Akhirnya black box Sukhoi Superjet 100 ditemukan
May 16 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Transportasi

Pada hari ketujuh setelah Sukhoi Superjet 100 Rusia dinyatakan mengalami kecelakaan penerbangan di punggungan Gunung Salak, tim SAR dari unsur Komando Pasukan Khusus TNI-AD menemukan black box pada jurang terjal. Kondisi black box masih cukup utuh dan akan dibaca serta dianalisis KNKT guna menentukan sebab musabab kecelakaan pada Rabu siang lalu itu (9/5). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
Akhirnya black box Sukhoi Superjet 100 ditemukan pada Selasa pagi di punggungan Gunung Salak, Jawa Barat. Pengumuman resmi penemuan black box oleh satu tim Kopassus TNI-AD itu dilakukan malam hari karena proses pengangkutannya memerlukan waktu hingga lebih tujuh jam naik-turun gunung.
Kabupaten Bogor Siapkan Skenario Tarif Angkutan
March 26 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Transportasi
Pemerintah Kab. Bogor melalui Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) telah menyusun beberapa scenario kenaikan tarif angkutan umum di wilayah Kab. Bogor manakala pemerintah pusat jadi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April mendatang. Skenario kenaikan tarif angkutan tersebut telah dibahas bersama-sama dengan Organda, sebagai organisasi angkutan darat.
Demikian dikemukakan Kepala DLLAJ Kab. Bogor, R. Soebiantoro yang didamping Kasi Angkutan DLLAJ Joko Handrianto, Minggu (25/3) di Cibinong, Kab. Bogor. Menurutnya sejak muncul pembahasan tentang rencana kenaikan harga BBM, pihak DLLAJ ditugaskan Bupati Bogor untuk melakukan langkah antisipasi, terutama menyangkutan angkutan umum.
Dijelaskan Soebiantoro, kenaikan harga BBM sebagai tahun-tahun sebelumnya langsung berdampak kepada angkutan umum yang notabene berhubungan dengan masyarakat luas. “Maka, ketika pemerintah pusat memunculkan ada kemungkinan BBM naik harganya, maka Pak Bupati Rachmat Yasin meminta DLLAJ bersama stakeholdersnya untuk melakukan langkah antisipasi, sehingga jika jadi naik harga BBM sudah ada langkah yang harus dilakukan,” katanya.
Untuk itu, telah dilakukan pertemuan DLLAJ dengan sejumlah pihak seperti Organda, aparat kepolisian, dina-dinas terkait dan unsur lainnya untuk membahas berbagai kemungkinan yan terjadi, serta apa saja langkah yang harus dipersiapkan. Mengenai kenaikan harga BBM, kata Soebiantoro, hasil pertemuan dengan berbagai pihak tersebut, akhirnya DLLAJ menyusun sejumlah scenario khusus mengenai tarif angkutan umum, manakal harga BBM jadi dinaikan mulai 1 April mendatang. “Kita sudah buat sejumlah scenario khusus mengenai tarif angkutan umum untuk antisipasi manakala harga BBM naik,” ujarnya.
Skenario yang disusun adalah mulai dari kenaikan harga BBM sebesar Rp 500,00 maka dibuat kira-kira berapa tarif angkutan akan dinaikan. Begitu juga scenario kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.000,00 naik Rp 1.500,00 sampai harga BBM naik mencapai Rp 2.000,00 per liter.
Dari hasil skenario langkah antisipasi tersebut yang juga berdasarkan hasil usulan dari pihak organda dan kajian lainnya, maka kenaikan tarif angkutan umum di wilayah Kab. Bogor mulai dari 11 persen sampai 44 persen dari tarif yang berlaku saat ini. Skenario kenaikan tarif tersebut sangat tergantung berapa besar keputusan pemerintah menaikan harga BBM. “Jika nanti pemeritah pusat menaikan harga BBM sebesar Rp 1.500,00 perliter, maka kenaikan tarif angkutan sudah disusun kira-kira akan naik tarif sekian persen dari tarif yang berlaku saat ini,” kata Soebiantoro.
Pihak DLLAJ sendiri belum mau menyampaikan secara terbuka tentang berapa besar kenaikan tarif angkutan umum, karena belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat tentang kenaikan harga BBM. Kemudian, pengumuman kenaikan tarif angkutan umum juga menunggu keputusan resmi dari Kementerian Perhubungan.
sumber : pikiran-rakyat.com
Standar Nilai Kelulusan Ujian Nasional 5,5
March 12 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Pendidikan
Standar nilai kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2011/2012 sama dengan tahun lalu yakni 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan.
Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin S.Pd,MM saat dihubungi di Biak, Minggu, mengakui, secara nasional aturan kelulusan peserta UN berlaku sama karena sesuai aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Standarisasi Pendidikan Nasional tahun 2011.
“Semua mata pelajaran yang diujikan dalam UN tidak boleh ada nilainya yang di bawah empat,” kata Kamaruddin.
Menyinggung kesiapan sekolah melaksanakan UN, menurut Kamaruddin, hingga Minggu, 11 Maret semua sekolah di jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs serta SMA/SMK sudah siap menyelenggaran kalender pendidikan secara nasional sesuai jadwal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bahkan untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK, menurut Kamaruddin, telah sebagian sekolah menyelenggarakan ujian praktek hingga pertengahan Maret 2012.
“Sesuai monitoring dan laporan kepala sekolah untuk pelaksanaan UN telah siap,”ungkap Kamaruddin yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Biak.
Berdasarkan data peserta UN tahun ajaran 2011/2012 di Kabupaten Biak Numfor terdiri SD 3028 ( SD negeri 1322 dan swasta 1706), SMP 2417 (siswa SMP negeri 1919 dan swasta 498).
Sedangkan jenjang pendidikan SMA 1252 (negeri 772 dan swasta 480 siswa), SMK 556 siswa terdiri siswa negeri 141 orang dan swasta 415 siswa.
sumber : antaranews.com
Tarif Angkot Naik 35 Persen
March 2 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Transportasi
Warga Bogor harus sudah siap-siap merogoh koceknya dalam-dalam untuk biaya transportasi angkutan umum. Pasalnya, walaupun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum ditetapkan, namun Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) sudah ancang-ancang menaikkan tarif angkutan umum. Jika harga BBM naik Rp1.500 per liter, maka tarif angkutan umum akan naik 30-35 persen.
Ketua Umum Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti mengungkapkan, pengeluaran untuk membeli BBM memakan porsi 30-40 persen dari biaya operasional angkutan umum. Dengan rencana kenaikan harga BBM sebesar Rp1.500 per liter, diperkirakan pengeluaran untuk BBM akan bertambah 15-17 persen. ”Ada tambahan biaya sekitar 15-17 persen,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Padahal, lanjutnya, biaya operasi kendaraan (BOK) angkutan umum saat ini saja sudah 18,37 persen di atas tarif yang berlaku sekarang. Dengan begitu, seharusnya usulan kenaikan tarif bagi angkutan kota dan angkutan umum jarak pendek dan menengah, minimum 18,37 persen. ”Itu belum memperhitungkan kenaikan harga BBM dan kendala infrastruktur lho,” tandasnya.
Buruknya infrastruktur jalan sekarang ini dianggap cukup membuat biaya perawatan dan pemeliharaan kendaraan menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Apalagi harga suku cadang juga tengah mengalami kenaikan. ”Itu akibat dari tidak adanya insentif fiskal dari sisi perpajakan yang diberikan pemerintah kepada sektor transportasi darat. Ini cukup menyulitkan bagi yang ingin merevitalisasi kendaraannya,” kata dia.
Mempertimbangkan beberapa faktor itu saja, dia memperkirakan kenaikan tarif angkutan umum seharusnya berkisar antara 30-35 persen dari tarif saat ini. Hitungannya, dari biaya operasi yang lebih tinggi 18,37 persen, dan dari estimasi kenaikan harga BBM diperkirakan 15-17 persen. ”Artinya 18,37 persen plus 15-17 persen. Jadi ada kenaikan 33-35 persen, dibulatkan saja 30-35 persen,” tukasnya.
Pihaknya mengaku cukup menyesalkan rencana kenaikan BBM tersebut, sebab sebelumnya Organda selalu ikut aktif dalam rapat-rapat mengenai subsidi BBM. Menurut dia, kebijakan itu akan semakin membuat masyarakat beralih ke sepeda motor dan memundurkan transportasi publik. ”Saat ini angkutan umum hanya menggunakan tiga persen dari total kuota premium yang disubsidi,” sebutnya.
Seharusnya, kata dia, angkutan umum tetap mendapatkan BBM subsidi. Untuk memastikan subsidi jatuh di tangan angkutan umum, pemerintah bisa menunjuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melayani khusus angkutan umum. ”Kalau kenaikan harga BBM itu untuk angkutan umum juga, sama saja membunuh transportasi umum,” tuturnya.
Ketua Organda Kota Bogor M. Ischak Abdul Rojak, mengatakan, sampai saat ini belum diketahui apakah akan ada penyesuaian tarif angkot, jika terjadi kenaikan BBM pada bulan april nanti.
Ischak menambahkan, pihak Organda Kota Bogor maupun para sopir angkot juga tidak dapat menentukan jumlah tarif, karena menunggu Surat Keputusan (SK) Walikota yang mengatur tentang kenaikan tarif angkot di Kota Bogor.
Ia pun menjelaskan, sampai saat ini tarif jarak jauh angkot di Kota Bogor masih sekitar Rp 2000,-, namun jika memang akan naik, hanya naik Rp 500,- dari tarif yang ada saat ini. “ Kami tidak bisa menaikan terlalu tinggi, karena kasihan masyarakat juga kalau tarifnya naik terlalu tinggi, tapi kami masih tunggu SK Walikota jika memang benar akan ada kenaikan,” imbuhnya.
Sedangkan Wakil Kepala Organda Kabupaten Bogor, Wawan Gumelar mengatakan, kenaikan harga BBM pastinya akan berpengaruh terhadap tarif angkutan umum. “Kami masih belum ada rancangan kenaikan tarif angkutan umum, tapi sudah ada gambaran.”ujarnya kepada Radar Bogor, saat dihubungi melalui telepon, kemarin.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub), EE Mangindaan mengatakan, saat ini sudah mulai dibahas besaran kenaikan tarif angkutan. ”Tapi belum kami putuskan,” kata Mangindaan usai menghadiri pengucapan sumpah ketua MA di Istana Negara.
Mangindaan mengatakan, untuk angkutan laut dan kereta api sudah disiapkan dengan PSO (public service obligation). Menurut dia, problem terletak pada angkutan kota, pedesaan dan angkutan kota dalam provinsi. ”Kami sedang minta masukan dari bawah bagaimana cara mengatasinya, bagaimana kompensasinya,” tutur mantan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi itu.
Dia mengakui sudah bertemu dengan Organda dan akan melakukan pertemuan lagi untuk pembicaraan lebih lanjut. Mengenai persentase kenaikan, ia juga masih belum memberikan bocoran. ”Karena tergantung karakter daerah masing-masing kan,” katanya.
Rencana kenaikan harga BBM juga berpengaruh pada sejumlah asumsi makro ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi. Dalam draf rancangan UU APBN-P yang diserahkan ke DPR, pemerintah menurunkan target pertumbuhan dari 6,7 persen (sesuai APBN) menjadi 6,5 persen.
”Nanti akan di-exercise. Kita lihat nanti seperti apa. Memang tren dunia pertumbuhannya menurun,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa setelah rapat terbatas.
Sementara untuk inflasi, Hatta menyebutkan akan mengalami kenaikan. “Hanya managable berkisar enam sampai tujuh, sekitar itu bergeraknya. Tapi yang penting harga pangan jangan bergejolak,” katanya. (wir/fal)
sumber berita: radar-bogor.co.id,
gambar: pos-kota.co.id
Jembatan di Rumpin Berbahaya
March 2 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Transportasi
Kondisi sejumlah jembatan bambu maupun beton di Kecamatan Rumpin, cukup memprihatinkan serta dapat membahayakan warga yang melintasinya.
Bahkan, dibukanya akses armada tambang jenis tronton ke arah Jembatan Leuwiranji-Gunungsindur menimbulkan ke-khawatiran sejumlah warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, meskipun kondisi Jem-batan Leuwiranji sudah berstatus stadium 3 (sangat kritis, red), ratusan truk tronton bermuatan lebih dari 40 ton tetap memaksa melintas di atas jembatan secara bersamaan.
Imbauan petugas DLLAJ, yang disampaikan agar kendaraan melintas satu per satu dan pembatasan tonase maksimal 8 ton diabaikan para sopir.
Tokoh masyarakat Leuwiranji, Badrudin mengusulkan, untuk mengurai volume kendaraan ke arah Leuwiranji, sebaiknya portal Cikoleang ke arah Cisauk dibuka untuk akses tronton. ”Kalau itu dibuka, nanti kendaraan yang melintas sebagian bisa diarahkan ke Cisauk, supaya yang melintas ke Leuwiranji bisa diurai,” katanya.
Namun, usulan tersebut dipastikan akan mendapat penolakan warga Cikoleang karena pada saat pengalihan arus armada tambang sementara, saat penutupan jalan Leuwiranji pekan lalu, warga Cikoleang menolak solusi tersebut. Sejumlah tronton, akhirnya terpaksa diarahkan ke arah Banjarpinang melalui Jalan Malapar, Desa Sukamulya.
Tak hanya itu, lebih dari 4.000 warga Kampung Kantalarang 1, Kantalarang 2 dan Kantalarang 3, Desa Leuwibatu terancam ter-isolir karena kondisi jembatan gantung yang biasa digunakan cukup memprihatinkan.
Jembatan gantung yang berada di atas Sungai Cikaniki itu meng-hubungkan Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, dengan panjang mencapai sekitar 70 meter, ketinggian permukaan air lebih dari 7 meter dan kedalaman air mencapai 10 meter, terutama saat turun hujan.
”Sejak tahun 1992, tak pernah ada bantuan dari pemerintah. Kalaupun ada perbaikan, swadaya masyarakat tapi tak menyeluruh,” ucap salah satu warga, Asep (35).
Menurut dia, ada satu jalan lain menuju Desa Karehkel maupun sebaliknya namun kondisinya lebih membahayakan karena hanya jalan setapak, rusak, dan jaraknya lebih dari tiga kilometer ke jalan desa.
Tak hanya itu, kondisinya masih hutan karet dan rawan kejahatan karena sepi. ”Bisa ke jalan perkebunan kayu Bosbow, Gunung Pangangkan, tapi jauh dan berbahaya,” tuturnya.
Menanggapi masalah ini, Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang, Asman Dilla mengatakan, telah memeriksa kondisi semua jembatan dan melaporkannya kepada Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor.
Menurut dia, pengawasan terus dilakukan demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ”Semua telah kita data dan laporkan,” ucapnya.(ful/luc)
sumber : radar-bogor.co.id
Jalur Baru Trans Pakuan Masih Temui Kendala
March 2 2012 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Transportasi
Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor berencana membuka jalur baru moda transportasi umum Trans Pakuan. Hanya saja, pembukaan jalur baru ini masih menemui sejumlah kendala, salah satunya pengalihan angkutan kota (angkot) yang melintas di jalur ini dengan bus Trans Pakuan.
Direktur Operasional PDJT Tri Handoyo, Kamis (1/3/12) mengatakan jalur baru yang akan dibuka melalui jalur tengah, yakni dimulai dari terminal Bubulak, Jalan Ir. H. Juanda dan berakhir di halte Cidangiang, Baranangsiang. “Targetnya tahun ini terealisasi. Namun, ada banyak hal yang perlu kita bahas dengan pengusaha angkot misalnya,” kata Handoyo.
Sebagai permulaan, pihaknya bersama Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) dan Organda Kota Bogor masih melakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak terkait. “Kita akan bicarakan dengan para pengusaha angkot untuk diajak bermitra. Sebab, jalur yang dilalui oleh bus saat ini merupakaan jalur angkot,” ujarnya menambahkan. Bentuk kemitraan yang akan ditawarkan, misalnya berupa konversi angkot ke bus. Tiga unit angkot akan dialihkan menjadi satu unit bus.
“Realisasinya nanti, apakah mereka akan menjadi pemegang saham atau ada alternatif lain, kita akan bicarakan lagi. Yang jelas kita tidak ingin merugikan para pengusaha dan sopir angkot,” tambah Handoyo. Saat ini, jumlah bus Trans Pakuan bantuan dari Kementerian Perhubungan berjumlah 30 unit. Pihaknya berencana menambah 30 bus baru untuk jalur baru tersebut.
Saat ini, moda Trans Pakuan sendiri tidak begitu menjadi primadona di Kota Bogor seperti awal kemunculannya. Awalnya, banyak penumpang dan warga yang beralih ke Trans Pakuan. Namun, akhir-akhir ini masyarakat kembali pada moda transportasi pribadi atau angkot dengan alasan kenyamanan.
sumber : pikiran-rakyat.com
Kronologi Runtuhnya Jembatan Cihideung
February 19 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Daerah, Bogor Barat Terkini, Sosial Budaya, Transportasi
Tim SAR Bogor masih mencari korban jembatan Cihideung, Kecamatan Ciampea Bogor Jawa Barat, yang ambruk, Minggu (19/2/2012). Kala peristiwa terjadi, jembatan hanyut bersama 9 orang yang ada di atasnya.
Para korban yang hanyut itu tengah dalam perjalanan pulang dari acara Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Kampus Dramaga IPB, Minggu sekitar 10.00 WIB. Saat melintas di atas jembatan bambu itu, warga jatuh ke dalam Sungai Cihideung yang tengah mengalir deras akibat hujan.
Berikut kronologinya;
- Pukul 09.00, rombongan ibu-ibu dan anak-anak sebanyak 22 orang, warga Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pulang dari acara Maulid di Cibanteng. Mereka melanjutkan perjalanan ke Kampus IPB Dramaga (Dermaga) untuk meneruskan menghadiri acara Mauludan, yang ternyata tidak ada. Warga pun pulang.
- Pukul 10.00, warga menyeberangi jembatan dala dua kelompok. Pada saat kelompok kedua menyeberang, jembatan yang lapuk itu goyang lalu ambruk.
- Korban terjatuh ke Sungai Cihideung yang mengalir deras. Arus air deras karena kawasan Bogor dan sekitarnya diguyur hujan sejak Sabtu sore. Beberapa korban yang selamat segera mencari pertolongan.
- Pukul 11.00, warga mulai mencari korban di Sungai Cihideung, dan sebagian lainnya membentuk Posko informasi
- Pukul 13.00, korban pertama bernama Umamah (45), warga RT 01/RW 03, ditemukan di sungai di dekat Gunung Leutik dalam kondisi meninggal.
- Pukul 14.00, data korban dapat divalidasi, yakni 14 orang selamat, 7 orang hilang, dan 1 orang ditemukan meninggal.
- Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang diperkirakan hanyut di sungai tersebut. Adapun korban selamat sudah pulang ke rumah masing-masing. Korban selamat pada umumnya mengalami luka ringan, seperti lecet dan shock akibat peristiwa tersebut.
- Berikut nama-nama korban hanyut yang didata oleh petugas SAR:1. Eka binti Eman (9), warga RT 06/RW 02 Kampung Pabuaran
2. Rafi bin Eman (5), adik Eka
3. Ajay bin Engkos (9), warga RT 04/RW 02
4. Jahra bin Juli (6), warga RT 06/RW 02
5. Umamah (35), warga Kampung Cibanteng RT 01/RW01 Kampung Cibanteng Proyek
6. Maesaroh bin Haris, anak Umamah
7. Tia binti Jamal (10), warga RT 04/RW 02
8. Dini binti Junaidi (10), warga RT 06/ RW 02
sumber : kompas.com
Jembatan Bambu Runtuh, 1 Tewas, 9 Hanyut
February 19 2012 oleh admin
Kategori Berita, Berita Daerah, Bogor Barat Terkini, Transportasi
Sepuluh warga Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/2/2012), hanyut terseret arus Sungai Cihideung setelah jembatan bambu yang mereka lintasi ambrol. Seorang sudah ditemukan tewas dan sembilan lainnya masih dicari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Yous Sudrajat, menuturkan, kejadian itu disebabkan jembatan bambu yang melintasi Sungai Cihideung tidak kuat menahan beban, sehingga ambrol. “Ada 17 warga yang jatuh, tetapi yang hanyut 10 orang. Satu sudah tewas, sembilan masih kami cari,” katanya.
Menurut dia, warga saat itu dalam perjalanan pulang selepas merayakan Maulid. “Kami juga minta bantuan Basarnas dan Brimob karena medannya sulit,” tuturnya.
sumber: kompas.com
RY Tanggapi Keluhan Masalah Kesehatan Warga Tenjolaya Pada Acara Rebo Keliling (Boling)
December 1 2011 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Kecamatan, Kesehatan, Pemerintah, Sosial Budaya
Saat melaksanakan program kegiatan Rebo Keliling (Boling) di desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Rabu (23/11). Dalam sesi dialog, salah seorang warga mengeluh kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY), mengenai pelayanan rumah sakit yang belum maksimal.
“Kami warga Tenjolaya merasa pelayanan rumah sakit masih berbelit-belit,” ungkap salah seorang warga. Menanggapi hal tersebut, RY menanggapinya dengan akan membuat Pukesmas di Kecamatan Tenjolaya dapat dijadikan Puskesmas dengan fasilitas rawat inap.
“Saya akan menjadikan Puskesmas di Kecamatan Tenjolaya ini memiliki fasilitas rawat inap, sehingga warga Tenjolaya nantinya tidak akan kesulitan untuk mendapatkan fasilitas rawat inap,” kata RY. Ia juga menambahkan agar para petugas medis tetap melayani warga dengan baik. “Walaupun menggunakan kartu jaminan kesehatan, saya minta para petugas medis tetap melayani warga yang berobat dengan baik tanpa membeda-bedakannya,” ujarnya.
Selain masalah kesehatan, Camat Tenjolaya, Haris Wijaya, menyampaikan keluhan warga mengenai belum adanya bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Tenjolaya. “Warga Tenjolaya meminta agar dibangun SMA Negeri di wilayah Tenjolaya ini,” ujar Haris. RY pun menyatakan akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut, “Karena masalah pendidikan ini sangatlah penting, maka keinginan warga Tenjolaya akan segera saya realisasikan,” ujar RY. Dalam kegiatan Boling kali ini, RY juga meresmikan tiga pembangunan hasil dari Program Nasional Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Tahun 2011. Pembangunan yang pertama yaitu, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya. Pembangunan yang kedua, yaitu pembangunan jembatan di desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang. Pembangunan ketiga, yaitu pembangunan RKB di SMP Al-Jihad, Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh RY.Selain itu, RY juga menyerahkan piagam penghargaan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dari PNPM-MP terbaik se-Kabupaten Bogor, dimana tim UPK Kecamatan Tenjolaya merupakan tim terbaik kedua se-Kabupaten Bogor. RY berharap agar proyek PNPM-MP di Kabupaten Bogor dapat semakin lebih baik lagi, “Saya berharap proyek PNPM-MP di Kabupaten Bogor dapat berjalan semakin lebih baik lagi,” harapnya. Kecamatan Tenjolaya merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciampea, hal tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 3 Tahun 2003, tentang pembentukan Kecamatan. Kecamatan Tenjolaya memiliki luas wilayah 2.617 ha yang terdiri dari 7 Desa, yaitu Desa Cinangneng, Cibitung Tengah, Tapos II, Tapos I, Gunung Malang, Gunungmulya, dan Setudaun. Mata pencaharian warga Tenjolaya sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani. Demikian press Releas Humas dan Protokol Setda Kab Bogor.
Sumber :bogorkab.go.id
Warga Tenjolaya Minta Dibangunkan SMU
November 24 2011 oleh admin
Kategori Bogor Barat Terkini, Pendidikan, Sosial Budaya
Belum adanya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kecamatan Tenjolaya, dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya anak-anak mereka terpaksa menyeberang ke kecamatan tetangga jika ingin meneruskan sekolah ke SMA Negeri karena di Tenjolaya baru ada SMK/SMA/MA swasta.
Camat Tenjolaya Haris Wijaya mengatakan, pihaknya sudah seringkali mengusulkan kepada Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan untuk mengadakan bangunan SMA Negeri di Kecamatan yang berdiri sejak tahun 2004 tersebut.
“Saya sudah beberapa kali menyampaikan hal ini kepada Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan, tapi sampai saat ini belum terealisasi,“ katanya disela-sela. acara Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Tenjolaya, Rabu (23/11).
Haris berharap, Bupati Bogor Rachmat Yasin yang memimpin langsung acara Boling kali ini dapat mengakomodir aspirasi masyarakat Tenjolaya ini. “Mudah-mudahan bapak Bupati bisa mengakomodir harapan masyarakat Tenjolaya,“ tandasnya.
Seperti yang diketahui, fasilitas pendidikan dasar di Kecamatan Tenjolaya saat ini ada 38 buah dengan rincian 19 SD Negeri, 2 SD Swasta, dan 14 MI swasta. Sedangkan fasilitas pendidikan menengah pertama ada 13 buah diantaranya, 1 SMP Negeri, 6 SMP swasta, 1 SMP satu atap, dan 5 MTs swasta. Sementara MA swasta, SMK swasta dan SMA swasta ada 7 buah. (Wulan)
sumber : bogoronline.com



















