UKM Tegalwaru Menjadi Inpirasi Materi Kuliah Kewirausahaan UNINDRA

June 10 2012

Salah satu kegiatan di KWBT

Seratus lebih Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dan 2 orang dosen, menjambangi Desa Tegalwaru dengan menggunakan bus besar. Tepat pukul 09.00 sampai jalan raya Ciampea tepatnya di depan jembatan Ciampea sebagai pintu masuk ke Desa Tegalwaru.

Dua buah odong-odong yang berasesoris meriah dan 1 mobil bak terbuka menyambut kedatangan para mahasiswa ini. Satu persatu secara bergantian dengan semangat dan wajah-wajah ceria para mahasiswa ini menaiki mobil tersebut. Maklum orang Jakarta odong-odong jarang didapat.

Pembukaan acarapun cukup meriah, Kepala Desa Pak Djuanda, anggota legislatif dari Jawa Barat Pak Lalu Suryade dan Motivator “Spirit of Succes in Live” Ustadz Herman Budianto memeriahkan acara pembukaan tersebut. Sambutan dari pengegagas dan sekaligus Owner Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru mengarahkan agar para Mahasiswa selama mengikuti pelatihan bukan hanya saja memahami proses suatu produksi tapi lebih dari itu, para Mahsiswa juga dapat mengasah jiwa Social Entreprenuer Leader yang pada akhirnya nanti dapat di aplikasikan di wilayah atau disekitar rumahnya dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Begitupun dengan harapan yang disampaikan oleh Bapak Camat dalam sambutanya, beliau berharap para Mahaiswa dapat menggali sebaik-baiknya potensi yang ada di Desa Tegalwaru ini karena kedepan Tegalwaru memang dirancang sebagai sentral wisata bisnis, dan saat ini sudah berdiri beberapa sentral bisnis, tempat peristirahatan dan aneka sarana hiburan yang lainnya. Sehingga diharapkan kedepan para pengunjung yang akan datang dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada dan tentunya mendapatkan banyak jaringan bisnis yang dapat di sinergiskan oleh para pengunjung.

Melihat potensi Tegalwaru dan daerah Kabupaten Bogor ini, Pak Lalu Suryade sebagai Anggota legislatif dari Jawa Barat, mendukung penuh semua proses pemberdayaan yang ada dan pemberdayaan dalam bidang ekonomi pada khususnya, karena anggka kemiskinan yang harus diturunkan serta target kemandirian yang dicapai harus segera diwujudkan.

Usai pembukaan dan pembekalan Motivasi Social Entreprenur yang disampaikan oleh ustadz Herman Budianto, para Mahasiwa di bagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti serangkaian pelatihan bisnis yang terdiri dari usaha nata de coco, peternakan, budidaya tanaman herbal dan pengolahanya, budidaya jamur tiram dan praktek keterampilan handycraft dari terigu dan daur ulang kertas.

Wajah-wajah tanpa lelah menghiasi keseharian mereka di Desa Tegalwaru dan menjelang sore hari acara di tutup dengan memberikan santunan berupa makanan dan peralatan tulis untuk anak-anak yatim di desa Tegalwaru. Semoga memberikan keberkahan dan tentunya melahirkan para leader-leader yang tangguh dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat..aamiin..

MENGENAL WISATA ALAM PANGJUGJUGAN DI CILEMBU – SUMEDANG

May 21 2012

icon wisaya alam Pajugjugan

“Desa Wisata Alam Pangjugjugan adalah tempat bagi pengunjungnya untuk bisa bercengkrama dengan alam, bisa mendengar desau cemara, merasakan gemericik air dan gemulai ikan seraya melihat elang terbang dengan gagahnya di udara”, itu sepenggal kalimat yang ada di brosurnya, tapi memang kenyataannya seperti itu. Pertama masuk ke sana disapa dengan sopan oleh satpam dan penjaga tiket dengan sopan dengan logat sumedang  “Maaf pak beli tiket masuk dulu di sini, satu orang 5.000 parkir motornya  1.000”. Harga yang cukup murah memang untuk kantong masyarakat menengah ke bawah.

Setelah masuk anda akan ditunjukkan ke tempat parkir yang sangat luas serta pemandangan alam. Permainan cukup lengkap, cukup bayar  5.000 bisa mendapat  fasilitasnya playground, arena bermain anak, lesehan, terapi ikan, batu refleksi, curug, lapangan futsal, yang bayar kolam renang, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan.

Selain wisata alam ternyata ada ekowisata, bisa keliling kebun, peternakan ungas, kelinci, kambing, sapi perah dan sapi potong. Ada juga sekolah alam, outbond, pelatihan,  bahkan pemancingan juga ada. Untuk ekowisata tidak bayar lagi. “Kalau musim panen biasanya pengunjung memetik sendiri,  nanti dihitung sesuai hasil petiknya saja” kata ibu Desy Idayanti  staff HRD. “Di sini tempat yang paling murah, kumplit segala ada, mau acara apapun disini cocok, tempat wisata ini bisa jadi miniaturnya kumpulan tempat wisata lainnya.” ungkapnya pula.

Encep dan Temannya

Menurut Encep satu pengunjung dari kalangan anak muda yang kebetulan  sedang mencoba terapi ikan beserta kedua temannya  “Harga murah sesuai dengan kantong masyarakat menengah ke bawah tapi fasilitas sudah seperti tepat wisata yang harganya tinggi dan tempat masih alami serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti mushola, MCK, tempat lesehan bersih-bersih” katanya.

Pak Yayan beserta keluarga

Adapun pengunjung yang membawa keluarganya ke tempat ini seperti Pak Yayan datang ke Pangjugjugan merasa penasaran dengan harganya yang  murah, setelah beristirahat keliling Pangjugjugan dia istirahat dulu sambil makan di bawah sejuknya udara Cilembu, Pak Yayan berteduh di tempat LESEHAN yang berbentuk saung,  banyak sekali tempat lesehan yang bisa di pakai disini. Setelah habis makan pak Yayan beserta keluarga mencoba terapi ikan, puas dengan terapi ikan pak yayan dan keluarga main di tempat Arena Bermain, bahkan pak Yayan sendiri mencoba bermain egrang. “Saya memanfaatkan liburan panjang untuk mengajak keluarga ke sini, katanya bagus-bagus di sini, saya juga merasa puas dengan informasi yang diberikan saudara-saudara saya yang pernah datang ke sini” ungkap pak Yayan.

Pengunjung/Erni

 Tak ada gading yang tak retak, kritikan maupun saran pasti akan diterima sebagai masukan untuk pengelola Taman Wisata Pangjugjugan, bahkan Ibu Desy sendiri menerima masukan  untuk kemajuan tempat ini, seperti ungkapan seorang pengunjung yang berbagi cerita ke Bobaronline “Tempat sudah Oke, permainan banyak, hanya kalau bisa dibuat sungai kecil yang mengalir supaya kesannya tidak gersang. Permainan di sini banyak yang gratis, cukup bayar 5.000 bisa menikmati permainan” kata Erni dari Jatinagor

Tempat Wisata di Bandung dan Sekitarnya

March 24 2012

Gedung Sate, Bandung (foto wisatanesia.com)

Bandung dikenal sebagai kota kembang, dikenal juga sebagai kota Varis Van Java. Bandung dikenal dengan banyak Factory Outlet, tempat yang terkenal dengan Factory outletnya adalah Daerah Dago dan Cihampelas, makanan khas dan bermacam-macam kuliner lainnya seperti brownis amanda, keripik ma icih, keripik karuhun dan banyak lagi yang lainnya. Juga Bandung dikenal dengan tempat wisatanya, tempat terkenal seperti Gedung Sate dengan Gasibunya, Tangkuban Parahu, Kawah Putih, Lembang, Maribaya dan lain sebagainya. Di bawah ini kami sertakan tempat-tempat wisata yang ada di Bandung.

Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

  •     Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
  •     Museum Geologi – Jl Diponegoro
  •     Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
  •     Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
  •     Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
  •     Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
  •     Taman Ganesha – Jl. Ganesha
  •     Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
  •     Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
  •     Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
  •     Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
  •     Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
  •     Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
  •     Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
  •     Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
  •     Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
  •     Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
  •     Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
  •     Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
  •     Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
  •     Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
  •     Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
  •     Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
  •     Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
  •     Taman Tegalega – Astana Anyar

Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:

  •     Taman Budaya Dago – Dago
  •     Curug Dago – Dago
  •     Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
  •     Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
  •     Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
  •     Arena Pemancingan Bonita – Lembang
  •     Teropong Bintang Bosscha – Lembang
  •     Wisata Lembang – Bandung
  •     Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
  •     Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
  •     Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
  •     Situ Lembang – Lembang
  •     Bumi Perkemahan Cikole
  •     Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Panas Ciater
  •     Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
  •     Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
  •     Taman Bunga Parongpong
  •     Kebun Strawbery Parongpong
  •     Curug Cimahi – Cisarua

Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:

  •     Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
  •     Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
  •     Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
  •     Jalan Mendaki ke Kawah Putih
  •     Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
  •     Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
  •     Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
  •     Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
  •     Kolam Renang Air Panas Cimanggu
  •     Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
  •     Telaga/Situ Patengan Ciwidey
  •     Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
  •     Perkebunan Sayur – Pangalengan
  •     Situ Cipanunjang – Pangalengan
  •     Situ Cileunca – Pangalengan
  •     Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat

Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:

  •     Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
  •     Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
  •     Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
  •     Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
  •     Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
  •     Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
  •     Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
  •     Waduk Ciburuy – Padalarang
  •     Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
  •     Gua Pawon – Jawa Barat
  •     Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
  •     Arung Jeram Citarum

Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:

  •     Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
  •     Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
  •     Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
  •     Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
  •     Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
  •     Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
  •     Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
  •     Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan

Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:

  •     Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
  •     Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
  •     Situ Bagendit – Garut
  •     Kawah Kamojang – Majalaya
  •     Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
  •     Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
  •     Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
  •     Goa Donan – Pangandaran
  •     Pantai Karang Nini – Pangandaran
  •     Pantai Timur Pangandaran
  •     Pantai Barat Pangandaran
  •     Cagar Alam Pananjung Pangandaran
  •     Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
  •     Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
  •     Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
  •     Pondok Halimun – Sukabumi
  •     Curug Cibereum – Sukabumi
  •     Curug Pareang – Sukabumi
  •     Situ Gunung – Sukabumi
  •     Curug Cikaso – Sukabumi
  •     Air Panas Cisolok – Cipanas
  •     Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat

sumber : ayowisata.wordpress.com

PENYANYI GAMBUS DARI KECAMATAN TENJOLAYA

February 16 2012

Qasidah adalah musik padang pasir yang bernafaskan islam. Adalah Ibu Lilih Sholihat seorang penyanyi kelahiran Desa Cibitung Tengah Kecamatan TenjolayaBogor, semasa kecilnya senang dengan menyanyikan lagu-lagu Qasidah dan irama padang pasir. “Jika ada acara di kampung pasti Ibu Lilih sering naik panggung dan menyanyikan lagu-lagu Qasidah Nur Asiah Jamil” Kata tetangganya. Memang Nur Asiah Jamil adalah penyanyi favorit dia, sampai suaranya pun mirip Nur Asiah Jamil.
Ibu Lilih Sholihat adalah seorang ibu yang mengelola Lembaga Pendidikan Alhikmah di Cibitung Tengah, dan aktif di pengajian Ibu-ibu tingkat RT sampai kecamatan Tenjolaya. Menyanyi hanyalah hoby dari kecil. Sering dijemput untuk menyanyi di wilayah Bogor oleh beberapa group Orkes Gambus, salah satunya Group Nurshobah yang di pimpin oleh Bapak Arsa Sukarsa. Karena suara bagus maka Group Nurshobah mengajak Rekaman di Jakarta dan Alhamdulillah sekarang sudah mengeluarkan album kompilasi dengan penyanyi gambus lainnya. Ibu lilih menyanyikan tiga lagu dengan judul Siapa Tuhanmu, Bil khoiri dan Ya Malik.

Ya Malik – Lilih Sholihat :: Orkes Gambus Nurshobah

Siapa Tuhanmu – Lilih Sholihat :: Orkes Gambus Nurshobah

sumber : Bogor Barat Online

Situs Purbakala di Bogor Belum Tergali Optimal

February 16 2012

Sekitar 120 situs peninggalan sejarah dan prasejarah (purbakala) yang ada di Kabupaten Bogor belum tergali secara optimal sebagai wisata budaya. Akibatnya, keberadaannya kurang terkenal dan membanggakan padahal nilainya sangat berharga dan sangat dihargai di negara lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor, Rudy Gunawan di sela-sela Bebersih dan Sarasehan yang digelar di Situs Megalitikum Cibalay atau yang lebih dikenal sebagai Situs Salaka (Arca) Domas Tenjolaya, Kampung Cibalay, Desa Tapos 1, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu (29/1).

Menurut dia, 120 situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor itu letaknya tersebar di sejumlah kecamatan yang ada, seperti Cibungbulang, Tenjolaya, Cariu, dan Cigombong.

Diakui Rudy, ke-120 situs yang sangat berharga itu sampai sekarang belum bisa dikelola dengan baik sehingga belum bisa menjadi wisata budaya. “Bisa dilihat dan dirasakan sendiri, akses jalan menuju lokasi situs itu kebanyakan sangat buruk sehingga agak sulit dijangkau oleh wisatawan,” kata Rudy.

Hal itu pula yang menyebabkan situs berharga yang menjadi incaran penelitian orang luar negeri dan peneliti budaya/sejarah kita belum menjadi kebanggaan.

Dikatakan Rudy, tahun ini misalnya, pihaknya baru bisa fokus pada peningkatan kegiatan pemeliharaan situs. Meski tidak disebutkan secara jelas anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini. “Yang penting fokus kita sekarang adalah memberi identitas pada sejumlah situs, termasuk papan penunjuk supaya lebih dikenal,” katanya.

Wakil Bupati Bogor, Karyawan Fathurahman yang hadir dalam kegiatan menjanjikan akan memperbaiki sedikit demi sedikit akses jalan menuju lokasi situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kebutuhan utama untuk situs-situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor lebih pada akses jalan yang baik menuju lokasi. Oleh karena itu, kota akan masukkan ini ke dalam APBD kita sehingga lokasi situs yang banyak di Kabupaten Bogor bisa menjadi wisata budaya,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pelestarian Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, Zakaria Kasimin mengatakan pelestarian dan pameliharaan situs seharusnya tidak mengandalkan BP3.

“Pemerintah daerah harusnya juga mmberikan perhatian, jangan tergantung dan menunggu kita,” kata Zakaria.

Khusus untuk Situs Cibalay ini, dikatakan Zakaria cukup terawat karena berada di kawasan hutan lindung. Potensi yang besar ini, lanjut dia seharusnya bisa menjadi kawasan wisata budaya dan bukan hanya menjadi tumpukan batu semata.

Situs ini sendiri ditemukan sejak tahun 1989 lalu dan sampai saat ini belum ada penelitian yang optimal terkait keberadaan situs yang kemungkinan masih berhubungan dengan Situs Gunung Padang di Cianjur.

Akibatnya, dari sekitar luas kawasan yang diperkirakan mencapai tiga hingga lima hektare ini baru sekitar 1/2 hektare yang bisa digali dan terpelihara. “Diperkirakan masih banyak peninggalan zaman Megalitikum di sini yang belum tergali karena masih terkubur,” ucap Zakaria.

Kondisi situs memang masih terawat dan dalam kondisi baik. Hanya saja, akses jalan menuju lokasi sangat buruk. Meski diakui warga sekitar ada banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mendatangi situs tersebut, saat musim hujan, akses jalan sangat sulit dilalui. Pengunjung hanya bisa memarkir kendaraannya sekitar 2 kilometer dari lokasi situs.

Kondisi jalannya pun sangat buruk, sebagian dari susunan batu, sebagian lagi jalan setapak mirip pematang sawah. Saat musim kemarau, trek yang naik turun tidak begitu masalah bagi pengunjung. Namun, saat musim hujan, trek menjadi becek, licin dan berbahaya, nyaris tidak bisa dilalui.

Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, seperti Ciaruteun, Pasir Angin dan lain-lain. Padahal, peninggalan purbakala ini merupakan kekayaan yang sangat berharga dan harus dikenal oleh generasi di masa sekarang dan masa depan.

sumber : Pikiran Rakyat, Bogor Barat Online

TEMPAT WISATA DI BOGOR : Bunga Bangkai di KEBUN RAYA Mekar

December 3 2011

Bogor Barat Online: Bunga bangkai Amorphophalus titanum koleksi Kebun Raya Bogor kembali mekar pada Selasa (29/11) malam. Bunga bangkai ini merupakan bunga ketiga dari lima umbi yang ditanam di Kebun Raya Bogor sejak tahun 2009 lalu.

Peneliti bunga bangkai, yang juga Kepala Subbidang Seleksi dan Pembibitan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Rabu (30/11) mengatakan bunga bangkai yang telah mekar sempurna pada Selasa (29/11) sekitar pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB ini mempunyai tinggi 202 sentimeter.

“Bunga ini akan mekar selama seminggu ke depan sebelum kembali memasuki fase umbi,” kata Yuzammi.

Bunga bangkai yang mekar ini merupakan hasil eksplorasi Tatang Daradjat pada Oktober 2009 lalu. Saat itu, Tatang membawa beberapa umbi dan lima di antaranya ditanam di Vak IV C. Dari lima umbi yang ditanam ini, sudah ada tiga umbi yang berbunga. Masing-masing berbunga pada 8 Januari 2010 , 3 Juli 2011 dan terakhir 29 November ini.

Bunga bangkai ini, lanjut Yuzammi berasal dari Sungai Air Payang, Desa Bantunan, Kec. Fahar Bulan, Kab. Lahat, Sumatera Selatan.

Di Indonesia, kata Yuzammi ada 25 jenis. Sebanyak 18 di antaranya merupakan jenis endemik atau hanya bisa hidup di habitat aslinya. Penyebaran jenis bunga bangkai di Indonesia meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Bunga yang masuk dalam suku Araceae (talas-talasan) ini pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1920.

Pemantauan “PRLM” di Kebun Raya Bogor, ratusan pengunjung antusias menyaksikan bunga yang tidak selalu mekar sepanjang tahun ini. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan rombongan dari luar kota yang tengah mengadakan kegiatan di Bogor.

“Tadi pagi ada acara di Sentul. Sekalian di Bogor lihat ke Kebun Raya. Di tempat saya, enggak ada bunga kayak gini. Langka buat kami. Makanya beruntung pas ke sini pas mekar,” kata salah seorang pengunjung dari Sumedang, Euis.

Bunga yang hanya berbunga 3-4 tahun sekali itu menjadi perhatian khusus pengunjung Kebun Raya. Meski lokasinya berada di lereng dan agak sulit mendakinya karena licin, para pengunjung tetap berusaha naik agar bisa berpose dengan latar bunga bangkai dari jarak dekat. (A-155/A-26).***

sumber : pikiran-rakyat.com

POLDA Seluruh Indonesia Belajar Nata De Coco

October 31 2011

Ciampea(27/10), Desa tegalwaru tak seperti biasanya, puluhan mobil dan bis besar yang di naiki oleh para perwakilan  Polisi daerah (Polda) seluruh indonesia ini mendatangi desa tegalwaru yang di kawal oleh petugas keamanan desa tegalwaru.

Kehadiran lebih dari 30 polisi ini bertujuan untuk melakukan studi banding produk agroindustri di usaha peternakan dan produksi nata de coco yang berada di desa tegalwaru melalui program kampoeng wisata bisnis tegalwaru yang digagas oleh Tatiek Kancaniati.

Sebelumnya para polisi dari berbagai daerah ini sudah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselengarakan setiap tahunya oleh Yayasan BRATA BHAKTI POLRI, dengan tujuan memberikan bekal bagi para polisi daerah yang akan pensiun agar pasca pensiun nanti mereka mendapat bekalan ilmu bisnis dan dapat memlih bisnis yang pas sesuai dengan sumberdaya yang ada dan memiliki prospek pasar yang bagus.

Dalam sesi pelatihan Nata de coco yang di pimpin oleh Tatiek Kancaniati (lulusan Fateta IPB) dan Praja (lulusan TIN IPB), memberikan gambaran tentang pemanfatan limbah kelapa melalui proses fermentasi dengan bakteri acetobacter xylinum dan khasiat nata de coco yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan.

Peserta pun terlihat sangat antusias di karenakan didaerah masing-masing ketersediaan air kelapa cukup bagus, seperti yang diungkapkan oleh David Mami (peserta yang berasal dari polda Papua) mengatakan “saya sangat berminat bisnis nata de coco selain mudah proses pembuatannya dan makanan yang menyehatkan untuk diet”. Selain itu Guntur peserta dari Aceh juga berharap  “Pelatihan ini nantinya bisa diterapkan di daerahnya dan mengucapkan terima kasih yang telah memberikan kesempatan belajar di Kampoeng Wista Bisnis di Tegalwaru melalui pelatihan nata de coco”.

Peserta selain diberikan teori tentang proses pembuatan nata de coco, merekapun diajak untuk melihat ke lapangan bagaimana proses sebuah home industri Nata de Coco dan setelah itu para peserta dengan puasnya menikmati hidangan nata de coco yang sudah disediakan panitia.

—-
Tatiek Kancaniati
Public Relations
0813 82433 432

KAMPOENG WISATA BISNIS TEGALWARU

October 14 2011

Tour Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru

Tidak seperti  tempat wisata pada umumnya, Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (KWBT) merupakan tempat wisata yang sangat unik, keunikannya bukan hanya sekedar kental akan nuansa pedesaanya, tapi di KWBT ini para wisatawan dapat belajar dan melihat langsung proses produksi dari sebuah usaha berbasis Home industry.
Nama Tegalwaru berasal dari sebuah nama sebuah desa  yang berada di kecamatan Ciampea  Kabupaten Bogor. Desa ini  terkenal sebagai lumbung berbagai  produksi pertanian serta wirausaha. Kehadiran Yayasan KUNTUM Indonesia (YKI) yang didirikan oleh Tatiek Kancaniati seorang Social entrepreneur Leader mampu mengangkat sector usaha kecil menengah (UKM) dengan memberikan bantuan pemodalan dan pendampingan usaha selama 3 tahun, selain itu memunculkan UKM dengan produk-produk baru hasil dari pengembangan modal social yang ada. Dari hasil pendampingan yang telah dilakukan lebih dari 3 tahun ini YKI membentuk KWBT melalui Kuntum Organizer merancang program wisata bisnis jadi bagi masyarakat yang ingin mengasah jiwa wirausahanya atau ingin mendapatkan inspirasi bisnis tempat KWBT adalah tempat yang pas untuk mendapatkan inspirasi tersebut.

Inspirasi Bisnis
Desa yang memiliki 6 RW dan 38 RT dengan jumlah penduduk lebih 12.123 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan wirausaha. Secara monografi Desa Tegal Waru terdiri dari 6 RW dan 38 RT, dan masing-masing RW memiliki spesifikasi usaha masyarakat. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan di RW 01 beberapa warga memilih alternatif pencaharian keluarganya sebagai pengarajin anyaman bambu dan bilik. RW 02 terdapat pengrajin pandai besi dan pesanan golok ukir. RW 03 karena wilayahnya yang masih luas oleh lahan pertanian, menjadikan warga RW 03 ini menggarap lahan mereka dengan tanaman obat, buah dan tanaman hias.
Beranjak dari RW 03, kita dapat melihat di RW 04 berbagai industri pembuatan selai kelapa dan pembiakan ikan patin. Dari limbah indusri selai kelapa, berpotensi melahirkan aneka usaha seperti briket arang, nata de coco dan hiasan/aksesoris.

Tak kalah di RW 05 pun terdapat industri rumahan berupa pengolahan kecap, cuka, saus dan minuman orson, walau mengunakan media produksi yang sangat sederhana telah memberikan income keluarga yang cukup menjanjikan. Kemudian terakhir di RW 06 masyarakat dominan sebagai pedagang dan tukang bangunan tapi di beberapa area terdapat budidaya tanaman DAS yang telah cukup diakui banyak pihak.

Tour KWBT
Dari berbagai jenis usaha berbasis UKM diatas, para wisatawan akan di perlihatkan berbagai proses produksi dari suatu produk yang dipilih, seperti rombongan wisatawan dari perumahan Darmaga cantik dan Griya melati saat libur sekolah kemarin, anak-anak selain diperlihatkan proses membuat adonan kerupuk, anak-anakpun diberi kesempatan untuk mencoba mencetak kerupuknya. Begitu juga dengan kunjungan ke Tanaman Obat, ibu Sutinah  sang pemandu mengajak para anak-anak untuk berkeliling di kebun tanaman obat yang luasnya hampir 1/5 hektar. Dengan seksama anak-anak mengamati satu demi satu tanaman obat serta khasiat yang terkandung dalam tanaman tersebut.

Setelah selesai keliling kebun anak-anak diminta untuk memetik bunga rosella dan langsung dipraktekan cara membuat sirup serta permen dari buah rosella. Nampak wajah-wajah penuh antusias dan semangat terpancar dari wajah mereka. Apalagi setelah sirup jadi mereka dapat langsung menikmati sirup dari buah Rosella tersebut. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke UKM – UKM yang lain.

Outbond On The Road
Mengasah fisik dengan berbagai sarana permainan tradisonal akan dihadirkan di KWBT ini, permainan langka yang nyaris jarang di mainkan seperti: main gelasin, gobak sodor, enggrang, main petak umpet dan permainan tradisional lainya akan menyemarakan wisata kampoeng ini. Selain itu anak-anak dapat merasakan mandi di air sungai yang jernih, memancing dan menagkap ikan di kolam, setelah itu bisa menyantap hasil ikan bakar dari hasil tangkapan ikan tersebut.

Kesenian Sunda
Suasana pedesaan yang asri akan semakin terasa dengan penampilan kesenian sunda berupa music kecapi dan pertunjukan golek si cepot, salah satu UKM yang sehari-harinya membuat Golek ini akan mempertunjukan cerita golek yang sangat mengasikan, selain itu anak-anakpun dapat berfoto bersama si cepot.

Banyak hal yang akan anda dapatkan jika berkunjung ke KWBT ini, selain nuasa pedesaan yang memberikan angin segar dari kepenatan suasana kota, andapun pulang dari KWBT akan mendapatkan jaringan dan inspirasi bisnis yang bisa anda terapkan dirumah anda sendiri. Mangga..Wilujeng Sumping di Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (Tk)

Informasi KWBT :
Facebook : Kampoeng WisataBisnis tegalwaru
Contak       : Tatiek 081382433432

Klik di sini untuk melihat gallery foto

 

Kampoeng WisataBisnis Tegalwaru

October 9 2011

Perlunya pembekalan terhadap anak memang harus dilakukan sejak usia dini. Inspirasi tentang profesi misalnya, tentunya hal itu menjadi sangat penting bagi anak untuk bisa lebih berkembang lagi dalam mengetahui berbagai macam profesi. Idealnya, anak-anak kebanyakan hanya mengetahui tentang profesi yang itu-itu saja. Dalam artian hanya mengacu dengan apa yang mereka lihat disekitar tanpa mengembangkan keinginannya sendiri.
“Itulah kenapa kami melakukan studi wisata ini, supaya anak bisa membuka wawasan tentang pengenalan profesi,” Ujar Lela Nurlela, Pengelola Sekolah Alam Peradaban Cilegon, ditemui saat melakukan studi wisata ke Kampung Tegal Waru Ciampea, Bogor. Kamis, (29/09) kemarin.

Lela menjelaskan, dengan memperkenalkan kepada anak tentang manfaat tumbuh-tumbuhan alam yang ada dan memperkenalkan bagaimana cara memproduksi. Mereka bisa mendapatkan inspirasi untuk bisa mengembangkan ide dan keinginan yang mereka inginkan. Semisal menjadi pengusaha, peneliti dan banyak lainnya.

“Ya seperti sekarang ini, dengan tanaman yang ada di sini. Anak-anak bisa mendapatkan tambahan pengetahuan,” jelasnya ketika berada di lokasi tanaman herbal.

Sementara itu, Tatiek Kancaniati selaku Direktur Yayasan Kuntum mengungkapkan. Selain memperkenalkan kepada anak tetang manfaat tumbuhan dan proses dalam sebuah produksi, dirinya juga memberikan inspirasi bisnis agar mereka bisa mengetahui ide bisnis yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) paling tidak mereka bisa tau bagaimana cara proses produksi dan cara pembuatannya. Dan juga, anak-anak tidak perlu jauh-jauh harus menuju kota mana untuk mengetahuinya. Cukup denga keliling Desa Tegal Waru saja mereka bisa mendapat 6 sampai 7 item inspirasi bisnis dalam studi wisata ini.

“Alhamdulilah pihak sekolah juga cukup merespon, karea mereka juga butuh lahan seperti ini untuk melakukan praktek,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini diikuti oleh sebagian besar Murid Sekolah Peradaban Cilegon. Pengenalan materi meliputi, proses produksi kerupuk, pebuatan obat-obatan herbal, pembuatan nata de coco dan lokasi-lokasi lain yang ada di Kampung Tegal Waru.

Irbah salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, dirinya cukup senang dengan kegiatan ini, disamping memberikan banyak pengetahuan yang belum diketahui. Dirinya juga sangat tertarik dengan dunia sains.

“Senang sekali mas, saya suka sama sains dan cita-cita saya juga ingin menjadi profesor. Karena saya di rumah suka membuat yang aneh-aneh,” katanya saat diwawacaari.

Laporan Kontributor : R Maeilana.

sumber: kotahujan.com, http://www.facebook.com/kampoengwisatategalwaru

Taman Nasional Gunung Halimun Salak

September 1 2011

Di TNGHS terdapat beberapa potensi obyek wisata alam, sejarah dan aktivitas budaya masyarakat lokal yang dapat dikembangkan menjadi paket-paket kegiatan pariwisata khususnya kegiatan ekowisata, seperti :

Air Terjun (Curug)
Keindahan air terjun merupakan salah satu daya tarik yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pada umumnya air terjun terbentuk karena terjadinya patahan kulit bumi sehingga aliran air terpotong membentuk loncatan air sesuai prinsip aliran air dari ketinggian ke tempat yang lebih rendah. TNGHS mempunyai banyak air terjun, seperti :

  • Curug Cimantaja dan Curug Cipamulan, terletak di desa Cikiray, kecamatan Cikidang dan kabupaten Sukabumi
  • Curug Piit (Curug Cihanjawar), Curug Walet dan
  • Curug Cikudapaeh, terdapat di sekitar Perkebunan Teh Nirmala
  • Curug Citangkolo, terletak di desa Mekarjaya, kecamatan Kabandungan, kabupaten Sukabumi
  • Curug Ciberang dan Curug Cileungsing, terletak di sekitar kampung Leuwijamang
  • Curug Ciarnisah, terletak di sekitar kampung Cibedug Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
  • Di Gunung Salak terdapat beberapa curug diantaranya Curug Cangkuang (Cidahu); Curug Pilung (Girijaya); Curug Cibadak (Cijeruk); Curug Citiis (Ciapus); Curug Nangka (Taman Sari); Curug Ciputri (Tenjolaya); Curug Cihurang, Cirug Cigamea, Curug Ngumpet dan Curug Seribu (Pamijahan), Curug Cibereum (Jayanegara).

Puncak Gunung
TNGHS memiliki beberapa puncak gunung dengan ketinggian antara 1.700 – 2.211 m dpl. Secara resmi beberapa jalur pendakian ke puncak gunung di TNGHS belum dibuka dan ditata secara khusus. Tetapi beberapa puncak gunung dan hutan yang relatif masih lebat telah menarik didaki dan dikunjungi oleh berbagai kelompok pecinta alam, dengan memenuhi syarat pendakian : seperti membuat ijin pendakian, mempelajari peta jalur pendakian, pendakian didampingi petugas / orang yang sudah mengetahui jalur pendakian, mempersiapkan diri secara fisik dan perbekalan makanan yang cukup.

Beberapa puncak gunung yang menarik didaki :

  • Gunung Halimun Utara (1.929 m dpl.)
  • Gunung Botol (1.720 m dpl.)
  • Gunung Sanggabuana (1.919 m dpl.)
  • Gunung Kendeng Selatan (1.680 m dpl.)
  • Gunung Halimun Selatan (1758 m dpl.)
  • Gunung Puncak Salak 1 (2211 m dpl.)
  • Gunung Puncak Salak 2 (2190 m dpl.)

Di antara puncak-puncak yang umum dan menarik didaki di TNGHS adalah Puncak Gunung Salak 1 karena paling tinggi.
Adapun jalur pendakian ke puncak Gunung Salak sudah diketahui dan dirintis oleh para pendaki gunung melalui beberapa jalur masuk. Saat ini untuk mendaki Puncak Gunung Salak 1, harus dapat memenuhi persyaratan pendakian gunung dan mengurus ijin pendakian di Kantor BTNGHS di Kabandungan, Sukabumi.
Adapun jalur pendakian yang relatif aman dan umum digunakan adalah melalui jalur Javana Spa/Cangkuang, Cidahu –Simpang Kawah Ratu–Puncak Salak
1. Atau Pasir Reungit, Gunung Bunder–Kawah Ratu–Simpang Kawah/ Puncak Salak 1 – Puncak Salak 1

Kawah Ratu
Dengan dimasukannya Gunung Salak ke dalam pengelolaan TNGHS, saat ini terdapat fenomena alam yang menarik di TNGHS adalah Kawah Ratu, berada di lereng puncak Gunung Salak 1 dan di tengah hutan yang relatif masih baik. Untuk menuju tempat ini, dapat melalui jalur Cangkuang atau melalui Pasir Reungit, Gunung Bunder. Di lokasi ini pengunjung harus berhati-hati, tidak boleh lama dan terlalu dekat sumber-sumber uap panas, karena setiap saat dapat terjadi gas-gas beracun yang sangat berbahaya.

Bumi Perkemahan
Salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan di TNGHS adalah berkemah di bumi perkemahan yang sudah tersedia sumber air dan kamar mandi. Lokasinya antara lain di Cangkuang, Sukamantri dan Gunung Bunder.

Candi Cibedug
Candi Cibedug terletak sekitar 10 km sebelah Barat desa Citorek yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Situs Candi yang berukuran kecil ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan di Jawa Barat beberapa ratus tahun yang lalu. Situs ini banyak dikunjungi orang dari luar daerah untuk berziarah.

Gunung Batu dan Cadas Belang
Di dalam kawasan TNGHS juga terdapat lokasi-lokasi yang dipercayai mempunyai kekuatan spiritual, sehingga beberapa pengunjung datang untuk maksud berziarah. Seperti di Gunung Batu terdiri dari dinding batu yang terletak pada puncak bukit, sering digunakan untuk tempat penziarahan. Lokasi ini terletak di desa Mekarjaya dapat dicapai dengan jalan kaki sekitar 2 jam dari kampung Cigadog.

Stasiun Penelitian Cikaniki
Lokasinya terdapat di dalam hutan Cikaniki dekat kampung Citalahab. Saat ini Stasiun Penelitian selain dapat digunakan untuk kegiatan penelitian juga dapat digunakan untuk kunjungan ekowisata.

Jalur Interpretasi (Loop Trail) dan Homestay di Citalahab
Jalan setapak Cikaniki – Citalahab sepanjang 3,8 km dibuat pada tahun 1997, jalur ini telah dilengkapi dengan pal hekto meter (HM), papan petunjuk dan shelter. Setelah HM 15, pada jalur ini terdapat dua alternalif jalan yaitu yang langsung ke kampung Citalahab Sentral dimana terdapat homestay yang dikelola masyarakat lokal atau yang berputar ke perkebunan teh Nirmala blok Citalahab Bedeng sekitar 3,8 km. Sepanjang jalur ini dapat menikmati berbagai flora fauna menarik yang akan memberi pengalaman baru bagi pengunjung berjalan di dalam hutan tropis.

Jembatan Tajuk (Canopy Trail)
Jembatan gantung yang menghubungkan antara pepohonan sepanjang 100 m, lebar 0,6 m dengan ketinggian 20–25 m dari atas tanah dilengkapi dengan tangga naik. Jembatan ini terletak sekitar 200 m dari Stasiun Penelitian Cikaniki. Digunakan sebagai pendukung kegiatan penelitian.

Sumber Air Panas
Di TNGHS terdapat beberapa sumber air panas yang masih alami seperti di Cisukarame dan di Gunung Menir, maupun yang sudah dibuka sebagai tempat rekreasi, seperti di Gunung Salak Endah, Cisolok dan Cipanas.

Perkebunan
Perkebunan di sekitar TNGHS termasuk pemandangan alam yang menarik dan banyak dijumpai dalam perjalanan menuju kawasan TNGHS. Umumnya di wilayah kabupaten Sukabumi dan Bogor terdapat beberapa perkebunan teh yaitu perkebunan teh Jayanegara, Cianten, Pasir Madang dan Parakansalak. Bahkan jauh sebelum TNGHS ditetapkan, di tengah taman nasional juga terdapat enclave perkebunan teh Nirmala yang luasnya sekitar 997 ha.
Selain perkebunan teh saat ini disekitar TNGHS juga terdapat perkebunan kelapa sawit, seperti di Kelapa Nunggal, Cikidang, Cisolok dan juga sepanjang jalan dari Cigudeg di kabupaten Bogor menuju kota Rangkasbitung, kabupaten Lebak.
Arung Jeram dan Pantai Selatan
Perjalanan dari Sukabumi atau Cibadak menuju Pelabuhanratu dan terus ke Bayah selain menyusuri bagian tenggara atau selatan TNGHS juga akan melintasi jalur wisata arung jeram (sungai Citarik dan sungai Citatih) serta pantai selatan yang indah seperti pantai Karang Hawu, Karang Taraje dan Sawarna.

Seren Taun
Masyarakat adat kasepuhan Banten Kidul yang tinggal di sekitar TNGHS sampai saat ini masih mempunyai karakteristik budaya yang khas. Dimana setiap tahun setelah panen padi mereka mengadakan kegiatan adat yang disebut seren taun sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan dalam pertanian khususnya padi yang merupakan makanan pokok masyarakat.
Kegiatan seren taun selain untuk warga kasepuhan juga dapat disaksikan oleh masyarakat umum lainnya termasuk untuk kunjungan wisata budaya karena banyak kegiatan menarik yang dapat dilihat. Jadwal pelaksanaannya antara bulan Juni – Desember setiap tahun, tergantung perhitungan waktu masing-masing kelompok kasepuhan. Beberapa seren taun yang menarik untuk dikunjungi dan dilihat adalah seren taun di kasepuhan Ciptagelar, Sirnaresmi, Ciptamulya, Cicarucub, Cisitu, Cisungsang, Citorek dan Urug.

Kuburan Keramat dan situs-situs masa lampau
Selain situs Candi Cibedug dan Gunung Batu di TNGHS juga terdapat beberapa kuburan keramat dan situs-situs lainnya yang belum terungkap, bahkan ada yang berbentuk “batu berundak” seperti peninggalan masa-masa kerajaan dahulu. Walaupun terdapat di lokasi yang cukup sulit, sering orang berkunjung untuk berziarah seperti ke kuburan keramat di puncak Gunung Salak 1 dan ke lereng puncak Halimun Selatan.
Beberapa lokasi situs lainnya seperti situs Genterbumi di kampung Pangguyangan, situs Ciawitali di Gunung Bodas dan situs Ciarca di kecamatan Cikakak, situs Girijaya di kecamatan Cidahu, Sukabumi, situs Cibalay di kecamatan Tenjolaya, situs Batu Kipas, Lewijamang di kecamatan Sukajaya, Bogor dan situs Gunung Bedil di kecamatan Cibeber, Lebak.
Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

sumber : TNGHS

Next Page »