Akhirnya black box Sukhoi Superjet 100 ditemukan

May 16, 2012  
Filed under Bogor Barat Terkini, Transportasi

Pada hari ketujuh setelah Sukhoi Superjet 100 Rusia dinyatakan mengalami kecelakaan penerbangan di punggungan Gunung Salak, tim SAR dari unsur Komando Pasukan Khusus TNI-AD menemukan black box pada jurang terjal. Kondisi black box masih cukup utuh dan akan dibaca serta dianalisis KNKT guna menentukan sebab musabab kecelakaan pada Rabu siang lalu itu (9/5). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Akhirnya black box Sukhoi Superjet 100 ditemukan pada Selasa pagi di punggungan Gunung Salak, Jawa Barat. Pengumuman resmi penemuan black box oleh satu tim Kopassus TNI-AD itu dilakukan malam hari karena proses pengangkutannya memerlukan waktu hingga lebih tujuh jam naik-turun gunung.

“Medannya terjal sekali. Selasa pagi kami turun ke titik dengan teknik rappeling dari helikopter TNI-AU. Kami bergerak turun sejauh 500 meter ke bawah, masih turun lagi 300 meter ke tempat kami menemukan ekor pesawat terbang yang ada alat komunikasinya, tempo hari,” kata Kepala Dinas Penerangan Kopassus TNI-AD, Letnan Kolonel Infantri Taufik Shabri, dari Pasir Bogor, Jawa Barat, Selasa malam.
Tim yang menemukan, katanya, ternyata harus naik lagi 100 meter di tebing yang kemiringannya bisa sekitar 85 derajad itu. “Di atas itulah kami menemukan benda yang diduga black box itu. Kami sebelumnya mendapat gambaran, seperti apa kira-kira black box itu dari pihak yang berwenang,” kata Shabri.
Setelah meyakini bahwa itu black box, katanya, tim langsung membungkus secara seksama benda itu dan membawa secara simultan dari lokasi persis penemuan. Medan yang sangat terjal memberi tantangan tersendiri bagi tim untuk membawa ke Salak 1, helipad tempat benda-benda temuan dan kantung jenasah ditempatkan sebelum dibawa ke Jakarta.
“Perlu waktu lebih dari tujuh jam tanpa henti untuk mereka bisa membawa black box itu. Naik-turun gunung berjalan kaki dan memakai teknik memanjat tebing agar misi bisa berjalan baik,” kata Shabri. Itulah sebabnya maka pengumuman resmi penemuan black box itu baru dilaksanakan pada Selasa malam.
Sebagai gambaran, waktu tujuh jam lebih itu setara dengan waktu yang diperlukan pendaki untuk mencapai puncak Gunung Rinjani di Provinsi NTB dari pos awal pendakian.
Kolonel Infantri AM Putranto sebagai ketua Tim SAR Gabungan di sana mengumumkan hal itu kepada pers yang telah menunggu di Salak 1. Kotak hitam itu tidak lagi berwarna asal –oranye– melainkan sudah gosong walau kondisinya masih lengkap.
Untuk selanjutnya black box itu akan diterbangkan ke Jakarta untuk kepentingan penyelidikan sebab-musabab kecelakaan Sukhoi Superjet 100 pada Rabu siang lalu (9/5), yang menyebabkan 45 peserta penerbangan itu berakhir tragis.
Black box terdiri dari dua instrumen utama: cockpit voice recorder yang merekam pembicaraan di dalam kokpit dan antar awak pesawat terbang, dan flight data recorder yang merekam performansi ratusan instrumen secara bersamaan di dalam pesawat terbang.
Paduan hasil pembacaan kedua instrumen itu menyumbang secara signifikan dalam rekonstruksi dan penentuan penyebab kecelakaan. Di Indonesia, KNKT adalah satu-satunya pihak yang berwenang membaca dan mengolah hasil pembacaan black box itu. (*)
sumber : antaranews.com

Taman Nasional Gunung Halimun Salak

September 1, 2011  
Filed under Khas Daerah, Pariwisata

Di TNGHS terdapat beberapa potensi obyek wisata alam, sejarah dan aktivitas budaya masyarakat lokal yang dapat dikembangkan menjadi paket-paket kegiatan pariwisata khususnya kegiatan ekowisata, seperti :

Air Terjun (Curug)
Keindahan air terjun merupakan salah satu daya tarik yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pada umumnya air terjun terbentuk karena terjadinya patahan kulit bumi sehingga aliran air terpotong membentuk loncatan air sesuai prinsip aliran air dari ketinggian ke tempat yang lebih rendah. TNGHS mempunyai banyak air terjun, seperti :

  • Curug Cimantaja dan Curug Cipamulan, terletak di desa Cikiray, kecamatan Cikidang dan kabupaten Sukabumi
  • Curug Piit (Curug Cihanjawar), Curug Walet dan
  • Curug Cikudapaeh, terdapat di sekitar Perkebunan Teh Nirmala
  • Curug Citangkolo, terletak di desa Mekarjaya, kecamatan Kabandungan, kabupaten Sukabumi
  • Curug Ciberang dan Curug Cileungsing, terletak di sekitar kampung Leuwijamang
  • Curug Ciarnisah, terletak di sekitar kampung Cibedug Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
  • Di Gunung Salak terdapat beberapa curug diantaranya Curug Cangkuang (Cidahu); Curug Pilung (Girijaya); Curug Cibadak (Cijeruk); Curug Citiis (Ciapus); Curug Nangka (Taman Sari); Curug Ciputri (Tenjolaya); Curug Cihurang, Cirug Cigamea, Curug Ngumpet dan Curug Seribu (Pamijahan), Curug Cibereum (Jayanegara).

Puncak Gunung
TNGHS memiliki beberapa puncak gunung dengan ketinggian antara 1.700 – 2.211 m dpl. Secara resmi beberapa jalur pendakian ke puncak gunung di TNGHS belum dibuka dan ditata secara khusus. Tetapi beberapa puncak gunung dan hutan yang relatif masih lebat telah menarik didaki dan dikunjungi oleh berbagai kelompok pecinta alam, dengan memenuhi syarat pendakian : seperti membuat ijin pendakian, mempelajari peta jalur pendakian, pendakian didampingi petugas / orang yang sudah mengetahui jalur pendakian, mempersiapkan diri secara fisik dan perbekalan makanan yang cukup.

Beberapa puncak gunung yang menarik didaki :

  • Gunung Halimun Utara (1.929 m dpl.)
  • Gunung Botol (1.720 m dpl.)
  • Gunung Sanggabuana (1.919 m dpl.)
  • Gunung Kendeng Selatan (1.680 m dpl.)
  • Gunung Halimun Selatan (1758 m dpl.)
  • Gunung Puncak Salak 1 (2211 m dpl.)
  • Gunung Puncak Salak 2 (2190 m dpl.)

Di antara puncak-puncak yang umum dan menarik didaki di TNGHS adalah Puncak Gunung Salak 1 karena paling tinggi.
Adapun jalur pendakian ke puncak Gunung Salak sudah diketahui dan dirintis oleh para pendaki gunung melalui beberapa jalur masuk. Saat ini untuk mendaki Puncak Gunung Salak 1, harus dapat memenuhi persyaratan pendakian gunung dan mengurus ijin pendakian di Kantor BTNGHS di Kabandungan, Sukabumi.
Adapun jalur pendakian yang relatif aman dan umum digunakan adalah melalui jalur Javana Spa/Cangkuang, Cidahu –Simpang Kawah Ratu–Puncak Salak
1. Atau Pasir Reungit, Gunung Bunder–Kawah Ratu–Simpang Kawah/ Puncak Salak 1 – Puncak Salak 1

Kawah Ratu
Dengan dimasukannya Gunung Salak ke dalam pengelolaan TNGHS, saat ini terdapat fenomena alam yang menarik di TNGHS adalah Kawah Ratu, berada di lereng puncak Gunung Salak 1 dan di tengah hutan yang relatif masih baik. Untuk menuju tempat ini, dapat melalui jalur Cangkuang atau melalui Pasir Reungit, Gunung Bunder. Di lokasi ini pengunjung harus berhati-hati, tidak boleh lama dan terlalu dekat sumber-sumber uap panas, karena setiap saat dapat terjadi gas-gas beracun yang sangat berbahaya.

Bumi Perkemahan
Salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan di TNGHS adalah berkemah di bumi perkemahan yang sudah tersedia sumber air dan kamar mandi. Lokasinya antara lain di Cangkuang, Sukamantri dan Gunung Bunder.

Candi Cibedug
Candi Cibedug terletak sekitar 10 km sebelah Barat desa Citorek yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Situs Candi yang berukuran kecil ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan di Jawa Barat beberapa ratus tahun yang lalu. Situs ini banyak dikunjungi orang dari luar daerah untuk berziarah.

Gunung Batu dan Cadas Belang
Di dalam kawasan TNGHS juga terdapat lokasi-lokasi yang dipercayai mempunyai kekuatan spiritual, sehingga beberapa pengunjung datang untuk maksud berziarah. Seperti di Gunung Batu terdiri dari dinding batu yang terletak pada puncak bukit, sering digunakan untuk tempat penziarahan. Lokasi ini terletak di desa Mekarjaya dapat dicapai dengan jalan kaki sekitar 2 jam dari kampung Cigadog.

Stasiun Penelitian Cikaniki
Lokasinya terdapat di dalam hutan Cikaniki dekat kampung Citalahab. Saat ini Stasiun Penelitian selain dapat digunakan untuk kegiatan penelitian juga dapat digunakan untuk kunjungan ekowisata.

Jalur Interpretasi (Loop Trail) dan Homestay di Citalahab
Jalan setapak Cikaniki – Citalahab sepanjang 3,8 km dibuat pada tahun 1997, jalur ini telah dilengkapi dengan pal hekto meter (HM), papan petunjuk dan shelter. Setelah HM 15, pada jalur ini terdapat dua alternalif jalan yaitu yang langsung ke kampung Citalahab Sentral dimana terdapat homestay yang dikelola masyarakat lokal atau yang berputar ke perkebunan teh Nirmala blok Citalahab Bedeng sekitar 3,8 km. Sepanjang jalur ini dapat menikmati berbagai flora fauna menarik yang akan memberi pengalaman baru bagi pengunjung berjalan di dalam hutan tropis.

Jembatan Tajuk (Canopy Trail)
Jembatan gantung yang menghubungkan antara pepohonan sepanjang 100 m, lebar 0,6 m dengan ketinggian 20–25 m dari atas tanah dilengkapi dengan tangga naik. Jembatan ini terletak sekitar 200 m dari Stasiun Penelitian Cikaniki. Digunakan sebagai pendukung kegiatan penelitian.

Sumber Air Panas
Di TNGHS terdapat beberapa sumber air panas yang masih alami seperti di Cisukarame dan di Gunung Menir, maupun yang sudah dibuka sebagai tempat rekreasi, seperti di Gunung Salak Endah, Cisolok dan Cipanas.

Perkebunan
Perkebunan di sekitar TNGHS termasuk pemandangan alam yang menarik dan banyak dijumpai dalam perjalanan menuju kawasan TNGHS. Umumnya di wilayah kabupaten Sukabumi dan Bogor terdapat beberapa perkebunan teh yaitu perkebunan teh Jayanegara, Cianten, Pasir Madang dan Parakansalak. Bahkan jauh sebelum TNGHS ditetapkan, di tengah taman nasional juga terdapat enclave perkebunan teh Nirmala yang luasnya sekitar 997 ha.
Selain perkebunan teh saat ini disekitar TNGHS juga terdapat perkebunan kelapa sawit, seperti di Kelapa Nunggal, Cikidang, Cisolok dan juga sepanjang jalan dari Cigudeg di kabupaten Bogor menuju kota Rangkasbitung, kabupaten Lebak.
Arung Jeram dan Pantai Selatan
Perjalanan dari Sukabumi atau Cibadak menuju Pelabuhanratu dan terus ke Bayah selain menyusuri bagian tenggara atau selatan TNGHS juga akan melintasi jalur wisata arung jeram (sungai Citarik dan sungai Citatih) serta pantai selatan yang indah seperti pantai Karang Hawu, Karang Taraje dan Sawarna.

Seren Taun
Masyarakat adat kasepuhan Banten Kidul yang tinggal di sekitar TNGHS sampai saat ini masih mempunyai karakteristik budaya yang khas. Dimana setiap tahun setelah panen padi mereka mengadakan kegiatan adat yang disebut seren taun sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan dalam pertanian khususnya padi yang merupakan makanan pokok masyarakat.
Kegiatan seren taun selain untuk warga kasepuhan juga dapat disaksikan oleh masyarakat umum lainnya termasuk untuk kunjungan wisata budaya karena banyak kegiatan menarik yang dapat dilihat. Jadwal pelaksanaannya antara bulan Juni – Desember setiap tahun, tergantung perhitungan waktu masing-masing kelompok kasepuhan. Beberapa seren taun yang menarik untuk dikunjungi dan dilihat adalah seren taun di kasepuhan Ciptagelar, Sirnaresmi, Ciptamulya, Cicarucub, Cisitu, Cisungsang, Citorek dan Urug.

Kuburan Keramat dan situs-situs masa lampau
Selain situs Candi Cibedug dan Gunung Batu di TNGHS juga terdapat beberapa kuburan keramat dan situs-situs lainnya yang belum terungkap, bahkan ada yang berbentuk “batu berundak” seperti peninggalan masa-masa kerajaan dahulu. Walaupun terdapat di lokasi yang cukup sulit, sering orang berkunjung untuk berziarah seperti ke kuburan keramat di puncak Gunung Salak 1 dan ke lereng puncak Halimun Selatan.
Beberapa lokasi situs lainnya seperti situs Genterbumi di kampung Pangguyangan, situs Ciawitali di Gunung Bodas dan situs Ciarca di kecamatan Cikakak, situs Girijaya di kecamatan Cidahu, Sukabumi, situs Cibalay di kecamatan Tenjolaya, situs Batu Kipas, Lewijamang di kecamatan Sukajaya, Bogor dan situs Gunung Bedil di kecamatan Cibeber, Lebak.
Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

sumber : TNGHS

Akibat Longsor dan Angin Puting Beliung-Dua Rumah Warga Pamijahan Ambrol

August 21, 2009  
Filed under Bogor Barat Terkini, Kecamatan, Pemerintah

ilustrasiputingbeliungPAMIJAHAN – Dua rumah milik warga Kecamatan Pamijahan, kemarin ambrol akibat longsor dan angin puting beliung saat hujan deras menerjang Desa Cibitungkulon dan Cibitungwetan.

Rumah yang tertimpa longsor yaitu milik Ratam (31) di Kampung Ciaseupan, RT 02/ 03, Desa Cibitungkulon. Sedangkan rumah milik Eni (70) warga Kampung Cibitungtengah, RT 01/ 07, Desa Cibitungwetan hancur tertiup angin puting beliung.

Ratam mengatakan, sekitar pukul 19:00 tebingan dibelakang rumah setinggi 5 meter ambrol dan meluluhlantakan rumah. “Saat longsor, anak dan istri sedang diluar rumah,” katanya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut ayah lima orang anak ini, semua barang miliknya yang ada di dalam rumah hancur. Bahkan, kini ia tinggal bersama orang tuanya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Hal senada diungkapkan Eni, sekitar pukul 22.00 hujan disertai angin kencang membuat rumah yang telah ditempatinya selama 15 tahun rubuh.  “Sebelum ambrol, satu persatu genting rumah berjatuhan. Tanpa fikir panjang kami berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” paparnya.  Setelah semua anggota keluarga yang ada di dalam rumah keluar. Tiba-tiba, bangunan ambruk sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalamnya.  Kini, Eni dan keenam anggota keluarganya terpaksa mengungsi dan tinggal di rumah tetangga.

Sekcam Pamijahan Eddy Muslihat mengatakan, telah melaporkan musibah yang dialami warganya untuk mendapat bantuan. “Secepatnya bantuan turun,” ucapnya saat meninjau lokasi kejadian, kemarin.

Kades Cibitungkulon Oji Rosadi berjanji, akan bergotongroyong membangun  rumah yang terkena musibah longsor. “Saya sudah mengajak warga yang lain untuk membantu korban,” singkatnya. (luc) (sumber radar-bogor.co.id)

TEMPAT WISATA DI BOGOR

April 22, 2009  
Filed under Khas Daerah, Pariwisata

Kebun Raya Bogor seluas 111 Ha yang didirikan pada tahun 1817 dengan koleksi tanaman sekitar 20.000 jenis merupakan kebun raya yang terkenal di dunia. Di dalam areal Kebun Raya ini terdapat Istana Bogor yang berarsitektur unik. Selain Kebun Raya Bogor dengan kekhasannya istananya itu, di wilayah Bogor terdapat banyak tempat wisata lain yaitu prasasti Batutulis, Danau Lido, Taman Safari dan Telaga Warna di kawasan Puncak, air panas Ciseeng atau kerimbunan Gunung Salak. Termasuk ke dalam wilayah wisata Bogor adalah Kebun Raya Cibodas, Cagar Alam Gunung Gede, Gunung Padang, Istana Cipanas yang terletak di Jalan Raya Cipanas-Cianjur. Kini obyek wisata di wilayah Bogor bertambah dengan dibukanya Taman Buah Mekarsari-Cileungsi dan Taman Bunga Nusantara.
Kota Bogor dikenal pula dengan asinannya, tales serta kerajinan dari tanduk sedangkan Cianjur terkenal dengan industri manisan.

KOTAMADYA BOGOR
Kotamadya Bogor yang dikenal sebagai “Kota Hujan”, luasnya meliputi 21,56 km2 dan terletak 60 km dari kota Jakarta. Kotamadya Bogor dikelilingi oleh Gunung salak, Pangrango dan gede, dan terletak pada 106o48’ Bujur Timur dan 60o39’ Lintang Selatan, dengan ketinggian minimumnya 190 m dan maksimum 330 m di atas permukaan laut.

Kelembaban udara kurang lebih 40% dengan suhu rata-rata 26o C dan curah hujan rat-rata 3.500 mm hingga 4.000 mm pertahun. Kotamadya Bogor dapat ditempuh dari Jakarta melalui jalan bebas hambatan Jagorawi dalam waktu 30 menit, atau dengan Kereta Listrik Jabotabek yang berangkat setiap 6 menit baik dari Jakarta maupun Bogor. Sedangkan dari Bandung, kota Bogor dapat dicapai dengan kendaraan beroda empat dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Kesenian yang ada yaitu wayang golek, gamelan degung, cianjuran, Calung, Kendang Pencak, Jenaka Sunda dan lain-lain. Cendera mata yang dapat diperoleh yaitu barang-barang kerajinan yang terbuat dari tanduk, kenari, rotan, perak, bambu dan wayang golek.

Buah-buah dari daerah ini seperti nenas, talas, pisang dan lain-lain.Dapat diperoleh di pasar ataupun di kios penjaja di sepanjang jalan ke luar kota Bogor menuju ke Cipanas.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA

I. Istana Bogor

Didirikan oleh Gubernur Jendral Belanda, Baron Gustaaf willem Van Imhoff, 1745, sebagai tempat peristirahatan di akhir minggu dan di hari libur, dan diberi nama Buitenzorg. Kemudian dipakai sebagai kediaman resmi para gubernur jendral dan pejabat pemerintahan Hindia-Belanda sejak 1870 hingga 1942. Kini menjadi salah satu Istana Presiden Republik Indonesia. Istana yang luasnya 24 hektar ini pernah menjadi tempat diselenggarakannya Konfrensi Lima Negara (India, Pakistan, birma, Ceylon dan Indonesia) pada tahun 1954, APEC tahun 1994. Di dalamnya tersimpan sekitsr 219 karya pelukis ternama dan 136 patung/keramik. Untuk masuk ke dalam Istana ini harus ada inji khusus dari Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Bogor.

II. Kebun Raya Bogor

Kebun seluas 111 hektar ini didirikan pada tahu 1817 dan terletak disebelah Istana Bogor. Pendirinya adlah Prof. Dr. CG Reinwardt, ahli botani Belanda. Di taman ini terdapat kira-kira 20.0000 jenis tanaman, yang terdiri dari berbagai macam tanaman dari dalam maupun luar negeri, termasuk Anggrek dan Kaktus. Kebun ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, labolatorium dan museum zoologi, dan merupakan salah satu pusat penyelidikan ilmiah terkenal di dunia dan sering dikunjungi oleh ahli botani dari luar negeri.

Di dalam kebun ini terdapat bunga raksasa atau bunga bangkai (amorphophalus Titanum Beccari), yang ditanam pada tahun 1912 sebanyak 11 pohon, berasal dari hutan Sumatera, dan ditemuka oleh ahli botani dari Itali, bernama Beccari. Bunga ini mempunyai garis tengah 54 cm dan tingginya 2,5 meter, dan berwarna ungu dan kuning. Kebun ini juga berfungsi sebagai tempat pariwisata dan rekreasi terutama banyak dikunjungi pada hari-hari besar dan libur. Di halaman kebun ini juga terdapat makam istri Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jendral Inggris di Pulau Jawa yang bertugas dari tahun 1811 hingga 1816, dan pernah tinggal di Istana Bogor.

III. Museum Zoologi

Museum yang terletak di dalam lingkungan Kebun Raya bogor ini didirikan pada tahun 1984 oleh Dr. J.G. Koningsberger. Di sini terdapat berbagai koleksi binatang-binatang yang sudah diawetkan, meliputi puluhan ribu species mamalia, serangga, reptilia, burung, ikan, keong, kerang, dll. Terdapat juga hewan jenis purba dan satwa langka.

IV. Herbarium Bogoriense

Terletak di Jalan Ir. H. Juanda, di sebelah Barat Kebun Raya Bogor. Di dalamnya tersimpan dan dipamerkan berbagai jenis daun dan buah yang telah dikeringkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

V. Pustaka Bogor

Didirikan pada tahun 1842 di dalam lingkungan Kebun Raya Bogor oleh ahli botani Belanda, Dr. J. Pierot. Koleksinya sekitar 300.000 jilid buku, 2.000 judul majalah ilmiah dan lebih dari 100.000 barang cetakan lainnya. Koleksinya meliputi buku-buku ilmu pengetahuan alam murni dan praktis, dengan mengutamakan biologi, yang diperoleh dari hasil pertukaran dengan lembaga-lembaga ilmiah dan ahli-ahli botani dan biologi di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan ini paling baik dan lengkap di Asia Tenggara.

VI. Batu Tulis

Merupakan prassati peniggalan jaman Kerajaan Padjadjaran yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang isinya menyebutkan raja Pakuan Padjadjaran yang bernama Prabu Purana dinobatkan kembali dengan nama Sri Paduka Maharaja Ratu Haji dalam tahun yang tidak jelas karena ada huruf yang kosong, sehingga ada berbagai macam penafsuran Prasasti ini disimpan di tepi jalan raya Batutulis, Bogor, sekitar 2 km dari pusat kota.

KABUPATEN BOGOR

Kabupaten Bogor terletak berbatasan di wilayah Utara dengan DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi dan Tanggerang, di wilayah Selatan dengan dengan kabupaten Sukabumi dan Cianjur, di wilayah Timur dengan Kabupaten Karawang dan di wilayah Barat dengan Kabupaten Lebak.

Kabupaten Bogor mencangkup luas 332.635 hektar yang dipergunakan untuk pemukiman, pertanian dan perhutanan, terletak pada kordinat 106o21’-107o31’ Bujur Timur dan 6o19’-6o47’ Lintang Selatan, dengan ketinggian mulai 50 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten Bogor dapat ditempuh dari Jakarta melalui jalan bebas hambatan Jagorawi dalam waktu 30 menit. Sedangkan dari Bandung, Kabupaten Bogor dapat ditempuh dengan kendaraan beroda empat dalam waktu kurang dari 3 jam.

Kelembapan udara kurang lebih 40% dengan suhu rata-rata 26o C dan curah hujan rata-rata 3.500 mm hingga 4.00 mm per tahun.

OBYEK DAN TARIK WISATA

I. Taman Safari

Di Taman Safari Indonesia, marga satwa akan hidup bebas didalam lingkungan yang mendekati habitat alaminya. Disini kita dapat menyaksikan secara akrab seluruh tingkah laku satwa liar dan jinak yang jumlahnya tidak kurang dari 400 ekor, diantaranya terdapat Lion, Tiger, Cheetah, American Black Cear, Brown Bear, Zebra American, Bison, Watussi, Lamma, African Elephant dan banyak lagi binatang langka yang dapat kita saksikan.

Kelebihan yang dimiliki taman margasatwa ini dibandingkan dengan taman margasatwa lainnya di Indonesia adalah kita dapat langsung melihat satwa liar dari dalam kendaraan yang kita tumpangi, dilengkapi juga dengan tempat rekreasi dengan fasilitas yang menarik.

II. Air Panas Ciseeng

Terletak di kecamatan Parung, 26 km dari kota Bogor, dapat dicapai oleh semua jenis kendaraan. Kita dapat menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit dengan kendaraan Bogor-Parung-Ciseeng.

Sebuah gunung kapur ditengah-tengah persawahan yang mengeluarkan air panas dengan kadar belerang yang sangat tinggi dimana dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.
Para pengunjung dapat naik ke atas pegunungan untuk melihat pemandangan alam sekitarnya dan dari jauh pegunungan terlihat seperti salju serta daerah sekitar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai daerah perkemahan.

III.Batu Tulis Ciarutuen

Batu Prasati dari jaman raja Purnawaman yang memerintah kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 masehi, terletak di tepi sungai Ciaruteun, desa Ciampea, 9 km dari Bogor. Prasasti ini ditulis dengan huruf Palawa berbahasa Sansekerta. Perjalanan ke lokasi harus ditempuh dengan berjalan sejauh 2 km.

IV. Lido

Lido adalah salah satu tempat di Jawa Barat yang sangat terkenal dengan kecantikan alamnya. Danau alami yang membentang, dikelilingi aneka pepohonan dan areal karet yang menjadikan Lido sebagai tempat rekreasi yang mengesankan, letaknya di desa Cigombong/Wates Jaya, pada km 21 jalan raya Ciawi-Sukabumi dimana hanya dengan menghabiskan waktu 15 menit.
Di Lido kita dapat menikmati keindahan danau, bersampan, memancing ikan, renang, berkemah, billiard, kedai souvenir, dll.

V. Bogor-Cipanas

Tedapat berbagai obyek wisata yang ramai dikunjungi di daerah Ciawi, Cipayung, Cisarua, Cipanas dan Puncak. Daerah yang mempunyai fasilitas relreasi, hotel, villa, restoran, kolam renang, tempat berkemah, dll. Juga dapat dipergunakan pengunjung sebagai tempat konfrensi/seminar dan olah raga (gantole/hang gliding).

VI. Telaga Warna

Terletak di daerah Puncak dan merupakan tempat rekreasi. Warna ditelaga ini senantiasa berubah, kadang-kadang merah, kuning atau hijau.
Kawasan Pariwisata Gunung Salak Endah
Terletak di Kampung Lokapurna, Desa Gunung Sari, Kecamatan Cibungbulang. Pemandangan dan keindahan alam seperti air terjun, sumber air panas, kawah ratu dan telaga serta kesejukan alam pegunungan dapat dinimkmati. Fasilitas yang tersedia yaitu bungalow dan kolam renang air panas.

VII. Kampoeng Wisata Bisnis Tegal Waru

Suasana pedesaan yang asri akan semakin terasa dengan penampilan kesenian sunda berupa music kecapi dan pertunjukan golek si cepot, salah satu UKM yang sehari-harinya membuat Golek ini akan mempertunjukan cerita golek yang sangat mengasikan, selain itu anak-anakpun dapat berfoto bersama si cepot.

Banyak hal yang akan anda dapatkan jika berkunjung ke KWBT ini, selain nuasa pedesaan yang memberikan angin segar dari kepenatan suasana kota, andapun pulang dari KWBT akan mendapatkan jaringan dan inspirasi bisnis yang bisa anda terapkan dirumah anda sendiri. Mangga..Wilujeng Sumping di Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (Tk)

KABUPATEN CIANJUR

Secara geografis, Kabupaten D.T. II Cianjur terletak 106o42’-107o25’ Bujur Timur dan 6o21’-7o32’ Lintang Selatan. Kabupaten Cianjur ini di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta, di sebelah Timur dengan Kabupaten Garut dan Bandung dan di sebelah Selatan dibatasi Samudera Indonesia.

Jarak tempuh dari Jakarta ke Cianjur sekitar 120 km, dan dapat ditempuh baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Dalam hal makanan Cianjur terkenal dengan tauconya (makanan yang terbuat dari kacang kedelai), pepes ikan mas serta manisan dan buah-buahan dan sayuran. Sepanjang jalan raya daerah ini banyak sekali restoran-restoran dengan sajian berbagai jenis masakan Cina, Sea-food, Eropa dan Daerah.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA

I. Kebun Raya Cibodas

Terletak di Desa Cimacan, yang jaraknya dari Bandung kira-kira 85 km, sedang dari Cianjur sekitar 23 km. Berlokasi disekitar lereng Gunung Gede pada ketinggian 1.500 m. Udaranya sejuk dengan suhu rata-rata 21o C dan luas seluruhnya 83 hektar. Kebun raya cibodas ini dibangun pada tahun1862 dan merupakan bagian dari kebun raya Bogor. Disini terdapat berbagai macam tumbuhan-tumbuhan dari berbagai negara di seluruh dunia. Di tempat ini terdapat pula area parkir yang cukup luas, kios-kios makanan dan tempat menjual tanaman hias.

II. Cagar Alam Gunung Gede

Berdampingan dengan kebun raya terletak Cagar Alam Gunung Gede, Gunung Gede ini merupakan satu rangkaian acara kunjungan remaja pecinta alam, dengan puncaknya setinggi 2.928 m, di Puncak Gunung Gede ini terdapat kawah yang menarik serta padang rumput/tegalan yang ditumbuhi bunga abadi/Edelweis yang merupakan daya tarik bagi pengunjung. Puncak yang lain adalah gunung Pangrango (3.019 m), Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), Gunung Gemuruh (2.928 m) kerap dikunjungi para pendaki gunung. Pada Cagar Alam Gunung Gede ini terdapat curug cibeureum, gua kelelawar dan sumber air panas.

Di pintu masuk ke Cagar Alam terdapat kantor penerangan “Wisma Cinta Alam”.

* Istana Cipanas

Terletak sekitar 17 km dari kota cianjur. Jaman dulu tempat yang terletak di kaki Gunung Gede ini berjarak 24 pal dari Buitenzorg (Bogor), dan jarak dari Batavia (Jakarata) ke Buitenzorg saja ditempuh dengan kereta kuda dalam waktu setengah hari, apalagi ke Cipanas yang letaknya lebih jauh. Tapi sekarang Istana Cipanas dapat ditempuh dengan mobil dalam waktu kira-kira 2 jam dari Jakarta, dan waktu yang sama dari Bandung. Istana ini pernah digunakan Bung Karno sebagai tempat mencari ilham untuk menyusun pidato-pidato kenegaraan yang disampaikan setiap tanggal 17 Agustus. Istana ini walaupun jarang dipakai tetap terpelihara dengan baik, dan dapat dikunjungi umum dengan perijinan khusus. Di Istana terkumpul kurang lebih 300 buah lukisan indah hasil karya pelukis-pelukis Indonesia. ***(rw-ute/23/10/’02)

TEMPAT WISATA CURUG LUHUR

April 22, 2009  
Filed under Curug Luhur, Khas Daerah, Pariwisata

curug-luhurKurang lebih 1 – 2km ke arah Timur dari Curug Nangka terdapat satu buah air terjun yang cukup terkenal di wilayah Kab. Bogor dengan nama Curug Luhur. Lokasi Curug Luhur ini terletak persis disamping jalan raya kawasan Bogor – Gunung Salak Endah, sehingga untuk bertandang kelokasi ini, bisa menggunakan angkutan umum dan mungkin hal ini pulalah yang menyebabkan Curug Luhur cenderung ramai dikunjungi wisatawan.
Perjalanan dari areal parkir menuju lokasi curug sangatlah mudah dan telah dibuatkan dalam bentuk undakan semen yang menurun hingga ke lokasi. Praktis banyak wisatawan dalam berbagai usia mendatangi curug ini, mengingat tidak diperlukan stamina yang cukup besar untuk mencapai lokasi wisata. Berbagai bangunan nampaknya sedang dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, suatu hal yang menunjukkan tingkat kepedulian yang cukup tinggi dalam upaya pengembangan curug ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia disini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kurang cukup luas.
Mendekati lokasi utama Curug Luhur terdapat sederet limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.
Curug Luhur, seperti halnya Curug Nangka memiliki dua buah air terjun utama, bedanya bila di Curug Nangka letaknya terpisah, sedangkan di Curug Luhur letaknya sejajar. Air yang melimpah di Curug Luhur ini pun cukup deras, meskipun musim kemarau belum berakhir saat penulis mengunjungi lokasi wisata ini. Konon, sebenarnya cuman ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokkannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama, namun demikian telah mampu memberikan panorama tambahan yang menarik pada objek wisata ini.
Bila ingin menimati curug namun enggan diterpa sinar matahari, disekitar curug juga terdapat tempat-tempat berteduh . Umumnya tempat-tempat semacam ini didominasi oleh pasangan muda-mudi yang sedang dilanda asmara untuk berbagai cerita dan janji
Terkadang tak jarang pula para pengunjung menceburkan diri ke kolam yang cukup besar yang terletak dibawah curug tersebut untuk sekedar berendam membasahi tubuh atau berenang-renang kecil antar tepian kolam. Dilokasi ini banyak terdapat kolam buatan yang airnya sengaja dibuat melimpah ruah, sehingga bunyi derasnya aliran air yang mengalir dan akhirnya menyatu kesebuah sungai sangatlah dominan mewarnai objek wisata Curug Luhur.