Lindungi Wanita dari Asap Rokok!

oleh

PAJAJARAN – Perayaan Hari Kartini dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari peragaan busana adat, operasi simpatik hingga bagi-bagi bunga. Seperti yang dilakukan lembaga non tembakau (No T.C), aktivis perempuan dari HMI dan Lembaga Bunga Mentari, memperingati Hari Kartini dengan operasi simpatik imbauan agar berhenti merokok dan lindungi perokok pasif terutama wanita dan anak-anak. Aksi yang dilakukan di Tugu Kujang sejak pukul 11:00 itu diharapkan bisa menjadi pembangkit kaum perempuan dari masalah tembakau.

Aksi yang dilakukan selama satu jam ini mengundang perhatian para pengguna jalan. Teriakan para aktivis bahwa Indonesia kini merupakan negara terbesar ketiga pengkonsumsi rokok, setelah Cina dan India terus dikumandangkan. Fakta menunjukkan bahwa perempuan dan anak-anak adalah korban yang paling rentan. ”Saya sangat senang dengan adanya aksi ini. Kita berusaha agar para pengguna rokok sadar bahwa seorang perokok pasif mendapatkan dampak yang lebih berbahaya,” tutur dr Adelia Rahmi.

Asap tembakau mengandung lebih dari 4000 zat kimia, 69 diantaranya menyebabkan kanker dan bersifat racun bagi tubuh. Perempuan bukan perokok yang menikah dengan suami perokok memiliki resiko terkena kanker paru-paru sebesar 30 persen. “Kalo bapak-bapak sayang pada istri dan anaknya, jangan merokok di dalam rumah. Apalagi jika ada orang hamil. Itu bisa memberikan dampak yang sangat buruk,” ungkap Adel kepada Radar Bogor, kemarin.

Hasil survei yang dilakukan di Kota Bogor 2004 lalu menyatakan, terdapat 4 persen perokok perempuan dan 57 persen perokok lelaki di dalam rumah. Adanya aksi kali ini lebih terkonsentrasi dengan hak-hak seorang perokok pasif yang harus dilindungi dari paparan asap rorok langsung.

Di tempat berbeda, puluhan Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Bogor menertibkan kemacetan di Jalan Pajajaran.

Tak hanya mengatur lalin, para wanita ini juga membagikan bunga sebagai wujud memperingati kepahlawanan RA Kartini. Terang saja aksi ini membuat puluhan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang diberi bunga sumringah.

Seperti biasa, beberapa titik di Jalan Pajajaran selalu macetan. Sepanjang Lampu merah Jalan Bangbarung cukup krodit. Dengan kesigapan polwan yang meluncur menggunakan kendaraan patroli langsung mengurai kemacetan. Dalam sekejap, kemacetan langsung mencair karena puluhan mereka langsung berbagi tugas mengatur lalulintas.

“Hari ini (21 April, red) bertepatan dengan Hari Kartini, kita ingin menunjukan kalau wanita juga bisa bertugas layaknya kaum pria,” kata Briptu Neneng Risnawati.

Menurut Risna, panggilan akrabnya, pengaturan lalulintas memang sudah rutin dilakukan, hanya saja pada Hari Kartini jumlah polwan lebih banyak dibanding hari biasa. “Kita ingin memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada pengguna jalan di Kota Bogor,” ujarnya. Bahkan untuk memperingati Hari Kartini, dirinya bersama-sama polwan lainnya sudah menyiapkan kado kepada penggendara yang melintasi Jalan Pajajaran yaitu sekuntum bunga.

Kasatlantas Polresta Bogor, AKP Ari Purwantono mengatakan, bertepatan dengan Hari Kartini pihaknya memberikan tugas penuh kepada para polwan di kesatuannya. “Seluruh polwan sebanyak 16 orang diterjunkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi,” kata Ari. Tujuannya tambah dia, agar masyarakat maupun Polwan mengharumkan nama besar Kartini. “Kita dukung penuh kegiatan mereka (polwan,red) untuk tetap eksis dan mengharumkan nama besar Kartini, terutama dalam bertugas sesuai tanggung jawabnya,” pungkasnya.(pkl23/dei) sumber radar-bogor.co.id