Ada BOS, Harusnya Sekolah Gratis

oleh

PARA kepala sekolah di Ci­awi kemarin dikumpulkan Dikdas Kabupaten Bogor di kantor UPDT Diknas Ciawi. Salah satu yang dibahas adalah program BOS (bantuan Operasional Sekolah). Kabid Dikdas Kabupaten Bogor Dra Ukah mengatakan, dana BOS sudah naik dari Rp 254 juta per sekolah (SD atau SMP) per tahun menjadi Rp 397 juta per sekolah per tahun. “Maka kami memberikan pengarahan kepada kepala se­kolah untuk pengelolaah BOS,” papar Ukah kemarin. Dijelaskan, apabila pengelolaan dana BOS terencana, maka tidak akan ada keluhan untuk BOS. “Seharusnya sebelum mencairkan BOS, sekolah sudah membuat perencanaan yang matang, agar dana BOS terpakai efektif,” katanya. Mengenai sekolah-sekolah yang masih memungut iuran kepada siswanya, Ukah me­ngatakan sejak awal tahun 2009 sudah tidak boleh. “Per Januari 2009 siswa tidak boleh terbebani oleh pungutan apapun dari sekolah. Banyak seko­lah yang meminta uang untuk LKS dan ulangan umum, itu tidak boleh. Karena ada BOS buku sebesar Rp. 14.000 per tahun per siswa, dan BOS provinsi sebesar Rp. 25.000 per tahun per siswa,” ungkapnya. Diharapkan dengan adanya pengarahan untuk kepala seko­lah pada acara Sosialisasi SOTK Dinas Pendidikan Nasional, tidak ada lagi protes dari seko­lah-sekolah tentang kurangnya dana BOS. “Dengan besarnya dana BOS seperti itu, jadi tidak ada alasan untuk sekolah-seko­lah memungut iuran apapun pada siswanya,” pungkas Ukah. » Muhammad Hafldh