah bertandang ke Kota Bogor, tepat bila mampir di Warung Ngariung. Sebab, aneka macam masakan khas Sunda, siap menggoyang lidah Anda.

Lokasi Warung Ngariung ini mudah dijangkau, berada di Jalan Batu Tulis, No. 32, Kota Bogor. Warungnya berada tepat di pinggir jalan, sangat strategis dan menyediakan lahan parkir cukup luas.

Gurame Bolotot, menjadi salahsatu menu unggulan di Warung Ngariung. Diracik dengan bumbu tradisional, cita rasa khas Sunda yang lezat, layak Anda coba. Rahasianya, resep turun-temurun, yang pasti tidak akan ditemukan di tempat lain.

Untuk order pesanan, pengunjung juga bisa dengan mudah menemukan di booklet yang telah disediakan. Layanan ramah, juga menjadi khas rumah makan satu ini.

Warung Ngariung ini memadukan konsep lesehan dan meja sebagai fasilitas pendukung kenyamanan saat menikmati menu sajian. Anda bisa memilih lantai dua seraya menikmati pemandangan sekitar.

(jurnal bogor)

Bisnis Wisata Jabar Bakal Lesu

23 September 2014   7 views

ciwideyJawa Barat memiliki banyak wisata alam yang bisa menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Namun kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai objek wisata itu bakal menurun.

Seperti kluster Ciwidey dengan Kawah Putih, Patuha, dan Rancaupas. Meski terkenal dan  infrastruktur sudah mulai membaik, namun masih ada jalan-jalan yang kurang lebar untuk menuju kluster Ciwidey tersebut. Ditambah kondisi macet yang masih kerap terjadi.

Kondisi-kondisi tersebut cukup mempengaruhi realisasi pendatapan dari obyek wisata yang dikelola Perhutani yang hingga Agustus 2014 baru mencapai 60 persen.

Idealnya pada semester pertama sudah mencapai 63 hingga 65 persen dari target pendapatan  wisata yang diproyeksikan sebesar Rp 43 miliar. Nilai proyeksi tersebut dari obyek wisata Jabar dan Banten sebesar Rp 40 miliar dan Rp 3 miliar dari obyek wisata Jawa Tengah.

Apalagi Kementerian Kehutanan RI kemudian mengeluarkan edaran penyesuaian tarif bagi kawasan wisata alam di Indonesia. Kebijakan yang tertuang di PP No 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kementerian Kehutanan ini, menaikkan tarif rata-rata mencapai 300 persen.

Adanya kebijakan tersebut diakui General Manager KBM Wisata dan Jasa Lingkungan I Perum Perhutani Jawa Barat, Tri Lastono, sempat menurunkan tingkat kunjungan wisata hingga 30 persen. Kebijakan tersebut membuat pengelola mau tidak mau melakukan penyesuai tarif yang pastinya dirasakan oleh pengunjung terutama wisatawan domestik.

“Kita ingin mengenalkan wisata alam agar makin banyak pula pengunjung yang datang, tapi adanya kebijakan tersebut tentu berpengaruh karena ada penyesuaian harga tiket termasuk ada multiplier effect  lainnya,?” kata Tri, di Kantor Perum Perhutani KBM Wisata dan Jasa Lingkungan I,  Bandung, belum lama ini.

Di Cianjur, bisnis pariwisata juga terancam lesu. Sebab, selain Jalur Puncak terutama dari arah Ciawi, Bogor, aksesibilitas utama menuju Kabupaten Cianjur lainnya, yakni Jalan Raya Bandung dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, kerap terjadi kemacetan.

“Aksesibilitas dari Jakarta maupun dari arah Bandung hanya bisa ditempuh melalui jalur darat, dengan roda dua atau roda empat. Tidak ada jalur kereta dan alternatif lainnya. Jelas kalau aksesbilitasnya terhambat, sektor pariwisata akan terasa dampak negatifnya karena untuk mencapai lokasi wisata tidak mudah,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Cianjur, Satyawan Hambari, di Jalan Raya Cianjur-Puncak, Senin (22/9/2014).

Penyebab kemacetan di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi dan Jalan Raya Bandung itu akibat banyaknya aktivitas pabrik yang berdiri di pinggir jalan. Sedangkan dari arah Ciawi, banyak kendaraan dari Jakarta yang berwisata di Puncak, Kabupaten Bogor terutama di akhir pekan. Namun kondisi jalur dari Ciawi tak kunjung melebar seiring bertambahnya volume kendaraan.

Dikatakan Satyawan, sekitar 70 persen perekonomian di Kabupaten Cianjur masih bertopang dari pariwisata dan agrobisnis. Sementara Kabupaten Cianjur mengandalkan wisatawan dari Bandung dan Jakarta. Itu mengapa bukan tak mungkin kemiskinan menghantui warga lantaran dikepung macet dari berbagai arah.

(tribunnews)

23 September 2014   5 views

gn padangBagi Anda yang suka dengan wisata sejarah atau kebudayaan, mungkin nama situs Gunung Padang bisa dicatat dalam buku rencana perjalanan Anda. Sebab, situs megalitikum itu kini ramai diperbincangkan. Baik dari sisi misteri sampai dengan berbagai interpretasi dan hipotesa tentang Gunung Padang. Salah satunya bahwa ada ‘piramida’ di dalam tubuh bukit Gunung Padang.

Situs Gunung Padang berada di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ada 2 moda transportasi yang bisa ditempuh menuju situs yang berada di puncak bukit dengan ketinggian 885 meter di atas permukaan laut.

Moda pertama mobil atau kendaraan pribadi Mungkin bisa mobil atau minibus atau dengan sepeda motor. Tentu jika dari Jakarta Anda bisa mengambil jalur menuju Puncak Bogor atau jalur alternatif Jonggol. Keduanya sama, harus menuju Cianjur Kota. Dari sini jarak ke Gunung Padang sekitar 45 kilometer. Jika dari Bandung, Anda juga tentunya harus sampai di Kota Cianjur dulu.

Dari Kota Cianjur, para pelancong dapat mengambil arah menuju Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi ini Anda dapat memilih 2 rute menuju Gunung Padang, jalur Pal Dua dan Tegal Sereh.

Jika dari jalur Pal Dua, maka para wisatawan harus ke Desa Warungkondang. Dari desa ini Anda berbelok ke kanan, lalu ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan berakhir di Dusun Gunung Padang.

Lalu kalau jalur Tegal Sereh, maka Anda mesti ke Desa Sukaraja kemudian belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir Dusun Gunung Padang.

Kedua jalur yang ditempuh akan sedikit menanjak dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Khususnya jalur Pal Dua, di mana hampir sebagian di awal-awal perjalanan, jalan banyak bergelombang dan berlubang, bahkan rusak.

Sampai di Gunung Padang, Anda akan menemukan gapura atau gerbang menuju lokasi wisata situs Gunung Padang. Jika hari biasa kendaraan pribadi bisa langsung masuk dengan jalan yang cukup menanjak untuk tiba di kaki bukit. Namun, jika hari libur nasional atau akhir pekan, kendaraan pribadi biasanya harus diparkir di pintu gerbang ini. Dan Anda harus melanjutkan perjalanan ke kaki bukit, bisa dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek motor seharga Rp 5 ribu.

Moda Transportasi Umum

Untuk transportasi umum para pengunjung bisa menggunakan bus atau kereta api. Sementara untuk bus rutenya sama dengan kendaraan pribadi. Tapi yang pasti, Anda tentunya harus mengambil bus dengan jurusan yang melewati Kota Cianjur, terutama Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari sana Anda kemudian dilanjutkan menggunakan angkutan kota (angkot).

Misalnya dari Warungkondang, Anda bisa menempuh dengan angkot seharga Rp 3 ribu per orang. Lalu turun di Cipanggulan dan menyambung lagi untuk bisa sampai Gunung Padang. Bisa dengan menyarter angkot dengan harga yang harus dinegosiasi lebih dulu. Atau dengan jasa ojek motor dengan tarif minimal Rp 50 ribu.

Jika menggunakan kereta api dan dari Jakarta. Anda tentunya harus berangkat dari Stasiun Bogor sebagai stasiun awal. Sebab, sejak 8 Februari 2014, PT Kereta Api Indonesia sudah meresmikan rute perjalanan Bogor-Sukabumi-Cianjur.

Namun, Anda tentu harus mengecek perjalanan kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sebab, jadwal keberangkatan kereta api rute ini hanya di jam-jam tertentu saja. Tidak seperti jadwal rute perjalanan kereta Bogor-Jakarta yang hampir 15 menit sekali.

Di Stasiun Bogor, Anda pilih Kereta Api Pangrango menuju Sukabumi. Tarif tiket KA Pangrango sekali perjalanan Rp 20 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 50 ribu untuk kelas eksekutif. Di sini Anda harus transit lalu berganti ke KA Siliwanggi dengan tarif Rp 20 ribu kelas ekonomi dan kelas eksekutif Rp 35 ribu.

Untuk menuju Gunung Padang, para pelancong harus turun di Stasiun Lampegan yang keberadaannya hanya 1 stasiun sebelum Stasiun Cianjur. Dari Stasiun Lampegan, jarak ke Gunung Padang masih kurang lebih 7 km lagi dan harus melanjutkan perjalanan dengan ojek.

Sampai di kaki bukit Gunung Padang, semua perjalanan para pengunjung kini dilakukan dengan melangkah. Tentu para wisatawan harus membeli tiket untuk bisa masuk ke situs yang kini telah menjadi cagar budaya tersebut. Harga tiket masuknya Rp 2 ribu per orang untuk wisatawan dalam negeri dan Rp 5 ribu untuk turis asing.

Dari loket tiket, pengunjung masuk melalui 1 pintu. Di mana sudah terlihat adanya 2 jalur dengan bentuk susunan anak tangga. Jalur di sebelah kanan setelah pintu masuk adalah jalur yang cukup landai dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke puncak bukit, tempat situs Gunung Padang berada. Sedangkan jalur yang satu lagi adalah jalur yang cukup terjal. Melalui jalur ini, pelancong hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit guna tiba di puncak.

Selanjutnya, Anda tinggal menikmati wisata di Situs Gunung Padang. Sebab, selain menghamparkan benda-benda cagar budaya peninggalan sejarah yang konon adalah sudah ada sejak tahun 500 sebelum Masehi, Anda juga dapat menikmati pemandangan dari puncak bukit. Di mana mata Anda akan disajikan pemandangan berupa lembah, perbukitan, pegunungan, dan gunung yang mengitari bukit Gunung Padang ini. Selamat menikmati wisata sejarah Anda.

(liputan 6)

Benda Cagar Budaya Batu Guling Kuthadani di Bogor Raib

23 September 2014   9 views

batuKondisi benda cagar budaya (BCB) dan situs purbakala di Bogor, Jawa Barat,  kian memprihatinkan. Setelah beberapa waktu lalu sebuah rumah eks Kapten Thung di Jalan Suryakencana diratakan oleh pemiliknya, kini giliran situs purbakala Kuthadani yang hilang.

Berdasarkan keterangan warga, Yayan, di situs yang mirip makam tersebut terdapat dua buah batu berbentuk gamping dan lingga. Tapi kini di lokasi situs di Kampung Jerokuta Kaum, RW 06 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, hanya tinggal satu buah batu gamping berukuran kurang lebih 20×30 cm. Sedangkan batu berbentuk mirip lingga telah hilang dan tidak ada yang tahu keberadaannya hingga sekarang.

“Dulu saat saya masih kecil, di situ ada dua batu, yang satu gepeng dan yang satu lagi panjang mirip guling,” terang Yayan di rumahnya yang bersebelahan dengan lokasi situs, Senin (22/9/2014).

Menurut dia, batu mirip guling itu sudah tidak ada di tempatnya dan warga tidak ada yang tahu ke mana hilangnya batu tersebut. Karena itu, komunitas sejarah di Kota Bogor mendesak agar pemerintah cepat mengeluarkan Perda cagar budaya.

Anggota Komunitas Bogor Historia, Yudi Irawan, menyesalkan hilangnya batu tersebut. Karena, kata Yudi, batu itu merupakan satu bagian cerita sejarah yang tidak bisa dipisahkan. “Ya, kalau dipisah berarti cerita sejarahnya pun bakal terpotong dan tidak lengkap,” jelas dia.

Menurut Yudi, benda-benda cagar budaya di Bogor rusak atau bahkan hilang karena belum ada perlindungan. Pemerintah setempat juga belum memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya benda cagar budaya. Sehingga tidak jarang dijumpai beberapa lokasi cagar budaya disalah gunakan menjadi tempat pemujaan untuk hal-hal negatif.

“Ini merupakan tugas masyarakat sekitar juga, agar sadar betapa pentingnya sebuah benda bersejarah,” tambah Yudi.

Dari pendataan ulang beberapa situs dan tanda batas alam batas wilayah yang diperkirakan Kota Pakwan, salah satu peninggalan warisan Pajajaran yang merupakan batu lingga, yang diduga untuk tanda batas keraton, juga telah hilang dari tempatnya.

“Diperkirakan banyak situs yang sudah hilang entah ke mana, ditambah lagi kondisi geografis di sekitar wilayah tersebut yang berubah,” pungkas dia.

(liputan 6)

UKM Tegalwaru Menjadi Inpirasi Materi Kuliah Kewirausahaan UNINDRA

10 June 2012   10 views

Salah satu kegiatan di KWBT

Seratus lebih Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dan 2 orang dosen, menjambangi Desa Tegalwaru dengan menggunakan bus besar. Tepat pukul 09.00 sampai jalan raya Ciampea tepatnya di depan jembatan Ciampea sebagai pintu masuk ke Desa Tegalwaru.

Dua buah odong-odong yang berasesoris meriah dan 1 mobil bak terbuka menyambut kedatangan para mahasiswa ini. Satu persatu secara bergantian dengan semangat dan wajah-wajah ceria para mahasiswa ini menaiki mobil tersebut. Maklum orang Jakarta odong-odong jarang didapat.

Pembukaan acarapun cukup meriah, Kepala Desa Pak Djuanda, anggota legislatif dari Jawa Barat Pak Lalu Suryade dan Motivator “Spirit of Succes in Live” Ustadz Herman Budianto memeriahkan acara pembukaan tersebut. Sambutan dari pengegagas dan sekaligus Owner Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru mengarahkan agar para Mahasiswa selama mengikuti pelatihan bukan hanya saja memahami proses suatu produksi tapi lebih dari itu, para Mahsiswa juga dapat mengasah jiwa Social Entreprenuer Leader yang pada akhirnya nanti dapat di aplikasikan di wilayah atau disekitar rumahnya dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Begitupun dengan harapan yang disampaikan oleh Bapak Camat dalam sambutanya, beliau berharap para Mahaiswa dapat menggali sebaik-baiknya potensi yang ada di Desa Tegalwaru ini karena kedepan Tegalwaru memang dirancang sebagai sentral wisata bisnis, dan saat ini sudah berdiri beberapa sentral bisnis, tempat peristirahatan dan aneka sarana hiburan yang lainnya. Sehingga diharapkan kedepan para pengunjung yang akan datang dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada dan tentunya mendapatkan banyak jaringan bisnis yang dapat di sinergiskan oleh para pengunjung.

Melihat potensi Tegalwaru dan daerah Kabupaten Bogor ini, Pak Lalu Suryade sebagai Anggota legislatif dari Jawa Barat, mendukung penuh semua proses pemberdayaan yang ada dan pemberdayaan dalam bidang ekonomi pada khususnya, karena anggka kemiskinan yang harus diturunkan serta target kemandirian yang dicapai harus segera diwujudkan.

Usai pembukaan dan pembekalan Motivasi Social Entreprenur yang disampaikan oleh ustadz Herman Budianto, para Mahasiwa di bagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti serangkaian pelatihan bisnis yang terdiri dari usaha nata de coco, peternakan, budidaya tanaman herbal dan pengolahanya, budidaya jamur tiram dan praktek keterampilan handycraft dari terigu dan daur ulang kertas.

Wajah-wajah tanpa lelah menghiasi keseharian mereka di Desa Tegalwaru dan menjelang sore hari acara di tutup dengan memberikan santunan berupa makanan dan peralatan tulis untuk anak-anak yatim di desa Tegalwaru. Semoga memberikan keberkahan dan tentunya melahirkan para leader-leader yang tangguh dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat..aamiin..

MENGENAL WISATA ALAM PANGJUGJUGAN DI CILEMBU – SUMEDANG

21 May 2012   33 views

icon wisaya alam Pajugjugan

“Desa Wisata Alam Pangjugjugan adalah tempat bagi pengunjungnya untuk bisa bercengkrama dengan alam, bisa mendengar desau cemara, merasakan gemericik air dan gemulai ikan seraya melihat elang terbang dengan gagahnya di udara”, itu sepenggal kalimat yang ada di brosurnya, tapi memang kenyataannya seperti itu. Pertama masuk ke sana disapa dengan sopan oleh satpam dan penjaga tiket dengan sopan dengan logat sumedang  “Maaf pak beli tiket masuk dulu di sini, satu orang 5.000 parkir motornya  1.000”. Harga yang cukup murah memang untuk kantong masyarakat menengah ke bawah.

Setelah masuk anda akan ditunjukkan ke tempat parkir yang sangat luas serta pemandangan alam. Permainan cukup lengkap, cukup bayar  5.000 bisa mendapat  fasilitasnya playground, arena bermain anak, lesehan, terapi ikan, batu refleksi, curug, lapangan futsal, yang bayar kolam renang, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan.

Selain wisata alam ternyata ada ekowisata, bisa keliling kebun, peternakan ungas, kelinci, kambing, sapi perah dan sapi potong. Ada juga sekolah alam, outbond, pelatihan,  bahkan pemancingan juga ada. Untuk ekowisata tidak bayar lagi. “Kalau musim panen biasanya pengunjung memetik sendiri,  nanti dihitung sesuai hasil petiknya saja” kata ibu Desy Idayanti  staff HRD. “Di sini tempat yang paling murah, kumplit segala ada, mau acara apapun disini cocok, tempat wisata ini bisa jadi miniaturnya kumpulan tempat wisata lainnya.” ungkapnya pula.

Encep dan Temannya

Menurut Encep satu pengunjung dari kalangan anak muda yang kebetulan  sedang mencoba terapi ikan beserta kedua temannya  “Harga murah sesuai dengan kantong masyarakat menengah ke bawah tapi fasilitas sudah seperti tepat wisata yang harganya tinggi dan tempat masih alami serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti mushola, MCK, tempat lesehan bersih-bersih” katanya.

Pak Yayan beserta keluarga

Adapun pengunjung yang membawa keluarganya ke tempat ini seperti Pak Yayan datang ke Pangjugjugan merasa penasaran dengan harganya yang  murah, setelah beristirahat keliling Pangjugjugan dia istirahat dulu sambil makan di bawah sejuknya udara Cilembu, Pak Yayan berteduh di tempat LESEHAN yang berbentuk saung,  banyak sekali tempat lesehan yang bisa di pakai disini. Setelah habis makan pak Yayan beserta keluarga mencoba terapi ikan, puas dengan terapi ikan pak yayan dan keluarga main di tempat Arena Bermain, bahkan pak Yayan sendiri mencoba bermain egrang. “Saya memanfaatkan liburan panjang untuk mengajak keluarga ke sini, katanya bagus-bagus di sini, saya juga merasa puas dengan informasi yang diberikan saudara-saudara saya yang pernah datang ke sini” ungkap pak Yayan.

Pengunjung/Erni

 Tak ada gading yang tak retak, kritikan maupun saran pasti akan diterima sebagai masukan untuk pengelola Taman Wisata Pangjugjugan, bahkan Ibu Desy sendiri menerima masukan  untuk kemajuan tempat ini, seperti ungkapan seorang pengunjung yang berbagi cerita ke Bobaronline “Tempat sudah Oke, permainan banyak, hanya kalau bisa dibuat sungai kecil yang mengalir supaya kesannya tidak gersang. Permainan di sini banyak yang gratis, cukup bayar 5.000 bisa menikmati permainan” kata Erni dari Jatinagor

Tempat Wisata di Bandung dan Sekitarnya

24 March 2012   8 views

Gedung Sate, Bandung (foto wisatanesia.com)

Bandung dikenal sebagai kota kembang, dikenal juga sebagai kota Varis Van Java. Bandung dikenal dengan banyak Factory Outlet, tempat yang terkenal dengan Factory outletnya adalah Daerah Dago dan Cihampelas, makanan khas dan bermacam-macam kuliner lainnya seperti brownis amanda, keripik ma icih, keripik karuhun dan banyak lagi yang lainnya. Juga Bandung dikenal dengan tempat wisatanya, tempat terkenal seperti Gedung Sate dengan Gasibunya, Tangkuban Parahu, Kawah Putih, Lembang, Maribaya dan lain sebagainya. Di bawah ini kami sertakan tempat-tempat wisata yang ada di Bandung.

Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

  •     Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
  •     Museum Geologi – Jl Diponegoro
  •     Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
  •     Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
  •     Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
  •     Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
  •     Taman Ganesha – Jl. Ganesha
  •     Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
  •     Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
  •     Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
  •     Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
  •     Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
  •     Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
  •     Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
  •     Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
  •     Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
  •     Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
  •     Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
  •     Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
  •     Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
  •     Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
  •     Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
  •     Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
  •     Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
  •     Taman Tegalega – Astana Anyar

Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:

  •     Taman Budaya Dago – Dago
  •     Curug Dago – Dago
  •     Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
  •     Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
  •     Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
  •     Arena Pemancingan Bonita – Lembang
  •     Teropong Bintang Bosscha – Lembang
  •     Wisata Lembang – Bandung
  •     Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
  •     Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
  •     Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
  •     Situ Lembang – Lembang
  •     Bumi Perkemahan Cikole
  •     Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Panas Ciater
  •     Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
  •     Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
  •     Taman Bunga Parongpong
  •     Kebun Strawbery Parongpong
  •     Curug Cimahi – Cisarua

Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:

  •     Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
  •     Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
  •     Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
  •     Jalan Mendaki ke Kawah Putih
  •     Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
  •     Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
  •     Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
  •     Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
  •     Kolam Renang Air Panas Cimanggu
  •     Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
  •     Telaga/Situ Patengan Ciwidey
  •     Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
  •     Perkebunan Sayur – Pangalengan
  •     Situ Cipanunjang – Pangalengan
  •     Situ Cileunca – Pangalengan
  •     Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat

Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:

  •     Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
  •     Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
  •     Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
  •     Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
  •     Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
  •     Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
  •     Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
  •     Waduk Ciburuy – Padalarang
  •     Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
  •     Gua Pawon – Jawa Barat
  •     Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
  •     Arung Jeram Citarum

Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:

  •     Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
  •     Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
  •     Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
  •     Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
  •     Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
  •     Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
  •     Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
  •     Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan

Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:

  •     Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
  •     Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
  •     Situ Bagendit – Garut
  •     Kawah Kamojang – Majalaya
  •     Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
  •     Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
  •     Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
  •     Goa Donan – Pangandaran
  •     Pantai Karang Nini – Pangandaran
  •     Pantai Timur Pangandaran
  •     Pantai Barat Pangandaran
  •     Cagar Alam Pananjung Pangandaran
  •     Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
  •     Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
  •     Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
  •     Pondok Halimun – Sukabumi
  •     Curug Cibereum – Sukabumi
  •     Curug Pareang – Sukabumi
  •     Situ Gunung – Sukabumi
  •     Curug Cikaso – Sukabumi
  •     Air Panas Cisolok – Cipanas
  •     Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat

sumber : ayowisata.wordpress.com

Next Page »

Masukkan 468x60e1 kode banner di sini
Masukkan 468x60e2 kode banner di sini