Curug Cilember Puncak Bogor

16 October 2014   4 views

cilember 1Bagi anda yang sudah penat dengan pekerjaan dan aktivitas rutin setiap harinya, bekerja atau hanya melakukan pekerjaan rumah, maka Curug Cilember Bogor bisa menghilangkan semua perasaan tersebut. Ada banyak tempat wisata yang memberikan penawaran yang menarik, namun menikmati pemandangan alam di curug ini bisa membuat anda merasa tenang dan nyaman. Inilah yang ditawarkan oleh tempat wisata yang satu ini.

Curug Cilember Bogor adalah salah satu tempat wisata Air terjun dari alam yang mudah ditempuh oleh banyak orang. Ada begitu banyak orang yang kurang tahu padahal jarak tempuhnya hanya sekitar dua puluh kilometer dari kota Bogor atau dari Jakarta dalam keadaan normal bisa dicapai kurang dari satu jam. Curug ini menawarkan banyak keindahan dan pemandangan yang alami karena masih terletak di wilayah yang bebas dari polusi dan keramaian kota besar seperti Jakarta. Mengingat jalan saat masuk lokasi terbilang kecil maka perjalanan yang ditempuh pun lumayan menantang.
Bunga dan tanaman seperti anggrek adalah salah satu item yang menarik bagi banyak pengunjung curug ini. Air terjun yang ada di curug ini terbilang sangat unik, karena ada tujuh air terjun yang secara berurutan yang dapat dinikmati dalam kawasan yang sama, maka tidak heran jika disebut dengan curug 7. Curug paling bawah ialah curug ke tujuh dan berurutan sampai curug satu yang letaknya paling atas. Selain itu, air yang ada di curug ini sangat jernih dan bersih. Curug Cilember, Bogor bisa jadi salah satu opsi tempat wisata yang tepat untuk melihat keindahan alam.
Rute menuju Lokasi Wisata Curug Cilember ini sebenarnya sangat mudah, yaitu di jalan raya Bogor – Puncak sebelum Pasar Cisarua atau gerbang Desa Cilember. Jika masih bingung pas sebelum pasar tanyakan saja jalan menuju lokasi objek wisata. Akses dari jalan raya ke pintu gerbang curug ini jaraknya sekitar 3 km dengan kondisi jalan cukup kecil namun masih bisa dilewati dengan kendaraan roda empat.
cilember 2
Untuk masalah penginapan, di tempat ini terdapat pondok kayu sejenis Cottage yang disediakan oleh pengelola, namun di tempat yang lain sekitar kawasan tersebut juga ada villa yang bisa disewa seperti Villa Mutiara Cilember, Villa Andre dan Villa Datuk Hakim Cilember. Jadi bagi pengunjung yang akan bermalam sekitar lokasi tidak perlu khawatir masalah akomodasi.
Alamat Curug Cilember bogor berada di Jl. Cisarua Puncak Km 10 Desa Cilember Kecamatan Cisarua Puncak, Bogor, Jawa Barat. Nomor telepon Telp: (0251) 258 890

Bisnis Wisata Jabar Bakal Lesu

23 September 2014   7 views

ciwideyJawa Barat memiliki banyak wisata alam yang bisa menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Namun kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai objek wisata itu bakal menurun.

Seperti kluster Ciwidey dengan Kawah Putih, Patuha, dan Rancaupas. Meski terkenal dan  infrastruktur sudah mulai membaik, namun masih ada jalan-jalan yang kurang lebar untuk menuju kluster Ciwidey tersebut. Ditambah kondisi macet yang masih kerap terjadi.

Kondisi-kondisi tersebut cukup mempengaruhi realisasi pendatapan dari obyek wisata yang dikelola Perhutani yang hingga Agustus 2014 baru mencapai 60 persen.

Idealnya pada semester pertama sudah mencapai 63 hingga 65 persen dari target pendapatan  wisata yang diproyeksikan sebesar Rp 43 miliar. Nilai proyeksi tersebut dari obyek wisata Jabar dan Banten sebesar Rp 40 miliar dan Rp 3 miliar dari obyek wisata Jawa Tengah.

Apalagi Kementerian Kehutanan RI kemudian mengeluarkan edaran penyesuaian tarif bagi kawasan wisata alam di Indonesia. Kebijakan yang tertuang di PP No 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kementerian Kehutanan ini, menaikkan tarif rata-rata mencapai 300 persen.

Adanya kebijakan tersebut diakui General Manager KBM Wisata dan Jasa Lingkungan I Perum Perhutani Jawa Barat, Tri Lastono, sempat menurunkan tingkat kunjungan wisata hingga 30 persen. Kebijakan tersebut membuat pengelola mau tidak mau melakukan penyesuai tarif yang pastinya dirasakan oleh pengunjung terutama wisatawan domestik.

“Kita ingin mengenalkan wisata alam agar makin banyak pula pengunjung yang datang, tapi adanya kebijakan tersebut tentu berpengaruh karena ada penyesuaian harga tiket termasuk ada multiplier effect  lainnya,?” kata Tri, di Kantor Perum Perhutani KBM Wisata dan Jasa Lingkungan I,  Bandung, belum lama ini.

Di Cianjur, bisnis pariwisata juga terancam lesu. Sebab, selain Jalur Puncak terutama dari arah Ciawi, Bogor, aksesibilitas utama menuju Kabupaten Cianjur lainnya, yakni Jalan Raya Bandung dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, kerap terjadi kemacetan.

“Aksesibilitas dari Jakarta maupun dari arah Bandung hanya bisa ditempuh melalui jalur darat, dengan roda dua atau roda empat. Tidak ada jalur kereta dan alternatif lainnya. Jelas kalau aksesbilitasnya terhambat, sektor pariwisata akan terasa dampak negatifnya karena untuk mencapai lokasi wisata tidak mudah,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Cianjur, Satyawan Hambari, di Jalan Raya Cianjur-Puncak, Senin (22/9/2014).

Penyebab kemacetan di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi dan Jalan Raya Bandung itu akibat banyaknya aktivitas pabrik yang berdiri di pinggir jalan. Sedangkan dari arah Ciawi, banyak kendaraan dari Jakarta yang berwisata di Puncak, Kabupaten Bogor terutama di akhir pekan. Namun kondisi jalur dari Ciawi tak kunjung melebar seiring bertambahnya volume kendaraan.

Dikatakan Satyawan, sekitar 70 persen perekonomian di Kabupaten Cianjur masih bertopang dari pariwisata dan agrobisnis. Sementara Kabupaten Cianjur mengandalkan wisatawan dari Bandung dan Jakarta. Itu mengapa bukan tak mungkin kemiskinan menghantui warga lantaran dikepung macet dari berbagai arah.

(tribunnews)

23 September 2014   5 views

gn padangBagi Anda yang suka dengan wisata sejarah atau kebudayaan, mungkin nama situs Gunung Padang bisa dicatat dalam buku rencana perjalanan Anda. Sebab, situs megalitikum itu kini ramai diperbincangkan. Baik dari sisi misteri sampai dengan berbagai interpretasi dan hipotesa tentang Gunung Padang. Salah satunya bahwa ada ‘piramida’ di dalam tubuh bukit Gunung Padang.

Situs Gunung Padang berada di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ada 2 moda transportasi yang bisa ditempuh menuju situs yang berada di puncak bukit dengan ketinggian 885 meter di atas permukaan laut.

Moda pertama mobil atau kendaraan pribadi Mungkin bisa mobil atau minibus atau dengan sepeda motor. Tentu jika dari Jakarta Anda bisa mengambil jalur menuju Puncak Bogor atau jalur alternatif Jonggol. Keduanya sama, harus menuju Cianjur Kota. Dari sini jarak ke Gunung Padang sekitar 45 kilometer. Jika dari Bandung, Anda juga tentunya harus sampai di Kota Cianjur dulu.

Dari Kota Cianjur, para pelancong dapat mengambil arah menuju Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi ini Anda dapat memilih 2 rute menuju Gunung Padang, jalur Pal Dua dan Tegal Sereh.

Jika dari jalur Pal Dua, maka para wisatawan harus ke Desa Warungkondang. Dari desa ini Anda berbelok ke kanan, lalu ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan berakhir di Dusun Gunung Padang.

Lalu kalau jalur Tegal Sereh, maka Anda mesti ke Desa Sukaraja kemudian belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir Dusun Gunung Padang.

Kedua jalur yang ditempuh akan sedikit menanjak dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Khususnya jalur Pal Dua, di mana hampir sebagian di awal-awal perjalanan, jalan banyak bergelombang dan berlubang, bahkan rusak.

Sampai di Gunung Padang, Anda akan menemukan gapura atau gerbang menuju lokasi wisata situs Gunung Padang. Jika hari biasa kendaraan pribadi bisa langsung masuk dengan jalan yang cukup menanjak untuk tiba di kaki bukit. Namun, jika hari libur nasional atau akhir pekan, kendaraan pribadi biasanya harus diparkir di pintu gerbang ini. Dan Anda harus melanjutkan perjalanan ke kaki bukit, bisa dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek motor seharga Rp 5 ribu.

Moda Transportasi Umum

Untuk transportasi umum para pengunjung bisa menggunakan bus atau kereta api. Sementara untuk bus rutenya sama dengan kendaraan pribadi. Tapi yang pasti, Anda tentunya harus mengambil bus dengan jurusan yang melewati Kota Cianjur, terutama Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari sana Anda kemudian dilanjutkan menggunakan angkutan kota (angkot).

Misalnya dari Warungkondang, Anda bisa menempuh dengan angkot seharga Rp 3 ribu per orang. Lalu turun di Cipanggulan dan menyambung lagi untuk bisa sampai Gunung Padang. Bisa dengan menyarter angkot dengan harga yang harus dinegosiasi lebih dulu. Atau dengan jasa ojek motor dengan tarif minimal Rp 50 ribu.

Jika menggunakan kereta api dan dari Jakarta. Anda tentunya harus berangkat dari Stasiun Bogor sebagai stasiun awal. Sebab, sejak 8 Februari 2014, PT Kereta Api Indonesia sudah meresmikan rute perjalanan Bogor-Sukabumi-Cianjur.

Namun, Anda tentu harus mengecek perjalanan kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sebab, jadwal keberangkatan kereta api rute ini hanya di jam-jam tertentu saja. Tidak seperti jadwal rute perjalanan kereta Bogor-Jakarta yang hampir 15 menit sekali.

Di Stasiun Bogor, Anda pilih Kereta Api Pangrango menuju Sukabumi. Tarif tiket KA Pangrango sekali perjalanan Rp 20 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 50 ribu untuk kelas eksekutif. Di sini Anda harus transit lalu berganti ke KA Siliwanggi dengan tarif Rp 20 ribu kelas ekonomi dan kelas eksekutif Rp 35 ribu.

Untuk menuju Gunung Padang, para pelancong harus turun di Stasiun Lampegan yang keberadaannya hanya 1 stasiun sebelum Stasiun Cianjur. Dari Stasiun Lampegan, jarak ke Gunung Padang masih kurang lebih 7 km lagi dan harus melanjutkan perjalanan dengan ojek.

Sampai di kaki bukit Gunung Padang, semua perjalanan para pengunjung kini dilakukan dengan melangkah. Tentu para wisatawan harus membeli tiket untuk bisa masuk ke situs yang kini telah menjadi cagar budaya tersebut. Harga tiket masuknya Rp 2 ribu per orang untuk wisatawan dalam negeri dan Rp 5 ribu untuk turis asing.

Dari loket tiket, pengunjung masuk melalui 1 pintu. Di mana sudah terlihat adanya 2 jalur dengan bentuk susunan anak tangga. Jalur di sebelah kanan setelah pintu masuk adalah jalur yang cukup landai dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke puncak bukit, tempat situs Gunung Padang berada. Sedangkan jalur yang satu lagi adalah jalur yang cukup terjal. Melalui jalur ini, pelancong hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit guna tiba di puncak.

Selanjutnya, Anda tinggal menikmati wisata di Situs Gunung Padang. Sebab, selain menghamparkan benda-benda cagar budaya peninggalan sejarah yang konon adalah sudah ada sejak tahun 500 sebelum Masehi, Anda juga dapat menikmati pemandangan dari puncak bukit. Di mana mata Anda akan disajikan pemandangan berupa lembah, perbukitan, pegunungan, dan gunung yang mengitari bukit Gunung Padang ini. Selamat menikmati wisata sejarah Anda.

(liputan 6)

UKM Tegalwaru Menjadi Inpirasi Materi Kuliah Kewirausahaan UNINDRA

10 June 2012   8 views

Salah satu kegiatan di KWBT

Seratus lebih Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dan 2 orang dosen, menjambangi Desa Tegalwaru dengan menggunakan bus besar. Tepat pukul 09.00 sampai jalan raya Ciampea tepatnya di depan jembatan Ciampea sebagai pintu masuk ke Desa Tegalwaru.

Dua buah odong-odong yang berasesoris meriah dan 1 mobil bak terbuka menyambut kedatangan para mahasiswa ini. Satu persatu secara bergantian dengan semangat dan wajah-wajah ceria para mahasiswa ini menaiki mobil tersebut. Maklum orang Jakarta odong-odong jarang didapat.

Pembukaan acarapun cukup meriah, Kepala Desa Pak Djuanda, anggota legislatif dari Jawa Barat Pak Lalu Suryade dan Motivator “Spirit of Succes in Live” Ustadz Herman Budianto memeriahkan acara pembukaan tersebut. Sambutan dari pengegagas dan sekaligus Owner Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru mengarahkan agar para Mahasiswa selama mengikuti pelatihan bukan hanya saja memahami proses suatu produksi tapi lebih dari itu, para Mahsiswa juga dapat mengasah jiwa Social Entreprenuer Leader yang pada akhirnya nanti dapat di aplikasikan di wilayah atau disekitar rumahnya dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Begitupun dengan harapan yang disampaikan oleh Bapak Camat dalam sambutanya, beliau berharap para Mahaiswa dapat menggali sebaik-baiknya potensi yang ada di Desa Tegalwaru ini karena kedepan Tegalwaru memang dirancang sebagai sentral wisata bisnis, dan saat ini sudah berdiri beberapa sentral bisnis, tempat peristirahatan dan aneka sarana hiburan yang lainnya. Sehingga diharapkan kedepan para pengunjung yang akan datang dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada dan tentunya mendapatkan banyak jaringan bisnis yang dapat di sinergiskan oleh para pengunjung.

Melihat potensi Tegalwaru dan daerah Kabupaten Bogor ini, Pak Lalu Suryade sebagai Anggota legislatif dari Jawa Barat, mendukung penuh semua proses pemberdayaan yang ada dan pemberdayaan dalam bidang ekonomi pada khususnya, karena anggka kemiskinan yang harus diturunkan serta target kemandirian yang dicapai harus segera diwujudkan.

Usai pembukaan dan pembekalan Motivasi Social Entreprenur yang disampaikan oleh ustadz Herman Budianto, para Mahasiwa di bagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti serangkaian pelatihan bisnis yang terdiri dari usaha nata de coco, peternakan, budidaya tanaman herbal dan pengolahanya, budidaya jamur tiram dan praktek keterampilan handycraft dari terigu dan daur ulang kertas.

Wajah-wajah tanpa lelah menghiasi keseharian mereka di Desa Tegalwaru dan menjelang sore hari acara di tutup dengan memberikan santunan berupa makanan dan peralatan tulis untuk anak-anak yatim di desa Tegalwaru. Semoga memberikan keberkahan dan tentunya melahirkan para leader-leader yang tangguh dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat..aamiin..

MENGENAL WISATA ALAM PANGJUGJUGAN DI CILEMBU – SUMEDANG

21 May 2012   25 views

icon wisaya alam Pajugjugan

“Desa Wisata Alam Pangjugjugan adalah tempat bagi pengunjungnya untuk bisa bercengkrama dengan alam, bisa mendengar desau cemara, merasakan gemericik air dan gemulai ikan seraya melihat elang terbang dengan gagahnya di udara”, itu sepenggal kalimat yang ada di brosurnya, tapi memang kenyataannya seperti itu. Pertama masuk ke sana disapa dengan sopan oleh satpam dan penjaga tiket dengan sopan dengan logat sumedang  “Maaf pak beli tiket masuk dulu di sini, satu orang 5.000 parkir motornya  1.000”. Harga yang cukup murah memang untuk kantong masyarakat menengah ke bawah.

Setelah masuk anda akan ditunjukkan ke tempat parkir yang sangat luas serta pemandangan alam. Permainan cukup lengkap, cukup bayar  5.000 bisa mendapat  fasilitasnya playground, arena bermain anak, lesehan, terapi ikan, batu refleksi, curug, lapangan futsal, yang bayar kolam renang, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan.

Selain wisata alam ternyata ada ekowisata, bisa keliling kebun, peternakan ungas, kelinci, kambing, sapi perah dan sapi potong. Ada juga sekolah alam, outbond, pelatihan,  bahkan pemancingan juga ada. Untuk ekowisata tidak bayar lagi. “Kalau musim panen biasanya pengunjung memetik sendiri,  nanti dihitung sesuai hasil petiknya saja” kata ibu Desy Idayanti  staff HRD. “Di sini tempat yang paling murah, kumplit segala ada, mau acara apapun disini cocok, tempat wisata ini bisa jadi miniaturnya kumpulan tempat wisata lainnya.” ungkapnya pula.

Encep dan Temannya

Menurut Encep satu pengunjung dari kalangan anak muda yang kebetulan  sedang mencoba terapi ikan beserta kedua temannya  “Harga murah sesuai dengan kantong masyarakat menengah ke bawah tapi fasilitas sudah seperti tepat wisata yang harganya tinggi dan tempat masih alami serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti mushola, MCK, tempat lesehan bersih-bersih” katanya.

Pak Yayan beserta keluarga

Adapun pengunjung yang membawa keluarganya ke tempat ini seperti Pak Yayan datang ke Pangjugjugan merasa penasaran dengan harganya yang  murah, setelah beristirahat keliling Pangjugjugan dia istirahat dulu sambil makan di bawah sejuknya udara Cilembu, Pak Yayan berteduh di tempat LESEHAN yang berbentuk saung,  banyak sekali tempat lesehan yang bisa di pakai disini. Setelah habis makan pak Yayan beserta keluarga mencoba terapi ikan, puas dengan terapi ikan pak yayan dan keluarga main di tempat Arena Bermain, bahkan pak Yayan sendiri mencoba bermain egrang. “Saya memanfaatkan liburan panjang untuk mengajak keluarga ke sini, katanya bagus-bagus di sini, saya juga merasa puas dengan informasi yang diberikan saudara-saudara saya yang pernah datang ke sini” ungkap pak Yayan.

Pengunjung/Erni

 Tak ada gading yang tak retak, kritikan maupun saran pasti akan diterima sebagai masukan untuk pengelola Taman Wisata Pangjugjugan, bahkan Ibu Desy sendiri menerima masukan  untuk kemajuan tempat ini, seperti ungkapan seorang pengunjung yang berbagi cerita ke Bobaronline “Tempat sudah Oke, permainan banyak, hanya kalau bisa dibuat sungai kecil yang mengalir supaya kesannya tidak gersang. Permainan di sini banyak yang gratis, cukup bayar 5.000 bisa menikmati permainan” kata Erni dari Jatinagor

Tempat Wisata di Bandung dan Sekitarnya

24 March 2012   7 views

Gedung Sate, Bandung (foto wisatanesia.com)

Bandung dikenal sebagai kota kembang, dikenal juga sebagai kota Varis Van Java. Bandung dikenal dengan banyak Factory Outlet, tempat yang terkenal dengan Factory outletnya adalah Daerah Dago dan Cihampelas, makanan khas dan bermacam-macam kuliner lainnya seperti brownis amanda, keripik ma icih, keripik karuhun dan banyak lagi yang lainnya. Juga Bandung dikenal dengan tempat wisatanya, tempat terkenal seperti Gedung Sate dengan Gasibunya, Tangkuban Parahu, Kawah Putih, Lembang, Maribaya dan lain sebagainya. Di bawah ini kami sertakan tempat-tempat wisata yang ada di Bandung.

Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

  •     Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
  •     Museum Geologi – Jl Diponegoro
  •     Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
  •     Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
  •     Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
  •     Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
  •     Taman Ganesha – Jl. Ganesha
  •     Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
  •     Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
  •     Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
  •     Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
  •     Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
  •     Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
  •     Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
  •     Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
  •     Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
  •     Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
  •     Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
  •     Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
  •     Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
  •     Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
  •     Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
  •     Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
  •     Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
  •     Taman Tegalega – Astana Anyar

Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:

  •     Taman Budaya Dago – Dago
  •     Curug Dago – Dago
  •     Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
  •     Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
  •     Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
  •     Arena Pemancingan Bonita – Lembang
  •     Teropong Bintang Bosscha – Lembang
  •     Wisata Lembang – Bandung
  •     Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
  •     Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
  •     Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
  •     Situ Lembang – Lembang
  •     Bumi Perkemahan Cikole
  •     Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
  •     Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Panas Ciater
  •     Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
  •     Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
  •     Taman Bunga Parongpong
  •     Kebun Strawbery Parongpong
  •     Curug Cimahi – Cisarua

Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:

  •     Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
  •     Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
  •     Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
  •     Jalan Mendaki ke Kawah Putih
  •     Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
  •     Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
  •     Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
  •     Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
  •     Kolam Renang Air Panas Cimanggu
  •     Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
  •     Telaga/Situ Patengan Ciwidey
  •     Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
  •     Perkebunan Sayur – Pangalengan
  •     Situ Cipanunjang – Pangalengan
  •     Situ Cileunca – Pangalengan
  •     Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat

Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:

  •     Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
  •     Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
  •     Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
  •     Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
  •     Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
  •     Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
  •     Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
  •     Waduk Ciburuy – Padalarang
  •     Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
  •     Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
  •     Gua Pawon – Jawa Barat
  •     Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
  •     Arung Jeram Citarum

Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:

  •     Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
  •     Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
  •     Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
  •     Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
  •     Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
  •     Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
  •     Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
  •     Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan

Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:

  •     Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
  •     Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
  •     Situ Bagendit – Garut
  •     Kawah Kamojang – Majalaya
  •     Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
  •     Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
  •     Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
  •     Goa Donan – Pangandaran
  •     Pantai Karang Nini – Pangandaran
  •     Pantai Timur Pangandaran
  •     Pantai Barat Pangandaran
  •     Cagar Alam Pananjung Pangandaran
  •     Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
  •     Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
  •     Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
  •     Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
  •     Pondok Halimun – Sukabumi
  •     Curug Cibereum – Sukabumi
  •     Curug Pareang – Sukabumi
  •     Situ Gunung – Sukabumi
  •     Curug Cikaso – Sukabumi
  •     Air Panas Cisolok – Cipanas
  •     Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat

sumber : ayowisata.wordpress.com

Situs Purbakala di Bogor Belum Tergali Optimal

16 February 2012   2 views

Sekitar 120 situs peninggalan sejarah dan prasejarah (purbakala) yang ada di Kabupaten Bogor belum tergali secara optimal sebagai wisata budaya. Akibatnya, keberadaannya kurang terkenal dan membanggakan padahal nilainya sangat berharga dan sangat dihargai di negara lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor, Rudy Gunawan di sela-sela Bebersih dan Sarasehan yang digelar di Situs Megalitikum Cibalay atau yang lebih dikenal sebagai Situs Salaka (Arca) Domas Tenjolaya, Kampung Cibalay, Desa Tapos 1, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu (29/1).

Menurut dia, 120 situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor itu letaknya tersebar di sejumlah kecamatan yang ada, seperti Cibungbulang, Tenjolaya, Cariu, dan Cigombong.

Diakui Rudy, ke-120 situs yang sangat berharga itu sampai sekarang belum bisa dikelola dengan baik sehingga belum bisa menjadi wisata budaya. “Bisa dilihat dan dirasakan sendiri, akses jalan menuju lokasi situs itu kebanyakan sangat buruk sehingga agak sulit dijangkau oleh wisatawan,” kata Rudy.

Hal itu pula yang menyebabkan situs berharga yang menjadi incaran penelitian orang luar negeri dan peneliti budaya/sejarah kita belum menjadi kebanggaan.

Dikatakan Rudy, tahun ini misalnya, pihaknya baru bisa fokus pada peningkatan kegiatan pemeliharaan situs. Meski tidak disebutkan secara jelas anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini. “Yang penting fokus kita sekarang adalah memberi identitas pada sejumlah situs, termasuk papan penunjuk supaya lebih dikenal,” katanya.

Wakil Bupati Bogor, Karyawan Fathurahman yang hadir dalam kegiatan menjanjikan akan memperbaiki sedikit demi sedikit akses jalan menuju lokasi situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kebutuhan utama untuk situs-situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor lebih pada akses jalan yang baik menuju lokasi. Oleh karena itu, kota akan masukkan ini ke dalam APBD kita sehingga lokasi situs yang banyak di Kabupaten Bogor bisa menjadi wisata budaya,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pelestarian Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, Zakaria Kasimin mengatakan pelestarian dan pameliharaan situs seharusnya tidak mengandalkan BP3.

“Pemerintah daerah harusnya juga mmberikan perhatian, jangan tergantung dan menunggu kita,” kata Zakaria.

Khusus untuk Situs Cibalay ini, dikatakan Zakaria cukup terawat karena berada di kawasan hutan lindung. Potensi yang besar ini, lanjut dia seharusnya bisa menjadi kawasan wisata budaya dan bukan hanya menjadi tumpukan batu semata.

Situs ini sendiri ditemukan sejak tahun 1989 lalu dan sampai saat ini belum ada penelitian yang optimal terkait keberadaan situs yang kemungkinan masih berhubungan dengan Situs Gunung Padang di Cianjur.

Akibatnya, dari sekitar luas kawasan yang diperkirakan mencapai tiga hingga lima hektare ini baru sekitar 1/2 hektare yang bisa digali dan terpelihara. “Diperkirakan masih banyak peninggalan zaman Megalitikum di sini yang belum tergali karena masih terkubur,” ucap Zakaria.

Kondisi situs memang masih terawat dan dalam kondisi baik. Hanya saja, akses jalan menuju lokasi sangat buruk. Meski diakui warga sekitar ada banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mendatangi situs tersebut, saat musim hujan, akses jalan sangat sulit dilalui. Pengunjung hanya bisa memarkir kendaraannya sekitar 2 kilometer dari lokasi situs.

Kondisi jalannya pun sangat buruk, sebagian dari susunan batu, sebagian lagi jalan setapak mirip pematang sawah. Saat musim kemarau, trek yang naik turun tidak begitu masalah bagi pengunjung. Namun, saat musim hujan, trek menjadi becek, licin dan berbahaya, nyaris tidak bisa dilalui.

Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa situs yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, seperti Ciaruteun, Pasir Angin dan lain-lain. Padahal, peninggalan purbakala ini merupakan kekayaan yang sangat berharga dan harus dikenal oleh generasi di masa sekarang dan masa depan.

sumber : Pikiran Rakyat, Bogor Barat Online

TEMPAT WISATA DI BOGOR : Bunga Bangkai di KEBUN RAYA Mekar

3 December 2011   2 views

Bogor Barat Online: Bunga bangkai Amorphophalus titanum koleksi Kebun Raya Bogor kembali mekar pada Selasa (29/11) malam. Bunga bangkai ini merupakan bunga ketiga dari lima umbi yang ditanam di Kebun Raya Bogor sejak tahun 2009 lalu.

Peneliti bunga bangkai, yang juga Kepala Subbidang Seleksi dan Pembibitan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Rabu (30/11) mengatakan bunga bangkai yang telah mekar sempurna pada Selasa (29/11) sekitar pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB ini mempunyai tinggi 202 sentimeter.

“Bunga ini akan mekar selama seminggu ke depan sebelum kembali memasuki fase umbi,” kata Yuzammi.

Bunga bangkai yang mekar ini merupakan hasil eksplorasi Tatang Daradjat pada Oktober 2009 lalu. Saat itu, Tatang membawa beberapa umbi dan lima di antaranya ditanam di Vak IV C. Dari lima umbi yang ditanam ini, sudah ada tiga umbi yang berbunga. Masing-masing berbunga pada 8 Januari 2010 , 3 Juli 2011 dan terakhir 29 November ini.

Bunga bangkai ini, lanjut Yuzammi berasal dari Sungai Air Payang, Desa Bantunan, Kec. Fahar Bulan, Kab. Lahat, Sumatera Selatan.

Di Indonesia, kata Yuzammi ada 25 jenis. Sebanyak 18 di antaranya merupakan jenis endemik atau hanya bisa hidup di habitat aslinya. Penyebaran jenis bunga bangkai di Indonesia meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Bunga yang masuk dalam suku Araceae (talas-talasan) ini pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1920.

Pemantauan “PRLM” di Kebun Raya Bogor, ratusan pengunjung antusias menyaksikan bunga yang tidak selalu mekar sepanjang tahun ini. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan rombongan dari luar kota yang tengah mengadakan kegiatan di Bogor.

“Tadi pagi ada acara di Sentul. Sekalian di Bogor lihat ke Kebun Raya. Di tempat saya, enggak ada bunga kayak gini. Langka buat kami. Makanya beruntung pas ke sini pas mekar,” kata salah seorang pengunjung dari Sumedang, Euis.

Bunga yang hanya berbunga 3-4 tahun sekali itu menjadi perhatian khusus pengunjung Kebun Raya. Meski lokasinya berada di lereng dan agak sulit mendakinya karena licin, para pengunjung tetap berusaha naik agar bisa berpose dengan latar bunga bangkai dari jarak dekat. (A-155/A-26).***

sumber : pikiran-rakyat.com

POLDA Seluruh Indonesia Belajar Nata De Coco

31 October 2011   1 views

Ciampea(27/10), Desa tegalwaru tak seperti biasanya, puluhan mobil dan bis besar yang di naiki oleh para perwakilan  Polisi daerah (Polda) seluruh indonesia ini mendatangi desa tegalwaru yang di kawal oleh petugas keamanan desa tegalwaru.

Kehadiran lebih dari 30 polisi ini bertujuan untuk melakukan studi banding produk agroindustri di usaha peternakan dan produksi nata de coco yang berada di desa tegalwaru melalui program kampoeng wisata bisnis tegalwaru yang digagas oleh Tatiek Kancaniati.

Sebelumnya para polisi dari berbagai daerah ini sudah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselengarakan setiap tahunya oleh Yayasan BRATA BHAKTI POLRI, dengan tujuan memberikan bekal bagi para polisi daerah yang akan pensiun agar pasca pensiun nanti mereka mendapat bekalan ilmu bisnis dan dapat memlih bisnis yang pas sesuai dengan sumberdaya yang ada dan memiliki prospek pasar yang bagus.

Dalam sesi pelatihan Nata de coco yang di pimpin oleh Tatiek Kancaniati (lulusan Fateta IPB) dan Praja (lulusan TIN IPB), memberikan gambaran tentang pemanfatan limbah kelapa melalui proses fermentasi dengan bakteri acetobacter xylinum dan khasiat nata de coco yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan.

Peserta pun terlihat sangat antusias di karenakan didaerah masing-masing ketersediaan air kelapa cukup bagus, seperti yang diungkapkan oleh David Mami (peserta yang berasal dari polda Papua) mengatakan “saya sangat berminat bisnis nata de coco selain mudah proses pembuatannya dan makanan yang menyehatkan untuk diet”. Selain itu Guntur peserta dari Aceh juga berharap  “Pelatihan ini nantinya bisa diterapkan di daerahnya dan mengucapkan terima kasih yang telah memberikan kesempatan belajar di Kampoeng Wista Bisnis di Tegalwaru melalui pelatihan nata de coco”.

Peserta selain diberikan teori tentang proses pembuatan nata de coco, merekapun diajak untuk melihat ke lapangan bagaimana proses sebuah home industri Nata de Coco dan setelah itu para peserta dengan puasnya menikmati hidangan nata de coco yang sudah disediakan panitia.

—-
Tatiek Kancaniati
Public Relations
0813 82433 432

KAMPOENG WISATA BISNIS TEGALWARU

14 October 2011   28 views

Tour Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru

Tidak seperti  tempat wisata pada umumnya, Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (KWBT) merupakan tempat wisata yang sangat unik, keunikannya bukan hanya sekedar kental akan nuansa pedesaanya, tapi di KWBT ini para wisatawan dapat belajar dan melihat langsung proses produksi dari sebuah usaha berbasis Home industry.
Nama Tegalwaru berasal dari sebuah nama sebuah desa  yang berada di kecamatan Ciampea  Kabupaten Bogor. Desa ini  terkenal sebagai lumbung berbagai  produksi pertanian serta wirausaha. Kehadiran Yayasan KUNTUM Indonesia (YKI) yang didirikan oleh Tatiek Kancaniati seorang Social entrepreneur Leader mampu mengangkat sector usaha kecil menengah (UKM) dengan memberikan bantuan pemodalan dan pendampingan usaha selama 3 tahun, selain itu memunculkan UKM dengan produk-produk baru hasil dari pengembangan modal social yang ada. Dari hasil pendampingan yang telah dilakukan lebih dari 3 tahun ini YKI membentuk KWBT melalui Kuntum Organizer merancang program wisata bisnis jadi bagi masyarakat yang ingin mengasah jiwa wirausahanya atau ingin mendapatkan inspirasi bisnis tempat KWBT adalah tempat yang pas untuk mendapatkan inspirasi tersebut.

Inspirasi Bisnis
Desa yang memiliki 6 RW dan 38 RT dengan jumlah penduduk lebih 12.123 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan wirausaha. Secara monografi Desa Tegal Waru terdiri dari 6 RW dan 38 RT, dan masing-masing RW memiliki spesifikasi usaha masyarakat. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan di RW 01 beberapa warga memilih alternatif pencaharian keluarganya sebagai pengarajin anyaman bambu dan bilik. RW 02 terdapat pengrajin pandai besi dan pesanan golok ukir. RW 03 karena wilayahnya yang masih luas oleh lahan pertanian, menjadikan warga RW 03 ini menggarap lahan mereka dengan tanaman obat, buah dan tanaman hias.
Beranjak dari RW 03, kita dapat melihat di RW 04 berbagai industri pembuatan selai kelapa dan pembiakan ikan patin. Dari limbah indusri selai kelapa, berpotensi melahirkan aneka usaha seperti briket arang, nata de coco dan hiasan/aksesoris.

Tak kalah di RW 05 pun terdapat industri rumahan berupa pengolahan kecap, cuka, saus dan minuman orson, walau mengunakan media produksi yang sangat sederhana telah memberikan income keluarga yang cukup menjanjikan. Kemudian terakhir di RW 06 masyarakat dominan sebagai pedagang dan tukang bangunan tapi di beberapa area terdapat budidaya tanaman DAS yang telah cukup diakui banyak pihak.

Tour KWBT
Dari berbagai jenis usaha berbasis UKM diatas, para wisatawan akan di perlihatkan berbagai proses produksi dari suatu produk yang dipilih, seperti rombongan wisatawan dari perumahan Darmaga cantik dan Griya melati saat libur sekolah kemarin, anak-anak selain diperlihatkan proses membuat adonan kerupuk, anak-anakpun diberi kesempatan untuk mencoba mencetak kerupuknya. Begitu juga dengan kunjungan ke Tanaman Obat, ibu Sutinah  sang pemandu mengajak para anak-anak untuk berkeliling di kebun tanaman obat yang luasnya hampir 1/5 hektar. Dengan seksama anak-anak mengamati satu demi satu tanaman obat serta khasiat yang terkandung dalam tanaman tersebut.

Setelah selesai keliling kebun anak-anak diminta untuk memetik bunga rosella dan langsung dipraktekan cara membuat sirup serta permen dari buah rosella. Nampak wajah-wajah penuh antusias dan semangat terpancar dari wajah mereka. Apalagi setelah sirup jadi mereka dapat langsung menikmati sirup dari buah Rosella tersebut. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke UKM – UKM yang lain.

Outbond On The Road
Mengasah fisik dengan berbagai sarana permainan tradisonal akan dihadirkan di KWBT ini, permainan langka yang nyaris jarang di mainkan seperti: main gelasin, gobak sodor, enggrang, main petak umpet dan permainan tradisional lainya akan menyemarakan wisata kampoeng ini. Selain itu anak-anak dapat merasakan mandi di air sungai yang jernih, memancing dan menagkap ikan di kolam, setelah itu bisa menyantap hasil ikan bakar dari hasil tangkapan ikan tersebut.

Kesenian Sunda
Suasana pedesaan yang asri akan semakin terasa dengan penampilan kesenian sunda berupa music kecapi dan pertunjukan golek si cepot, salah satu UKM yang sehari-harinya membuat Golek ini akan mempertunjukan cerita golek yang sangat mengasikan, selain itu anak-anakpun dapat berfoto bersama si cepot.

Banyak hal yang akan anda dapatkan jika berkunjung ke KWBT ini, selain nuasa pedesaan yang memberikan angin segar dari kepenatan suasana kota, andapun pulang dari KWBT akan mendapatkan jaringan dan inspirasi bisnis yang bisa anda terapkan dirumah anda sendiri. Mangga..Wilujeng Sumping di Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (Tk)

Informasi KWBT :
Facebook : Kampoeng WisataBisnis tegalwaru
Contak       : Tatiek 081382433432

Klik di sini untuk melihat gallery foto

 

Next Page »

Masukkan 468x60e1 kode banner di sini
Masukkan 468x60e2 kode banner di sini