INFORMASI TRANSPORTASI KE GRIYA SALAK ENDAH 2

March 6 2012 oleh  
Kategori Bogor Barat Terkini, Griya Salak Endah

Angutan Kota (Angkot) Tumaritis

Griya Salak Endah 2 berada di wilayah Bogor Barat, untuk mencapai ke perumahan Griya Salak Endah 2 ini bisa di lalui oleh kendaraan umum ataupun pribadi. Adapun route yang kami tahu adalah sebagai berikut:

Untuk kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Dari arah Jakarta Timur langsung melalui jalur jalan raya Jakarta-Bogor. Dari perempatan Jalan Baru belok kanan melalui jalan baru, dari jalan baru masuk ke jalan Yasmin, dari jalan yasmin lurus ke arah bubulak (terminal bubulak), dari arah terminal bubulak ambil jalur ke Ciampea/Leuwiliang, sesudah lewat kampus IPB Dramaga ada 3 pertigaan, pertigaan Cihideung Proyek, pertigaan Babengket, pertigaan Jembatan Cinangneng. Dari pertigaan jembatan Cinangneng belok ke kiri (arah Gunung Salak). Dari pertigaan jembatan Cinangneng sekitar 2 KM ada belokan ke kanan (Gerbang Griya Salak Endah 2) bisa di tanyakan ke penduduk sekitar.

Untuk pengguna jasa angukutan umum Bis, anda bisa turun di terminal Bis Baranang Siang Bogor. dari situ anda naik kendaraan (angkutan Kota) jurusan Terminal Bis – Bubulak dengan trayek nomor 03, tapi anda harus tanyakan dulu Laladon apa bubulak. Kalau bubulak sebaiknya anda jangan naik karena tujuannya ke terminal laladon (Angkot 03 trayek resmi Terminal Bis – Bubulak, tapi trayek ini juga resmi ke Laladon, hanya tidak tercantum Terminal Bis – Laladon). Dari laladon anda naik mobil dengan tulisan TUMARITIS, turun di Gerbang Griya Salak Endah 2 (Tanyakan ke supirnya turun di Perumahan Griya Salak Endah 2)

Untuk pengguna jasa transportasi Kerata Api (KRL) dari stasiun kerata api anda jalan kaki sekitar 200 meter menuju PLN atau Sinar Matahari Dep Store. Dari situ anda naik yang ke arah Laladon (Trayek sama yaitu nomor 03). Dari laladon anda naik mobil dengan tulisan TUMARITIS, turun di Gerbang Griya Salak Endah 2 (Tanyakan ke supirnya turun di Perumahan Griya Salak Endah 2)

Informasi Tarif angkutan (sementara sebelum kenaikan):

  • Terminal Bis Baranang Siang – Laladon  Rp. 3.000,-
  • Stasiun Kereta Api – Laladon Rp. 2.000,-
  • Tumaritis sampai ke gerbang GSE2 Rp. 4.000,- s.d 5.000,- (Tarif resmi Rp. 4.000,- tapi kadang supir meminta lagi jadi Rp. 5.000,-)

Untuk sementara informasi ini yang kami berikan, jika belum lengkap silahkan tambahkan di komentar.

Kota Bogor Kekurangan Belasan Mesin Perekam Identitas untuk Pembuatan e-KTP

March 2 2012 oleh  
Kategori Bogor Barat Terkini, Pemerintah

Ilustrasi E-KTP. (pikiran-rakyat.com)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor masih kekurangan belasan mesin perekam identitas penduduk untuk keperluan pembuatan electronic KTP di Kota Bogor. Dikhawatirkan kekurangan mesin ini akan menghambat proses pembuatan e-KTP yang mulai dicanangkan pada Kamis (1/3) di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kabid Informasi dan Dokumentasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Estiningsih menuturkan, saat ini Pemkot Bogor baru memiliki 12 unit mesin perekam identitas untuk melayani sekitar 700 ribu warga wajib KTP. “Idealnya kita butuh sekitar 22 mesin untuk melayani sekitar 700 ribu warga yang secara serentak akan melakukan perekaman identitas mulai Maret ini,” kata Esti.

Dikhawatirkan, kekurangan mesin perekam identitas akan mempengaruhi target Pemkot Bogor dalam menyelesaikan proses perekaman data sebanyak 700 ribu warga hingga 30 September nanti, dengan catatan ada penambahan mesin perekam identitas. Jika tidak, dikhawatirkan proses pelaksanaan e-KTP akan molor.

Terkait kekurangan mesin itu, lanjut Esti, pihaknya sedang mengupayakan pengadaan mesin perekam yang dananya berasal dari APBD 2012. Program e-KTP sendiri dimulai di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Bogor Timur. Sejauh ini, dikatakan Esti pihaknya belum menemukan warga yang memiliki KTP ganda.

Proses perekaman data untuk wilayah Bogor Timur sendiri diharapkan dapat selesai dalam kurun waktu dua bulan. Setelah itu petugas akan berpindah ke wilayah lain di Kota Bogor hingga selesai di enam kecamatan yanag ada di Kota Bogor pada akhir September nanti.

Selain di Kelurahan Sindangsari, proses perekaman data penduduk juga dilakukan serentak di Kelurahan Tajur, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, dan Kelurahan Baranangsiang. “Sebagai awal semua di wilayah Bogor Timur,” tambahnya.
sumber : pikiran-rakyat.com

WARGA PERUMAHAN GRIYA SALAK ENDAH 2 LAKSANAKAN PEMILIHAN RT

Seluruh warga perumahan Griya Salak Endah 2 berbondong-bondong datang ke tempat pemilihan suara yang bertempat di jalan Blok D2-D3. Meskipun rintik hujan tapi tidak  mematahkan semangat warga GSE2 untuk mengadakan pemilihan RT tersebut.

Adapun calon dari tiap-tiap blok.Dari blok A Bapak Anwar, dari blok B Bapak Andri, dari blok C Bapak Anas, dari blok D Bapak Yadi. Selain warga yang hadir turut datang juga Kepala Desa Cinangka, Ketua DPD,  ketua RW 05, keamanan Kompleks Griya Salak Endah 2 dan pihak developer Gemilang Property. Menurut panitia, untuk terlaksana acara ini dana dihimpun dari warga GSE2 serta sumbangan dari pihak developer.

Akhirnya Kompleks Griya Salak Endah 2 menetapkan ketua RT baru yaitu Bapak Anwar dari hasil pemilihan suara terbanyak dan terbentuklah RT.05 RW.05. Semoga program-program dan permasalahan di GSE2 ini bisa terwujud dan terselesaikan dengan baik.

Facebook Griya Salak Endah 2

RY Tanggapi Keluhan Masalah Kesehatan Warga Tenjolaya Pada Acara Rebo Keliling (Boling)

Saat melaksanakan program kegiatan Rebo Keliling (Boling) di desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Rabu (23/11). Dalam sesi dialog, salah seorang warga mengeluh kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY), mengenai pelayanan rumah sakit yang belum maksimal.
“Kami warga Tenjolaya merasa pelayanan rumah sakit masih berbelit-belit,” ungkap salah seorang warga. Menanggapi hal tersebut, RY menanggapinya dengan akan membuat Pukesmas di Kecamatan Tenjolaya dapat dijadikan Puskesmas dengan fasilitas rawat inap.
“Saya akan menjadikan Puskesmas di Kecamatan Tenjolaya ini memiliki fasilitas rawat inap, sehingga warga Tenjolaya nantinya tidak akan kesulitan untuk mendapatkan fasilitas rawat inap,” kata RY. Ia juga menambahkan agar para petugas medis tetap melayani warga dengan baik. “Walaupun menggunakan kartu jaminan kesehatan, saya minta para petugas medis tetap melayani warga yang berobat dengan baik tanpa membeda-bedakannya,” ujarnya.
Selain masalah kesehatan, Camat Tenjolaya, Haris Wijaya, menyampaikan keluhan warga mengenai belum adanya bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Tenjolaya. “Warga Tenjolaya meminta agar dibangun SMA Negeri di wilayah Tenjolaya ini,” ujar Haris. RY pun menyatakan akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut, “Karena masalah pendidikan ini sangatlah penting, maka keinginan warga Tenjolaya akan segera saya realisasikan,” ujar RY. Dalam kegiatan Boling kali ini, RY juga meresmikan tiga pembangunan hasil dari Program Nasional Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Tahun 2011. Pembangunan yang pertama yaitu, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya. Pembangunan yang kedua, yaitu pembangunan jembatan di desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang. Pembangunan ketiga, yaitu pembangunan RKB di SMP Al-Jihad, Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh RY.Selain itu, RY juga menyerahkan piagam penghargaan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dari PNPM-MP terbaik se-Kabupaten Bogor, dimana tim UPK Kecamatan Tenjolaya merupakan tim terbaik kedua se-Kabupaten Bogor. RY berharap agar proyek PNPM-MP di Kabupaten Bogor dapat semakin lebih baik lagi, “Saya berharap proyek PNPM-MP di Kabupaten Bogor dapat berjalan semakin lebih baik lagi,” harapnya. Kecamatan Tenjolaya merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciampea, hal tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 3 Tahun 2003, tentang pembentukan Kecamatan. Kecamatan Tenjolaya memiliki luas wilayah 2.617 ha yang terdiri dari 7 Desa, yaitu Desa Cinangneng, Cibitung Tengah, Tapos II, Tapos I, Gunung Malang, Gunungmulya, dan Setudaun. Mata pencaharian warga Tenjolaya sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani. Demikian press Releas Humas dan Protokol Setda Kab Bogor.
Sumber :bogorkab.go.id

Krisis air bersih di Perumahan Griya Salak Endah II

November 8 2011 oleh  
Kategori Bogor Barat Terkini, Griya Salak Endah, Pemerintah

Perumahan Griya Salak Endah II adalah perumahan Rakyat yang berada di wilayah desa Cinangka kecamatan Ciampea. Lebih dari dua bulan ini penghuni kompleks tersebut merasa kekurangan air bersih terutama Blok B dan Blok C. Menurut warga kompleks, blok C adalah paling parah dalam pendistribusian air bersih dari toren (penampungan air), “Kami susah mendapatkan air, kadang sehari hanya mengalir sekali itu juga waktu hanya malam dan hanya bisa memenuhi 1 bak saja” tutur penghuni Blok C. “Kami kadang meminta air ke tetangga blok D untuk mendapatkan air atau numpang mandi di tempat tetangga yang kebetulan masih saudara” tuturnya pula.
Padahal pihak developer sudah menyediakan toren untuk setiap blok. Toren blok A dan blok B sebenarnya sudah terpisah, yang jadi kendala kenapa blok B selalu tidak ada air. Pantauan kami langsung di perumahan GSE II blok B memang toren untuk ke Blok B sudah mencukupi hanya air yang menuju ke blok B2-B3 tidak sampai, walapun ada tapi tidak sampai ke bak penampungan di kamar mandi.
Masyarakat Komplek Perumahan Griya Salak Endah II terutama Blok B2-3 menginginkan perbaikan dari pihak Developer supaya masalah air bersih ini diperhatikan, karena kegiatan sehari-hari seperti mencuci, masak, mandi tidak terganggu lagi.

Gambar: http://www.gemilangproperty.com/gse2
Penulis: Warga Kompleks GSE II

Sekda Kabupaten Bogor Kukuhkan Dewan Pengurus Korpri Unit Kecamatan Kabupaten Bogor Wilayah Barat Periode 2010-2014

Dewan Pengurus Korpri Unit Kecamatan Kabupaten Bogor Wilayah Barat Periode 2010-2014 yang tersebar di 10 Kecamatan, meliputi Cigudeg, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Sukajaya, Pamijahan, Rumpin, Tenjo, Parung Panjang dan Jasinga, secara resmi dikukuhkan kepengurusannnya.

“Pelaksanaan pengukuhan ini telah dilaksanakan ditiga wilayah, yaitu wilayah Timur di Kecamatan Babakan Madang, kemudian wilayah Tengah di Kecamatan Bojong gede dan diwilayah Selatan di Kecamatan Sukaraja yang masing-masing diikuti 10 Kecamatan”. Tandas Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Bogor  Hj. Nurhayanti, SH., MM, M.Si. saat melantik para Dewan Pengurus Korpri Unit Kecamatan Kabupaten Bogor Wilayah Barat, yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Kamis (3/11).

Menurutnya, Korpri sebagai wadah pembinaan dan tempat bernaungnya para Pegawai Negeri Sipil, tentunya harus melakukan berbagai upaya untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks, khsususnya dalam membantu pemerintah melakukan upaya yang lebih strategis dan efektif, yakni dengan cara memperbaiki kinerja aparatur Kecamatan di Pemerintah Kabupaten Bogor.

Untuk itulah, lanjut Hj. Nurhayanti yang juga selaku Sekda Kabupaten Bogor, pengukuhan ini agar dapat dijadikan momentum untuk memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan seluruh anggota Korpri khususnya dan masyarakat pada umumnya, agar kehadiran Korpri semakin dirasakan manfaatnya bagi anggotanya.

Pada bagian lain, Hj. Nurhayanti juga meminta kepada para Dewan Pengurus Korpri Unit Kecamatan Kabupaten Bogor Wilayah Barat yang baru dikukuhkan tersebut, selain dapat melaksanakan berbagai program kerja yang mengarah pada upaya peningkatan profesionalisme para anggota Korpri dalam menjalankan kebijakan, rencana dan program pemerintah, juga diharapkan dapat turut serta mensosialisasikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar Korpri dan Hasil Muskab VII Korpri Kabupaten Bogor.

Sementara itu,  terkait dengan pelaksanaan Hari Ulang Tahun Korpri Tahun 2011 yang akan digelar pada tanggal 29 Nopember 2011 mendatang, lebih lanjut Hj. Nurhayanti juga menghimbau kepada para Dewan Pengurus Korpri Unit Kecamatan se- Kabupaten Bogor, dapat menjadikan momentum peringatan tersebut untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendukung keberhasilan reformasi birokrasi.

“Perayaan HUT Korpri kali ini akan dilaksanakan ditingkat Korpri Kecamatan yaitu pada 6 titik wilayah Kecamatan, meliputi Kecamatan Cibinong, Ciawi, Jonggol, Leuwiliang, Parung Panjang dan Jasinga”. Ujar Hj. Nurhayanti.

Sedangkan ditingkat Unit Korpri Kabupaten Bogor, tambah Hj. Nurhayanti, akan dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, sehingga diharapkan dapat lebih dirasakan oleh seluruh anggota Korpri yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Untuk itulah, dihimbau kepada seluruh Dewan Pengurus Korpri  Unit Kecamatan se-Kabupaten Bogor untuk tutrut berpartisipasi aktif, sehingga acara HUT Korpri tersebut dapat berlangsung dengan sederhana, khidmat, tertib, aman dan sukses. (IWA/DISKOMINFO)
sumber: bogorkab.go.id

Jumling Tenjolaya Tepat Sasaran

Melihat kondisi Masjid Mafda’ul Fallah Desa Cinangneng Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor yang memerlukan rehabilitas, kedatangan tim Saba Desa atau disebut juga Jumat Keliling (Jumling) yang dipimpin Wakil Bupati Karyawan Faturachman Jumat (21/10) dianggap warga sangat tepat. Pasalnya selain untuk berdiskusi langsung dengan pemimpin daerah sumbangan dari APBD yang disampaikan kepada DKM sangat diperlukan.

Ahmad (47) warga Desa Cinangneng, mengatakan dirinya melihat kunjungan ini sesuai dengan kepentingan Program Jumling itu sendiri yaki membantu rehabilitasi Masjid sebagai sarana ibadah. “Soalnya sudah lama sekali masjid ini belum diperbaiki, kondisinya atap masjid yang bolong-bolong bisa bocor kalo ujan datang. Trus masih banyak yang perlu diperbaiki kaya tempat wudhu dan wc, alas sholat, dan cat masjid yang sudah berlumut”, papar Ahmad.

Warga lainnya, Kosasih (29) mengaku sebagai remaja masjid dirinya sangat khawatir melihat kondisi masjid. Sesekali ketika ia sedang melaksanakan pengajian harus menghindari bocornya air hujan yang masuk ke dalam masjid. “Makanya kedatangan Wabup sekarang saya rasa bisa membantu kami dalam merehabilitasi masjid”, tandasnya.

Kondisi masjid memang nampak perlu perbaikan, beberapa diantaranya adalah tempat mengambil wudhu, atap masjid, dan cat yang sudah berlumut. Sementara program Jumling hakekatnya memang untuk membantu sarana ibadah dalam hal perbaikan fisik. Selain itu Wabup bisa secara Face to Face berdialog dengan warga setempat untuk membicarakan dinamika yang ada di tengah mereka dan mencari solusi terbaiknya.

Wabup mengatakan, selain fungsi dialog dirinya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan sumbangan yang asalnya dari APBD yang merupakan hak warga. Jadi bukan uang Bupati atau uang Wakil Bupati. Uang yang bernilai 25 juta rupiah tersebut diberikan kepada DKM untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan pembangunan Masjid.

“Iye sanes artos abdi sanes oge artos pa Rachmat Yasin, iye mah artos anu jadi hak masyarakat ti APBD, abdi mah ngan neupiken katitipan kangge warga, janten mangga ditampi kangge ngabangun masjid”, tuturnya dalam bahasa Sunda.

Selain itu Wabub Karyawan Faturachman mengajak warga Tenjolaya untuk memelihara dan melestarikan situs budaya, pasalnya di daerah tersebut masih banyak situs bersejarah. Melestarikan situs budaya ini bukan untuk tujuan disembah, tapi mensyukuri dan menjaga untuk warisan sejarah anak cucu kita nantinya dan bisa juga dijadikan objek wisata yang dapat menghasilkan pemasukan untuk desa.(RID)

sumber:bogorkab.go.id

GRIYA SALAK ENDAH II, BENAR-BENAR PERUMAHAN RAKYAT ASRI

Tak di sangka pengembang perumahan Gemilang Property membuat sebuah perumahan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, salah satunya Griya Salak Endah II. Berada di wilayah Kecamatan Ciampea Desa Cinangka, lokasi yang tepat dengan background Gunung Salak. Letaknya ada di bawah perumahan Primkopol (Griya Salak Asri). Untuk menuju ke sana tidaklah susah, dari Stasiun kereta Bogor hanya dua kali naik angkutan umum, Angkot bernomor 02 atau 03 yang ke terminal Laladon dan diteruskan dengan angkot TUMARITIS lalu turun di gerbang perumahan Griya Salak Endah II. Perjalanan 2 sampai 2.5 jam bisa ditempuh dari Jakarta dengan kendaraan roda dua.
Mendambakan rumah sederhana dengan harga murah mungkin Griya Salak Endah II alternatif pilihan sebagian rakyat dan penduduk Bogor, bahkan ada penduduk luar Bogor juga yang membeli rumah di sana. Ragam profesi pengisi rumah di sana, mulai dari tukang gorengan sampai kerja kantoran berbaur sangat akrab. Jalan sebagian sudah di hotmix membuat aman bagi pengendara sepeda motor, bahkan pedagang sayuran dan pedagang lainnya sudah banyak yang keliling komplek tersebut. Tak mengherankan penduduk sekitar pun kadang menjajakan hasil pertanian seperti ubi dan singkong dengan harga murah, bahkan air minum isi ulang pun tidak sulit mencari, dengan SMS ke pemilik air isi ulang bisa di antar ke perumahan hanya dengan 4.000 rupiah. Suara kentongan satpam mulai pukul 11 malam, pukul 1 dan 3 dini hari membuyarkan keheningan, Suasana aman nyaman dan asri memang dambaan masyarakat kompleks. Lebih dari 200 unit telah terjual Walaupun sudah terisi beberapa rumah tapi masyarakat yang sudah mengisi rata-rata betah di sana.
Tak ada gading yang tak retak, memang di sisi keindahan, asri dan aman ada pula kekurangannya. Penyebaran Air dari Tower pengisi air ke perumahan belum merata terutama ke Blok C, bahkan beberapa minggu ini air sering mati karena Tower kosong dengan air. “Saya dari kemarin tidak mandi karena air tidak mengalir, dan walaupun ada tapi ke Blok saya tidak selalu naik” kata seorang penduduk komplek yang mengisi Blok C. Tapi dengan kekurangan tersebut mudah-mudahan pihak pengembang bisa memperbaiki masalah tersebut, karena air adalah sumber kehidupan dan kebutuhan sehari-hari.

Warga Tunggu Bantuan Pemkab Bogor-Puting Beliung Hancurkan 14 Rumah

LEUWILIANG - Setelah Desa Cibitungwetan dan Cibitungkulon, Kecamatan Pamijahan, diobrak-abrik angin puting beliung dan tanah longsor, kemarin giliran 14 rumah di Kecamatan Leuwiliang hancur diterjang angin berkecepatan lebih dari 70 km/jam.

Angin puting beliung atau angin ‘leysus’ terjadi sekitar pukul 15:00 diiringi hujan deras yang mengguyur Kampung Babakan. “Setelah mendengar beberapa ranting pohon jatuh, embusan angin semakin kencang. Karena takut rumah ambruk, kami sekeluarga keluar rumah,” kata warga RW 03, Kampung Babakan, Desa Puraseda, Ny Eti, yang rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung, kemarin.

Hampir lima menit, angin puting beliung berkecepatan lebih dari 70 km/jam mampu menghancurkan 14 rumah di Desa Puraseda. (selengkapnya lihat grafis). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Tapi, barang-barang milik warga yang ada di dalam rumah hancur,” ujar Sekcam Leuwiliang Agus Koswara kepada Radar Bogor, kemarin.

Sementara satu rumah lainnya di Desa Purasari sekitar pukul 21:00 ambruk tertimpa tanah longsor karena letaknya di bawah tebingan dengan tinggi enam meter. “Kami juga sudah melaporkan musibah yang menimpa warga kepada Pemkab Bogor. Mudah-mudahan bantuan bisa secepatnya turun,” katanya.

Sedangkan Sekdes Purasari Endang Setiawan mengaku telah mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebingan lebih berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Peralihan dari musim kemarau ke hujan sering terjadi longsor,” katanya.

Menurut dia, itu dikarenakan tanah yang tadinya kering dan retak terisi air lalu ambrol hingga akhirnya menimpa rumah di bawahnya. “Kami harap bantuan segera turun untuk meringankan beban yang dialami para korban,” pungkasnya. (luc) Sumber : radar-bogor.co.id

Akibat Longsor dan Angin Puting Beliung-Dua Rumah Warga Pamijahan Ambrol

ilustrasiputingbeliungPAMIJAHAN – Dua rumah milik warga Kecamatan Pamijahan, kemarin ambrol akibat longsor dan angin puting beliung saat hujan deras menerjang Desa Cibitungkulon dan Cibitungwetan.

Rumah yang tertimpa longsor yaitu milik Ratam (31) di Kampung Ciaseupan, RT 02/ 03, Desa Cibitungkulon. Sedangkan rumah milik Eni (70) warga Kampung Cibitungtengah, RT 01/ 07, Desa Cibitungwetan hancur tertiup angin puting beliung.

Ratam mengatakan, sekitar pukul 19:00 tebingan dibelakang rumah setinggi 5 meter ambrol dan meluluhlantakan rumah. “Saat longsor, anak dan istri sedang diluar rumah,” katanya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut ayah lima orang anak ini, semua barang miliknya yang ada di dalam rumah hancur. Bahkan, kini ia tinggal bersama orang tuanya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Hal senada diungkapkan Eni, sekitar pukul 22.00 hujan disertai angin kencang membuat rumah yang telah ditempatinya selama 15 tahun rubuh.  “Sebelum ambrol, satu persatu genting rumah berjatuhan. Tanpa fikir panjang kami berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” paparnya.  Setelah semua anggota keluarga yang ada di dalam rumah keluar. Tiba-tiba, bangunan ambruk sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalamnya.  Kini, Eni dan keenam anggota keluarganya terpaksa mengungsi dan tinggal di rumah tetangga.

Sekcam Pamijahan Eddy Muslihat mengatakan, telah melaporkan musibah yang dialami warganya untuk mendapat bantuan. “Secepatnya bantuan turun,” ucapnya saat meninjau lokasi kejadian, kemarin.

Kades Cibitungkulon Oji Rosadi berjanji, akan bergotongroyong membangun  rumah yang terkena musibah longsor. “Saya sudah mengajak warga yang lain untuk membantu korban,” singkatnya. (luc) (sumber radar-bogor.co.id)

Next Page »

  • Advertisement

    Wirausaha