Ubi Raksasa Gegerkan Warga Bojong Sari Depok

16 October 2014   2 views

ubi raksasaJenis tanaman umbi-umbian pada umumnya memiliki ukuran segenggam tangan orang dewasa. Namun di daerah Bojong Sari, Depok warga digegerkan ubi berukuran  sebesar buah labu dengan berat mencapai 6 Kg.

Taman kantor Kecamatan Bojongsari mendadak ramai dikunjungi warga lantaran digemparkan dengan hasil cocok tanam dari staf kecamatan membuahkan ubi seberat 6 Kg.

“Pencabutan tanaman di taman kantor rutin dilakukan dalam rangka One Day No Rice (ODNC). Ternyata ditemukan ubi berukuran raksasa, dengan daun ubi jalar yang cukup rimbun,”ujar staf kecamatan Bojong Sari, Ahmad Milhani, Rabu (15/10).

Pada saat menggali di daun ubi jalar yang rimbun, Ahmad mendapatkan sesuai benda yang besar lalu dikeroknya dengan cangkul. Ternyata benda keras dan besar tersebut adalah ubi raksasa.

“Saat itu saya minta tolong memanggil Pak Wahyudin untuk mencabut ubi bersama-sama. Selain berat juga agak susah dicabut dari dalam tanah,”ungkapnya.

Camat Bojongsari, Yudi Suparyadi  mengintruksikan kepada stafnya untuk memanfaatkan lahan sisa yang ada di samping kantor untuk ditanam  umbi-umbian.

“Saya juga terkejut saat stafnya membawa ubi jalar raksasa bentuk seperti labu dengan berat hampir 6 Kg ke ruangan saya,”ucapnya.

Yudi menambahkan, ubi raksasa tersebut rencana akan disimpan di kantor Kecamatan Bojongsari untuk dijadikan menu ODNR setiap hari Selasa.

“Masih kita pikir-pikir ubi besar tersebut akan diapakan. Mungkin nanti akan dibagi-bagikan atau disantap bersama sebagai menu ODNR,”tambahnya.

(Poskota)

Kekeringan Landa Kabupaten Bogor

27 September 2014   5 views

airKesulitan mencari air bersih mulai melanda Kabupaten Bogor.  Dari 17 kecamatan  yang dilanda kekeringan,tujuh kecamatan di antaranya dikategorikan daerah paling krisis kekeringan. Tujuh kecamatan itu,  Dramaga, Cariu, Jonggol, Klapanunggal, Tanjungsari, Tamansari, dan Jonggol.

Pemkab Bogor mengaku kewalahan mengatasi ini lantaran medan jalan yang sulit untuk mendistribusikan air dari PDAM Tirta Kahuripan. “Kita sudah berupaya optimal mendistribusikan air, namun medan yang berat membuat kami kewalahan mendistribusikan air. Kondi membuat pembak menetapkan Kabupaten Bogor sebagai  daerah siaga darurat kekeringan  2014,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bnecana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yoss Sudrajat, Jumat.

Sejak 1 dua pekan ini pihkanya  sudah mendistribusikan 90.000 liter air bersih dengan mengerahkan  17 truk tangki air yang didistribusikan ke 17 kecamatan di Kabupaten Bogor. Selain itu, pihaknya juga sudah membuat penampungan air di 41 titik dengan kapastitas 5.000 liter sehingga masyarakat dapat mengakses selama 24 jam.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan perusahan-perusahaan air minum, air curah dengan menggunakan mobil tangki air milik TNI untuk mendistribusikan air bersih ke lokasi yang mengalami kekeringan,” pungkas Yos. Meski dinyatakan siaga darurat kekeringan, namun kondisi  ini masih belum parah dibanding tahun 2012 lalu.” Dua tahun lalu wilayah yang dilanda kekeringan terjadi di 124 desa di 21 kecamatan,” katanya.

Kesulitan air bersih ini dikeluhkan sejumlah warga di antaranya di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga. Sekitar 500-an kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengantre berjam-jam setiap harinya salah satu sumber mata air hanya untuk mendapatkan air bersih.   Bahkan, akibat kekeringan tersebut warga terpaksa harus mengeluarkan uang buat membeli air gallon.

Handayani, warga Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga misalnya mengaku, setiap harinya ia harus mengantri minimal empat jam untuk mendapatkan tiga ember air bersih. “Kalau mau mengantri kami harus siap berdiri selama empat jam dengan ratusan warga lainnya dari kampung lainnya,” katanya.

Dia mengatakan kni   hampir semua sumur di kampungnya. Padahal kedalaman sumur warga rata-rata  19 meter lebih. Buat keperluan air minum dia harus membeli air kemasan, sedangkan sumber mata air buat mencuci. “Ada sumber mata air lainnya, tapi jaraknya sekitar 2,5 kKm,” katanya.

Sejumlah petani di  Desa Cibatu Tiga, Kecamatan Cariu dipastikan gagal panen. Impian meraup hasil panen belasan juta rupiah lenyap lantaran  belasan  hektar sawah milik petani setempat kekeringan dan dipastikan gagal panen. “Padahal hasil panen kali ini kami berniat hendak berkurban kambing pada Idul Adha , lantaran gagal panen rencana itu berantakan,” kata Ipan, petani.

Biasanya padi yang ditanam di lahannya seluas 2,2 hektar akan panen pada akhir September ini, namun memasuki minggu kedua September, lahan sawahnya mulai kekeringan. “Puncaknya tiga hari lalu tanaman padi mati layu dan kekuning-kunigan,” ujarnya. Kejadian ini membuatnya merugi Rp30 jutaan, padahal jika panen berhasil dia bisa meraup keuntungan bersih Rp 15 jutaan.

(poskota)

Kemarau Tiba, Petani Merugi Ratusan Juta

23 September 2014   4 views

kemarauAkibat musim kemarau tanaman padi di areal seluas 20 hektar di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Desa Tegal Waru, keringnya areal pesawahan di desa ini, selain karena musim kemarau, kekeringan juga diakibatkan tak berfungsinya saluran irigasi.

Kekeringan yang melanda puluhan hektar sawah itu menyebabkan petani merugi ratusan juta rupiah. “Ya mau diapakan lagi semua sudah terjadi. Sekarang ini, kami hanya bisa pasrah menerima keadaan,” keluh Ketua Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Tegal Waru, Encep, Minggu (21/09).

Ia menambahkan, kekeringan yang melanda areal pesawahan di Desa Tegal Waru itu sebenarnya bisa dicegah, jika saja perbaikan bendung yang ada di hulu Sungai Ciampea rampung sebelum datangnya musim kemarau.

“Bendung atau dam irigasi yang ada di hulu Sungai Ciampae, tak berfungsi lantaran ambrol diterjang longsor dan sampai sekarang perbaikannya belum rampung,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan, bukan hanya sawah saja yang kering, tapi juga sumur-sumur warga. “50 persen warga yang tinggal di desa ini semuanya menggunakan sumur tanah sebagai sumber air bersih. Tapi sejak awal bulan lalu, sebagian besar sumurnya sudah mengering. Ini yang menyebabkan warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Parahnya sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Kepala Desa Tegal Waru, Haerudin, membenarkan kalau desa ini mengalami kekeringan.”Kekeringan memang belum begitu parah. Tetapi dalam satu minggu ini hujan tak kunjung turun, dikhawatirkan kejadian krisis air bersih seperti tahun 2012 lalu akan terulang kembali,” ujar Haerudin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, kekeringan juga melanda sejumlah kecamatan lainya, diantaranya Cariu, Jonggol, Babakan Madang dan Klapanunggal. Kekeringan di wilayah timur Kabupaten Bogor ini terjadi, selain musim kemarau juga disebabkan rusaknya kawasan-kawasan resapan air, yang berada di hulu Sungai Cipamingkis dan Cibeet, akibat pembalakan hutan dan alih fungsi lahan.

(jurnal bogor)

Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor

16 June 2012   0 views

Satu orang tewas dan satu orang lainnya terluka ringan akibat tertimpa tanah longsor di lokasi galian pasir di Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/6).
Korban tewas adalah Holid warga desa Situ Udik, Cibungbulang. Lelaki 44 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas galian pasir. Tiga orang lain, rekan holid, yang juga sedang menggali pasir lolos dari maut saat tebing setinggi 20 meter itu longsor. Sebuah truk pengangkut pasir juga ikut tertimbun.
Petugas dan warga sekitar membutuhkan waktu selama dua jam guna mengeluarkan tubuh Holid dari timbunan tanah. Petugas Reskrim Polsek Cibungbulang Brigadir Satu Ferry Ardilesmana menegaskan pihaknya sudah memasang garis polisi melarang warga bekerja atau mendekati lokasi longsor. Hal ini dilakukan mengantisipasinya terjadinya longsor susulan. Kasus ini ditangani Polsek Cibungbulang.

sumber:berita.liputan6.com

Delapan Gurandil Tewas Tertimbun Longsor

26 May 2012   2 views

ilustrasi gurandil

Delapan orang penambang emas ilegal (gurandil) di Gunung Gede Blok Pilar, perbatasan antara Desa Suka Mulih, Kecamatan Sukajaya dengan Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tewas tertimbun tebing yang longsor, Kamis (24/5/12) malam. Selain korban tewas, ada belasan lainnya yang mengalami luka karena tertimbun material longsoran yang kebanyakan batu besar.

Kabid Penanggulangan Bencana Kabupaten Bogor Budi Aksomo, Jumat (25/5/12) mengatakan kejadian ini murni merupakan kecelakaan kerja. “Kami terus melakukan upaya evakuasi terhadap para korban yang tertimbun di dalam longsoran,” kata Budi.

Menurut dia, ada sedikitnya 20 orang gurandil yang berada di lokasi. Sebagian berada di saung di sekitar lokasi penambangan serta sebagian lagi berada di dalam lubang penambangan emas.

Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi sedang hujan deras. Diduga karena hujan yang cukup deras, kondisi tebing di atas saung tempat para gurandil beristirahat semakin labil dan tidak mampu bertahan sehingga longsor menimpa saung. Beberapa korban terbawa longsoran tanah dan batu hingga ke lubang penambangan. Sebagian lagi berhasil menyelamatkan diri.

Korban tewas yakni Sanip, Sabar, Juber, Umang (warga Lebak Banten), Alex (warga Sukajaya), Cahyadin (warga Jasinga), serta Rowi dan Ujang (warga Cikaret). Sebelumnya jumlah korban sempat simpang siur, karena tidak jelas berapa orang yang berada di saung serta berapa orang yang berada di lubang penambangan.

Apalagi, proses evakuasi sempat terhambat oleh medan yang cukup sulit dijangkau. “Lokasi korban tertimbun cukup sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi agak lama,” lanjut Budi.

Sementara itu, Sekretaris Tagana Kabupaten Bogor, Dede Soleh mengatakan untuk mencapai lokasi tertimbunnya para korban, tim evakuasi harus berjalan sekitar tiga jam dari jalan raya. Sebab, tidak ada akses kendaraan di sekitar lokasi longsor.

Sebagian besar korban yang tewas, lanjut Dede adalah para gurandil yang tengah berada di saung untuk beristirahat. Mereka terseret hingga belasan meter ke bawah dan tertimbun material longsoran. Tinggi tebing yang longsor sendiri mencapai sekitar 10 meter.

Semua korban tewas langsung diserahkan ke keluarga masing-masing. Sementara, korban luka masih dirawat di RS Leuwiliang dan puskesmas terdekat. Menurut Dede, wilayah ini merupakan wilayah rawan longsor, terlebih dengan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal.

Kejadian tewasnya gurandil tertimbun longsor saat menambang juga bukan kali ini saja. Meski demikian, kegiatan penambangan liar terus marak terjadi. Begitupun warga sekitar tidak takut akan risiko tertimbun karena terdesak kebutuhan. Menurut Budi Aksomo, beberapa wilayah yang rawan selain Sukajaya, misalnya Nanggung dan Jasinga.

“Sebagian masyarakat mengaku tidak punya pekerjaan dan pilihan lain selain menjadi penambang liar,” kata Budi. Kegiatan penambangan yang kurang memerhatikan keselamatan kerja membuat kasus gurandil tertimbun longsoran tebing selalu ada setiap bulannya.

sumber : pikran-rakyat.com, gambar: sindonews.com

Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Bokashi

17 July 2009   0 views

Mengintip Pengelolaan Sampah di SMA Kornita

Sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak bermanfaat dan menjijikan karena bau busuknya. Sebaliknya, jika bisa mengolahnya dengan baik, sampah akan menjadi barang yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. SMA Kornita menjadi salah satu SMA yang mengembangkan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan kualitas tinggi. Apa saja resep SMA Kornita meramu sampah organik?

BUKAN hal yang sulit untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Pasalnya, sekitar 70 persen sampah di lingkungan rumah merupakan sampah organik berupa sisa-sisa makanan, tanaman dan kotoran hewan yang mudah terurai.

SMA Kornita yang berada di dalam lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) mempunyai resep mengubah sampah organik menjadi Kompos Bokashi.

Mengenai cara mengolah sampah organik menjadi Kompos Bokashi, Wakasek Kesiswaan SMA Kornita Gatot Widodo menjelaskan, bahan yang bisa digunakan yaitu sampah organik yang telah dicacah dan disekam. Kedua bahan ini kemudian dicampur dengan dedak, gula pasir serta cairan EM4 ditambah air secukupnya. “EM4 merupakan larutan fermentasi untuk proses pembusukan unsur organik,” ucapnya.

Langkah-langkahnya yakni, melarutkan EM4 dan gula ke dalam air, sementara buat adonan sampah, sekam dan dedak sampai merata. Setelah itu, masukan perlahan larutan EM4 ke dalam adonan.

Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan. Bila kepalan dilepas, maka adonan akan mengembang. Bila hal tersebut belum terpenuhi dan adukan belum sempurna, kembali lakukan pengadukan ulang.

Selanjutnya, adonan ditumpuk di atas ubin kering, kemudian ditutup dengan karung selama 3-4 hari. Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40-50 derajat celcius.

Jika suhu lebih dari 50 derajat celcius, bukalah karung penutup dan bolak-balik gundukan adonan. Kemudian, kembali tutup dengan karung goni dan diamkan selama empat hari.

Suhu tinggi dapat mengakibatkan adonan rusak karena proses pembusukan. Selain itu, pengecekan suhu dilakukan setiap lima jam.

Setelah empat hari, adonan terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

Menurut dia, pupuk yang dihasilkan kini sudah dapat dirasakan dan digunakan, walaupun masih intern. “Digunakan untuk kebun milik sekolah,” ujarnya.

Dengan demikian, sampah yang dihasilkan tidak terbuang dengan percuma. “Setelah dengan Jerman, dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan Unilever Indonesia,” katanya.

Sebenarnya, ada cara lain untuk mengurangi volume sampah yaitu dengan cara pembakaran. Namun, cara tersebut dapat menghasilkan dioksin atau ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan) atau PCB (poly chlorinated biphenyl).

Apabila senyawa yang berstruktur sangat stabil hanya dapat larut dalam lemak dan tidak dapat terurai ini bocor ke udara dan terhirup manusia maupun hewan melalui udara, dioksin akan mengendap dalam tubuh dan pada kadar tertentu dapat mengakibatkan kanker. “Diharapkan, semua dapat menyadari hidup bersih,” pungkasnya. (*)
(Lucky L. Hakim) radar-bogor.co.id

PESANTREN PERTANIAN DARUL FALLAH

3 July 2009   130 views

Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah didirikan berdasarkan Akta Notaris J.L.L Wenas di Bogor pada tanggal 09 April 1960, dengan nomor 12. Yayasan Pesantren Pertanian Darul  Fallah terdaftar dalam buku regristrasi di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor pada tanggal 16 Maret 1969 di bawah no. 25/1969 AN

Perkampungan Pesantren dibangun mulai bulan Juni 1960 di  atas lahan tanah wakaf dari R.H.O. Djunaedi seluas 26,6 Ha. Pengesahan terhadap pengwakafan areal lahan itu disyahkan oleh Kepala Pengawas  Agraria Keresidenan Bogor pada tanggal 20 Juni 1961, dengan piagam No. 114/1961. Areal itu terletak di dua blok yaitu blok Lemahduhur dan Blok Gunung Leutik, (sekarang disebut Bukit Darul Fallah) Desa Benteng.

Pada tanggal 02 Agustus 1966, oleh Pengurus Yayasan telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar Yayasan di hadapan Notaris Ny. Nurhayati Yunus, SH. Di Bogor dengan Nomor 1 (satu). Anggaran Dasar Yayasan telah dimasukkan alam Tambahan Berita Negara dengan nomor 49 tahun 1997, pada Tambahan Berita Negara RI tanggal 24 April 1997 No. 32.

Pengurus Yayasan dan Pimpinan Pesantren beralamatkan di Kp. Lemahduhur, RT. 02/04 desa Benteng kecamatan Ciampea kabupaten Bogor. Surat-surat pos dapat dialamatkan pada “PP. Darul Fallah Kotak Pos 100 Bogor (16001)

Sebagai Ketua Yayasan yang pertama adalah K.H. Sholeh Iskandar (1960-1992), (1992-2003) adalah Dr. Ir. H. A. Aziz Darwis, MSc) dan dari tahun 2003-sekarang adalah  Dr. Ir. H. Meika S. Rusli, untuk menyesuaikan Anggaran Dasar YPP. Darul Fallah dengan UU No. 16 Tahun 2001, maka sebagai Ketua Pembina adalah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Darwis, M.Sc Dan saat ini Pimpinan Pesantren adalah KH. Abdul Hanan Abbas, Lc

Pendidikan  formal pesantren dimulai pada tahun 1963. Pada tahun 1968, dimulai lagi pendidikan Pesantren Pertanian Darul Fallah tingkat Aliyah yang dipimpin oleh Ir. M. Saleh Widodo (Al. Meninggal 1991). Sejak saat itu (1968) ditetapkan pula Dr. Muhammad Natsir (Alm. Meninggal 1993) sebagai Ketua Badan Penasehat Pengurus YPP. Darul Fallah, selanjutnya K.H. Hasan Basri sebagai Ketua Badan Penasehat YPP. Darul Fallah pada tahun 1993-1999 (Alm. Meninggal pada tahun 1999) dan sejak 1999 digantikan sebagai Ketua Badan Penasehat adalah Prof. Dr. Ir. H. Zuhal Abdul Qodir, MSc.

§  VISI  PP. DARUL FALLAH

Mewujudkan Darul Fallah sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pengembangan masyarakat dengan memiliki keunggulan tersendiri dan menghasilkan SDM yang memiliki ruhul jihad, kreatif, inovatif dan mandiri.

§  MISI  PP. DARUL FALLAH

a.  Pendidikan

Menyelenggarakan dan mengembangkan sistem pendidikan yang unggul dengan kurikulum yang memadukan materi ajaran Islam dan IPTEK dalam jenjang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

b. Dakwah

Menyelengarakan dakwah bilhal dengan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mendifusikan IPTEK dalam usaha-usaha produktif. Dakwah difokuskan dalam bentuk dakwah bilhal.

c. Pengembangan Masyarakat

Mengembangkan proyek-proyek percontohan qoryah thoyyibah di daerah pedesaan dengan pendekatan menjalin kerja sama dengan instansi atau lembaga terkait.

§  TUJUAN  PP. DARUL FALLAH

Terbentuknya pribadi beriman-berilmu-berakhlaq Islam yang mandiri dan berdakwah menegakkan agama (Iqomatuddin), yang membina peningkatan harkat kehidupan diri pribadi, keluarga dan masyarakat melalui dakwah dan berwiraswasta yang diridhoi ALLAH SWT.

  • KONDISI Lahan dan Perkampungan

Lahan pesantren  seluas 26,5 ha, terletak pada km 12 jalan raya Bogor-Leuwiliang, atau 2 km dari  kampus  IPB Darmaga. Lahan memanjang sekitar 1 km dari tepi jalan raya kampung Kebon Eurih masuk kedalam ke arah kampung Gunung Leutik. Kondisi lahan berbukit, 90 % miring dan 10 % datar. Hanya sebagian kecil kira-kira 5 % berupa lahan sawah dan sebagian besar berupa lahan kering.  Tanah lahan kering termasuk jenis  latosol, dengan pH antara 5-7. Curah hujan rata-rata per tahun > 3.000 mm, 09 – 12 bulan basah serta 0-1 bulan kering.  Mulanya keadaan lahan kurus dari unsur-unsur hara karena proses pencucian oleh air hujan (perkolasi). Kondisi itu telah berubah setelah sebagian besar lahan tertutup oleh budidaya tanaman tahunan serta kebun rumput. Lahan Pesantren sebagian besar dibatasi secara alami oleh sungai-sungai besar (Cinangneng, Ciampea) serta selokan-selokan.

  • Kegiatan Yang Telah Dilaksanakan

§   Pendidikan dan Dakwah

1.    TK/Raudhatul Athfal

2.    Madrasah Diniyah 4 tahun (untuk tingkat SD/MI)

3.    Madrasah Tsanawiyah (Terakreditasi ‘A” Unggul)

4.    Madrasah Aliyah Terpadu (Terakreditasi “A” Unggul)

5.    Pendidikan Kesetaraan (Paket A dan Paket B)

§  Pusat Pelatihan (Diklat)

§  Unit Usaha

1.       PT. Dafa Tekno Agro Mandiri (perbanyakan tanaman/kultur jaringan)

2.       Koperasi Pondok Pesantren (simpan pinjam, warung, wartel dan pupuk organik)

3.       Peternakan dan Perikanan (sapi perah dan kambing perah)

4.       Pabrik Pakan Ternak (Kapasitas Produksi 100 ton/hari)

5.       Usaha Rumah Tangga (nata de coco,  aloe vera/lidah buaya dll)

6.       Pertukangan dan Perbengkelan (Besi dan Kayu)

7.       Agrowisata Rohani

8.       Hutan Rakyat

9.       Lembaga Penunjang lainnya seperti P4S, BDS, LM3.

Profil Usaha Yang Telah Dijalankan

A.     Pendidikan

Pesantren Pertanian Darul Fallah menerapkan suatu system pendidikan terpadu dari berbagai sisi seperti keterpaduan :

1. Pendidikan agama dengan teknologi/keterampilan (terutama Agribisnis)

2.     Pendidikan formal  dengan non formal pesantren serta informal komunitas pesantren.

3.     Pendidikan intelektual (teori) dengan praktek penerapan usaha (kewirausahaan).

4.    Pendidikan pencapaian prestasi individual dengan semangat pelayanan pada  masyarakat dhuafa dan masakin.

Sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, maka  dibuka pendidikan formal yakni TK Islam/Ra (tahun 1992), MTs (tahun 1993) dan MAT (tahun 1994). Kurikulum : Darul Fallah menggunakan Kurikulum yang merujuk pada Kurikulum Nasional Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional yang disempurnakan dengan muatan lokal terutama Jiwa Kemandirian, MIPA dan Agama.

B.   Unit Usaha

1. PT DaFa Teknoagro Mandiri

PT. DaFa Teknoagro Mandiri sebagai produsen bibit unggul terdepan, saat ini telah memproduksi berbagai bibit tanaman holtikultura, kehutanan dan perkebunan.

Bibit yang telah diproduksi antara lain kentang granola dan atlantic, pisang buah (Tanduk, Ambon, Emas, Mulubebe), pisang abaca, Chrysanthemum (20 jenis), Anggrek (Phalaenopsis, Dendrobium), Jati Kencana (fast growing) dan vanili.  Yang masih dalam penelitian antara lain gaharu, ramin, rami, ubi dan talas jepang serta mahkota dewa.

Dalam lima tahun mendatang diproyeksikan produk kentang menjadi benchmark produsen benih di Indonesia baik Plantlet, benih G0, G1 dan G2.  Dengan jaringan petani penangkar di seluruh Indonesia dan market share 5 % kebutuhan benih kentang nasional mampu memproduksi 5.000 ton benih G4 per tahun.

Dengan aset perusahaan yang dimiliki antara lain bangunan laboratorium (798 m2), green house (60 m2), nursery net house (2.000 m2) dan lahan benih (2 Ha) diharapkan menjadi

sarana bagi santri untuk dapat mempelajari dan mempraktekkan pengetahuan yang dimilikinya.

2. Kopontren Darul Fallah

Koperasi Pesantren Darul Fallah didirikan pada tahun 1969. Anggota koperasi adalah seluruh warga Pesantren yaitu pengurus yayasan, pengelola, ustadz, karyawan dan santri serta simpatisan Darul Fallah.

Fasilitas yang ada yang berfungsi juga sebagai sarana pembelajaran antara lain :

§  Unit Simpan Pinjam Syariah

§  Warung Serba Ada Koperasi

§  Pupuk Organik Bokashi

§  Konsultasi dan Pelatihan Perkoperasian

§  Lembaga pemberdayaan usaha kecil menengah di bawah Kementerian Koperasi

3. Unit Usaha Peternakan

Aset usaha peternakan antara lain kandang (sapi perah, sapi penggemukan, domba, kambing perah) seluas 3.000 m2, lapangan rumput seluas 3 Ha lebih, unit pengolahan hasil susu, pembuatan pupuk bokasi dan intalasi biogas serta kolam ikan. Program unit usaha peternakan antara lain pengembangan jumlah dan kualitas ternak, diversifikasi usaha, pengelolaan produksi spesifik dari hulu sampai hilir dan mendirikan pusat pelatihan bisnis peternakan. Pengelolahan hasil peternakan seperti susu pasturisasi (kambing dan sapi) dan yogurt dari susu sapi.

4. Usaha Rumah Tangga

Para staf dan karyawan PP. Darul Fallah diberikan kesempatan untuk mengelola usaha-usaha kecil yang bernilai ekonomis tinggi. Usaha-usaha tersebut di antaranya nata de coco (Amalia), nata de aloe vera/lidah buaya (alera, jamur tiram dan lain-lain.

5. Pertukangan dan Perbengkelan

Pesantren memiliki bengkel kayu dan bengkel besi sebagai sarana pembelajaran bagi para santri.

6. Hutan Rakyat

Hutan Rakyat ini ditujukan untuk menumbuhkan dan mendukung program lain seperti wisata rohani, outbond, percontohan dan pendidikan kehutanan, dengan menggunakan alokasi lahan seluas 5 Ha. Dibuka pertama kali dengan penanaman sengon pada tahun 1998 (kerja sama dengan IPB), dan sudah mulai dipanen pada tahun 2007 ini, bersamaan dengan peluncuran Program “Mari Menanam Sejuta Sengon” oleh Menteri Kehutanan RI.

Areal ini juga menjadi area praktikum santri yang dikombinasikan dengan penanaman jati untuk investasi jangka panjang.

7.   Agrowisata Rohani

Panorama areal pesantren yang indah, sejuk dan nyaman, dengan suasana agamis dan fasilitas masjid mendukung untuk wisata rohani. Obyek penunjang seperti persemaian, kolam ikan, anak kambing berkeliaran, hutan dan track yang terarah akan mendukung wisata pendidikan, pertanian, outbond yang islami.

8. Lembaga Penunjang Lainnya

  • Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S)
  • Lembaga Mandiri yang Menagakar di Masyarakat (LM3)
  • Pusat Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama antar pesantren se Jabotabek, Jawa Barat dan Banten.

Semua unit-unit usaha yang dimiliki Pesantren Pertanian Darul Fallah menjadi sarana media pendidikan dan praktikum santri pada bidang studi IPA, Ekonomi, manajemen lingkungan dan pengujian mutu produk.

  • Ketersediaan Sarana dan Fasilitas

Darul Fallah saat ini telah memiliki fasilitas dan sarana sebagai untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan  antara lain :

§  Pusat pelatihan ini memiliki fasilitas 15 kamar penginapan dengan kapasitas dengan daya tampung saat ini 60 orang .

§  Sarana Belajar (Kelas, Laboratorium & Perpustakaan)

§  Masjid sebagai pusat aktivitas

§  Asrama & ruang makan putra – putri (terpisah)

§  Lapangan Olahraga

§  Aula/Gedung Serba Guna

§  Camping Ground/Outbound

§  Sarana Perbengkelan & Keterampilan

  • Ketersediaan Sarana Penunjang

Darul Fallah saat ini telah memliki sarana penunjang untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan  antara lain :

§  Pabrik makanan ternak (kapasitas 100 ton)

§  Mesin Pasteurisasi susu

§  Pendingin/freezer dengan kapasitas besar

§  Instalasi biogas dari kotoran ternak

§  Instalasi hidram (pompa air system hidrolis)

§  Vacuum Frying

§  Alat pengiris singkong, pemarut kelapa, penggiling cabe

§  Alat pemotong rumput, pengrajang rumput, dan penggiling pellet makanan ternak.

§  Kandang (sapi perah, sapi penggemukan, domba, kambing perah) seluas 3.000 m2,

§  Lapangan rumput seluas 3 Ha lebih,

§  Unit pengolahan hasil susu,

§  Pabrik pembuatan pupuk bokasi.

§  Laboratorium Kultur Jaringan

Jenis Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

§  Santunan Terhadap Anak Yatim

Di sekitar pemukiman pesantren terdapat anak-anak yatim dari keluarga miskin.  Karena kemiskinan itu, mereka sebagian besar tidak menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar.Maka dibentuk Unit Kerja untuk mengumpulkan dana serta menyantuni keperluan pendidikan anak-anak yatim itu. Hal itu dilakukan dengan bekerjasama dengan Biro Anak Yatim BKSPP dan DDII. Sekarang praktis tidak ada anak yatim di 4 kampung dari 2 desa yang tidak menamatkan SD. Sebagian mereka melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Darul Fallah. Saat ini ada lebih dari 120 anak yatim yang secara berkala mendapatkan santunan alat-alat belajar, dan masih sangat kecil yang mendapat beasiswa belajar secara penuh.

§  Pesantren Kilat

Setiap tahun pesantren menyelenggarakan Pesantren Kilat selama 12 hari untuk setiap angkatan. Semula Pesantren Kilat diselenggarakan di bulan Ramadhan, tetapi setelah sekolah umum tidak libur di bulan Ramadhan, Pesantren Kilat diselenggarakan pada hari libur panjang bulan Juni-Juli. Setiap angkatan diikuti sekitar antara 120-200 santri dari pendidikan tingkat SD kelas V dan VI, tingkat SLP dan SLA.

§  Pelayanan Pengajaran pada Majelis Ta’lim

Para pengasuh pesantren secara bergantian memberikan pengajian di dusun Kebun Eurih, dusun Lebak Gunung, dan dusun Gunung Leutik.  Pengajian itu berlangsung untuk seminggu sekali setelah shalat Isya.  Di samping itu di pesantren setiap malam Sabtu diadakan pengajian warga pesantren (pria dan bukan santri), dan pada Sabtu sore pengajian kaum ibu di mesjid pesantren bersama masyarakat sekitar.  Pesantren juga menjadi penyelenggara pengajian gabungan dari Pondok Pesantren Bogor (Majelis Ulil Albab) yang berlangsung setiap hari Ahad kedua bulan Masehi yang bersangkutan.

§  Pembinaan Masyarakat Desa Hutan

Pada bulan September 1999, Pesantren Pertanian Darul Fallah dengan PERUM PERHUTANI Wilayah I Jawa Barat menandatangani kesepakatan bersama untuk membina sekitar 500 petani yang mengolah lahan PERUM PERHUTANI di Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor.  Peran pesantren adalah membina mental, mengusahakan pinjaman modal kerja serta memberikan bimbingan teknik budidaya tanaman sela.

§  Memberikan Konsultasi Agribisnis

Di pesantren dibentuk Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) dengan menempatkan tenaga ahli dari pesantren, IPB dan Dinas-Dinas.  KKA berada dalam naungan Yayasan Konsultasi Agribisnis yang dibentuk oleh pribadi-pribadi tingkat pusat Departemen Pertanian.

§  Menyediakan Fasilitas Lapangan Olahraga

Sejumlah 5 SD di sekitar pesantren menggunakan lapangan olahraga pesantren untuk mengajar olahraga bagi muridnya.  Hal itu dikarenakan kurangnya lapangan sepak bola di Kecamatan Ciampea (hanya ada 1 untuk 18 desa). Sekolah Bola CIWA yang diselenggarakan oleh PS CIWA juga menggunakan lapangan pesantren untuk latihan. Telah disepakati bahwa pesantren akan ikut membina mental anak-anak bola yang berjumlah hampir 200 anak (SD dan SLP).

§  FOSMATREN (Froum Silaturahmi Pondok Pesantren)

Lembaga silaturahmi yang dibentuk untuk mewadahi alur komunikasi antar pondok pesantren dalam berbagai kegiatan pengembangan masyarakat. Sampai saat ini kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya :Pengadaan dempon peternakan di cijeruk Bogor, Dempon kacang tanah di Cileungsi Bogor, Dempon Tanaman Hutan di Ciampea Bogor, Dempon Ikan Lele Sangkuriang.

§  Kelembagaan Intern Pendukung

Untuk penyelenggaraan berbagai pelatihan itu pesantren mengembangkan berbagai kelembagaan seperti Yayasan Desa Bahagia (YDB), Badan Koordinasi Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren  (BKP Kopontren), Unit Pelayanan dan Pengembangan Teknologi Pertanian Agribisnis (UPPTPA), Unit Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA), Pusat Pendidikan Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S), Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3), dll.

Untuk Informasi Lebih Lanjut :

YAYASAN PESANTREN PERTANIAN DARUL FALLAH

JL. RAYA BOGOR-CIAMPEA KM 12 BOGOR 16620

TELP/FAX : 0251- 8622303/ 8622278

EMAIL : [email protected] , WEBSITE : www.darulfallah.org

Mengunjungi Kelompok Tani MKM di Leuwiliang – Jaga Kolam 24 Jam, Wakili Jawa Barat di Tingkat Nasional

21 June 2009   5 views

gurameGurame merupakan jenis ikan yang paling populer dikonsumsi. Selain memiliki daging tebal, ikan ini memiliki cita rasa yang nikmat jika diolah menjadi gurame goreng, gurame saus tiram, atau gurame rica-rica. Selain cita rasa yang nikmat, budidaya gurame relatif mudah dan menghasilkan keuntungan besar. Seperti apa kelompok tani Mitra Karya mandiri (MKM) melakukan budidaya ikan gurame?

TINGKAT konsumsi ikan gurame semakin meningkat. Tidak heran, kelompok tani MKM   di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang membudidayakan ikan yang terkenal dengan daging tebal dan gurih itu. Bahkan, kelompok tani MKM mampu mewakili Jawa Barat dalam lomba pembenihan ikan tingkat nasional 2009.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi  diraih kelompok tani MKM. Di antaranya, juara I Lomba Kelompok Pembenihan Gurame Tingkat Kabupaten Bogor 2005, Juara I Lomba Kelompok Pembudidayaan Ikan Tingkat Jabar 2006 hingga kelompok berprestasi dari Bupati Bogor pada Hari Jadi ke-525 Bogor.

Berdiri tahun 2000, kelompok tani MKM kini mempunyai 149 kolam yang dikelola 30 anggota di atas lahan seluas 32.700 meter persegi. “Kami menjaga kolam  24 jam,” kata salah satu anggota MKM Rahmat (28) kepada Radar Bogor.

Pembenihan gurame dirancang menggunakan teknologi tepat guna, baik wadah yang digunakan atau teknik budidaya serta penanganannya.

Menurut Rahmat, meski produktivitasnya lebih tinggi pada musim kemarau, gurame berproduksi sepanjang tahun. Namun, yang perlu diperhatikan adalah  padat tebar induk, tata letak sarang, panen telur, dan kualitas air.

Tempat bahan sarang diletakkan di permukaan air berupa anyaman kasar dari bambu atau bahan lainnya sehingga induk ikan mudah mengambil sabut kelapa untuk membuat sarang. Pembuatan sarang  berlangsung selama satu hingga dua minggu tergantung kondisi induk dan habitatnya.

Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dilakukan dengan meraba dan menggoyangkan perlahan sarang atau menusuk sarang dengan lidi atau kawat. Sarang yang sudah berisi telur ditandai dengan keluarnya minyak atau telur dari sarang ke permukaan air.

Selanjutnya, sarang yang sudah berisi telur diangkat. Telur dipisahkan dari sarang dengan hati hati, karena mengandung minyak, telur akan mengambang di permukaan air.

Telur yang baik berwarna kuning bening sedangkan telur berwarna kuning keruh dipisahkan dan dibuang karena rusak. “Minyak yang timbul dapat dikurangi dengan cara diserap memakai kain,” jelas Rahmat.

Pemeliharaan benih dilakukan di dalam kolam dengan persiapan meliputi, pengolahan tanah dasar kolam, pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air, dan pengkondisian air kolam. Pengolahan tanah dasar kolam  berupa pembajakan, peneplokan dan perbaikan pematang kolam. “Pengeringan dilakukan  dua hingga lima hari,” ujar pria yang lebih dari delapan tahun membudidayakan gurame ini. (*)
(Lucky L. Hakim) radar-bogor.co.id

NANAS BOGOR

19 May 2009   7 views

Deskripsi
Sesuai dengan namanya, nanas bogor berasal dari bogor dan banyak ditanam di sekitar Gunung Salak. Nanas ini serimg juga disebut nanas nambo, karena jenis ini sangat terkenal di Desa Nambo, daerah sekitar Bogor. Buahnya kecil dengan berat 0,5-1 kg. Bila matang, kulit buahnya berwarna kuning dengan mata berlekuk dalam. Daging buahnya berwarna kekuningan, berserat halus, dengan rasa yang manis. Kandungan airnya sedikit sehingga teksturnya agak keras.

Manfaat
Buahnya sangat cocok untuk buah meja.

Syarat Tumbuh
Nanas sangat mudah ditanam dan dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Akan tetapi, pertumbuhan yang optimum dapat terjadi pada ketinggian antara 100-700 m di atas permukaan laut dengan bulan basah banyak. Bila ditanam di daerah kering, tanahnya harus memiliki sistem pengairan yang baik. Kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 150 cm. Sedangkan suhu udara rata-rata sekitar 30° C. Tanah harus ringan hingga sedang dengan tekstur setengah berat atau liat, porous, clan berhumus banyak. Derajat keasaman yang sesuai untuk tanaman ini berkisar antara 4,5-5,5. Kesuburan tanah tidak menjadi kendala pertumbuhannya, asalkan kebutuhan zat haranya terpenuhi.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Sampai sekarang tanaman nanas diperbanyak dengan anakan yang keluar dari pangkal batang. Namun, adakalanya diperbanyak pula dengan sucker atau slips dan mahkotanya. Batang dan mahkota bunga dapat dipotong dan dibelah untuk dijadikan bibit. Antara anakan (raton), tunas batang (sucker), dan mahkota (crown) terdapat perbedaan sifat fisiologis dalam umur berbunga dan produksinya. Makin ke bagian atas tanaman, umurnya makin panjang dan produksinya rendah. Namun, umur tanaman berbunga tidak menjadi persoalan karena pembungaan tanaman nanas dapat diatur dengan memberikan zat tumbuh, di antara karbid dan ethrel 40 PGR. Anakan atau mahkota bunga yang baru dipotong (dipisahkan) dapat ditanam langsung, tanpa disemaikan dahulu. Namun, sebaiknya dibiarkan dulu selama beberapa hari sebelum ditanam. Hal ini dimaksudkan agar lukanya tertutup kalus lebih dulu sehingga cepat berakar. Budi daya tanaman: Nanas ditanam dengan sistem dua-dua baris. Tiap baris pada jarak 60 cm x 60 cm dan jarak antarbaris 150 cm. Namun, nanas dapat pula ditanam pada jarak antara 30-40 cm. Semakin rapat jarak tanamnya, buah yang dihasilkan semakin kecil. Untuk kebutuhan industri pengalengan (canning) biasanya diperlukan buah berukuran kecil (jarak tanam 30 cm x 40 cm) silindris. Pupuk kandang yang diperlukan 5-10 kg per lubang tanam. Pupuk buatan yang digunakan yaitu 300 kg urea, 600 kg TSP, dan 300 kg KCl per hektar per tahun.

Pemeliharaan

Pupuk buatan diberikan dua kali, yaitu pada umur empat minggu dan delapan minggu setelah tanam. Namun, pemberian pupuk urea yang berlebihan dapat mendorong terjadinya mahkota ganda (multiple crown) dalam satu buah sehingga menyebabkan buah menjadi kecil dan terbentuk buah ganda (satu tangkai ada banyak buah yang berdempetan). Pemeliharaan selanjutnya adalah pembersihan rumput atau gulma, terutama alang-alang (Imperata cylindrica L.). Adanya gulma pada pertanaman nanas dapat menurunkan hasil buah antara 20-42%. Pembuatan saluran-saluran drainase yang baik sangat dianjurkan untuk mencegah serangan penyakit busuk akar dan busuk hati (titik tumbuh). Dalam mengatur panen, pembungaan tanaman nanas dapat diatur. Bila tanaman disemprot dengan ethrel 40 PGR dosis 70-200 ppm (1 ppm = 1 mg /liter air) pada titik tumbuhnya, satu bulan kemudian tanaman akan berbunga. Sebagai gantinya dapat digunakan karbid 200-300 mg yang dimasukkan ke titik tumbuh.

Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang tanaman nanas yang penting adalah kutu merah, kutu sisik (Diaspis bromeliae Kerner), kutu tepung atau kutu putih (Dysmicoccus breuipes), binatang kala seribu (Scutigerella immaculata Newp), dan nematoda Pratylenchus yang menyebabkan terjadinya bintil-bintil pada akar. Tanaman yang terserang kutu daunnya akan keriput dan pucat. Sementara penyakit yang berbahaya adalah cendawan Phytophthora cinnamomi Rand yang menyebabkan busuk hati (titik tumbuh) dan busuk buah bakteri Erwinia chrysanthemi. Pada pertanaman nanas yang drainasenya tidak baik atau tergenang air, penyakit busuk akar cendawan Phytophthora parasitica mengancam. Selain itu, ada penyakit virus yang menyebabkan daun nanas mengecil dan bergaris kuning yang disebut Emilia sonchifolia (L.) DC. Virus ini disebarluaskan oleh gurem Thrips tabaci Lind. Oleh karena itu, dalam usaha tani komersial yang berskala besar, hama dan penyakit perlu dicegah sebelum menyerang tanaman. Hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan insektisida Bayrusil atau Kelthane 0,2%. Sementara penyakit cendawan dapat diatasi dengan semprotan fungisida sistemik.

Panen dan Pasca Panen
Buah nanas harus dipanen setelah tua benar atau matang pohon. Tanda buah dapat dipanen adalah matanya datar dan tampak jarang. Bila dipukul (diketuk) akan mengeluarkan suara menggema. Buah nanas yang mulai matang akan mengeluarkan aroma khas. Bulan-bulan panen besar adalah Desember, Januari, dan Juli.

Wisata Agro. Perkebunan Teh Cianten

16 May 2009   1 views

Banyak yang bilang, kawasan Puncak Bogor sudah tidak alami lagi dan sudah tak seindah dulu. Mungkin ini pengaruh dari modernisasi yang merambah kawasan sejuk tersebut. Banyaknya pembangunan yang tidak sesuai peruntukan, kemacetan di mana-mana, banyak warung pinggir jalan yang mengganggu pemandangan, setidaknya membuat orang sedikit mengelus dada. Kawasan puncak jadi tak seindah dulu. Namun meskipun demikian, kawasan puncak tetap menjadi primadona, khususnya warga Ibu Kota, untuk berlibur.

Cianten Agro Wisata

Jika bosan dengan suasana kawasan Puncak yang identik dengan perkebunan teh dan ingin merasakan suasana yang hampir sama dan lokasinya masih di kabupaten bogor, ada satu lagi perkebunan teh yang terletak di barat daya Kabupaten Bogor, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi, yang tak kalah indah dengan kawasan Puncak, yaitu perkebunan teh Cianten.

Perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN VIII ini terletak di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kab Bogor, sekitar 60 km dari kota Bogor ke arah barat yang bisa memakan waktu tempuh 3-4 jam dari pusat kota. Jika ingin mencoba berwisata agro ke daerah ini disarankan membawa kendaraan pribadi (motor atau mobil) untuk memudahkan transportasi dan menanggulangi sulitnya kendaraan umum menuju lokasi. Dari bogor, kita bisa mengarahkan kendaraan ke arah Leuwiliang/Jasinga. Sebelum tiba di Pasar Leuwiliang, di pertigaan Karacak, belok kiri dan mengikuti jalan ke arah PLTA Karacak. Dari pertigaan ini hingga Desa Puraseda kita tetap masih menikmati kenyamanan berkendara karena jalan mulus berhotmix akan menemani selama perjalanan. Namun selepas itu, jalanan akan mulai tidak mulus. Jalan aspal yang tadinya mulus, karena musim hujan mulai rusak namun masih layak dilalui kendaraan.

Sepanjang jalur ini jangan harap kita akan menemukan toko dan restoran seperti halnya di kawasan Puncak. Namun, mengenai pemandangan sepanjang jalan, treknya tak kalah menarik daripada Puncak karena kanan-kiri jalan disuguhi pemandangan perbukitan dan sesekali memasuki hutan lebat yang masih perawan. Tapi santai saja, di jalur ini kita tidak akan menemukan kemacetan seperti halnya di Puncak. Bagaimana mau macet, perkampungan saja masih jarang.

Sebelum memutuskan berwisata ke tempat ini, pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena akan sulit menemui bengkel ketika memasuki jalur Cianten. Pastikan juga ban kendaraan Anda bagus dan layak pakai, karena tidak akan ditemui tukang tambal ban sepanjang jalan. Jangan lupa pula, pastikan tangki bensin terisi full, dikhawatirkan habis di tengah jalan. Sebab, di jalur ini kita tidak akan menemui pompa bensin, yang ada hanya tukang bensin eceran, itu pun masih terbilang jarang karena jalanan didominasi hutan dan perbukitan. Namun itulah seninya perjalanan ke daerah ini, terutama bagi orang yang suka perpetualang.

Cianten Agro Wisata

Segala rintangan selama perjalanan akan terbayar lunas setelah masuk kawasan perkebunan teh Cianten. Pemandangan indah, hamparan kebun teh yang menghijau, masih alaminya suasana, seolah menghapus “duka” selama perjalanan. Seperti halnya perkebunan lain yang dikelola oleh PTPN, di kawasan dengan luas sekitar 675 hentare ini juga terdapat gudang penyimpanan teh, kantor pengelola, mesjid, gedung pengolah teh, dan fasilitas standar perkebunan teh lainnya. Namun, fasiltas umum seperti WC umum, villa, mess, dan sebagainya masih tidak terlihat di kawasan ini.

Apa bagusnya Cianten daripada puncak? Bisa dibilang, kawasan Cianten ini merupakan kombinasi antara perkebunan teh dan hutan lindung. Sepanjang mata memandang, hamparan luas perkebunan teh dikelilingi hutan lindung Taman Nasional Halimun-Salak. Di sini juga kita akan menemukan semacam wisata budaya. Penduduk di sekitar perkebunan masih belum begitu terpengaruh budaya kota, sehingga kehidupan sehari-harinya sebagian masih berjalan secara tradisional. Kearifan penduduk lokal dan keseriusan pengelola mengurus perkebunan ini menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Dari kawasan perkebunan teh Cianten ini, kita tinggal memutuskan apakah akan langsung pulang atau melanjutkan perjalanan mengikuti trek yang ada. Jika melanjutkan perjalanan, kita akan sampai di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukabumi, atau bahkan bisa langsung tembus ke arah Pelabuhan Ratu dengan memakan waktu sekitar 1-2 jam perjalanan lagi. Sumber meongcongkok.wordpress.com

Next Page »

Masukkan 468x60e1 kode banner di sini
Masukkan 468x60e2 kode banner di sini