Delapan Gurandil Tewas Tertimbun Longsor

ilustrasi gurandil

Delapan orang penambang emas ilegal (gurandil) di Gunung Gede Blok Pilar, perbatasan antara Desa Suka Mulih, Kecamatan Sukajaya dengan Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tewas tertimbun tebing yang longsor, Kamis (24/5/12) malam. Selain korban tewas, ada belasan lainnya yang mengalami luka karena tertimbun material longsoran yang kebanyakan batu besar.

Kabid Penanggulangan Bencana Kabupaten Bogor Budi Aksomo, Jumat (25/5/12) mengatakan kejadian ini murni merupakan kecelakaan kerja. “Kami terus melakukan upaya evakuasi terhadap para korban yang tertimbun di dalam longsoran,” kata Budi.

Menurut dia, ada sedikitnya 20 orang gurandil yang berada di lokasi. Sebagian berada di saung di sekitar lokasi penambangan serta sebagian lagi berada di dalam lubang penambangan emas.

Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi sedang hujan deras. Diduga karena hujan yang cukup deras, kondisi tebing di atas saung tempat para gurandil beristirahat semakin labil dan tidak mampu bertahan sehingga longsor menimpa saung. Beberapa korban terbawa longsoran tanah dan batu hingga ke lubang penambangan. Sebagian lagi berhasil menyelamatkan diri.

Korban tewas yakni Sanip, Sabar, Juber, Umang (warga Lebak Banten), Alex (warga Sukajaya), Cahyadin (warga Jasinga), serta Rowi dan Ujang (warga Cikaret). Sebelumnya jumlah korban sempat simpang siur, karena tidak jelas berapa orang yang berada di saung serta berapa orang yang berada di lubang penambangan.

Apalagi, proses evakuasi sempat terhambat oleh medan yang cukup sulit dijangkau. “Lokasi korban tertimbun cukup sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi agak lama,” lanjut Budi.

Sementara itu, Sekretaris Tagana Kabupaten Bogor, Dede Soleh mengatakan untuk mencapai lokasi tertimbunnya para korban, tim evakuasi harus berjalan sekitar tiga jam dari jalan raya. Sebab, tidak ada akses kendaraan di sekitar lokasi longsor.

Sebagian besar korban yang tewas, lanjut Dede adalah para gurandil yang tengah berada di saung untuk beristirahat. Mereka terseret hingga belasan meter ke bawah dan tertimbun material longsoran. Tinggi tebing yang longsor sendiri mencapai sekitar 10 meter.

Semua korban tewas langsung diserahkan ke keluarga masing-masing. Sementara, korban luka masih dirawat di RS Leuwiliang dan puskesmas terdekat. Menurut Dede, wilayah ini merupakan wilayah rawan longsor, terlebih dengan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal.

Kejadian tewasnya gurandil tertimbun longsor saat menambang juga bukan kali ini saja. Meski demikian, kegiatan penambangan liar terus marak terjadi. Begitupun warga sekitar tidak takut akan risiko tertimbun karena terdesak kebutuhan. Menurut Budi Aksomo, beberapa wilayah yang rawan selain Sukajaya, misalnya Nanggung dan Jasinga.

“Sebagian masyarakat mengaku tidak punya pekerjaan dan pilihan lain selain menjadi penambang liar,” kata Budi. Kegiatan penambangan yang kurang memerhatikan keselamatan kerja membuat kasus gurandil tertimbun longsoran tebing selalu ada setiap bulannya.

sumber : pikran-rakyat.com, gambar: sindonews.com