Pria Stres Ngaku Caleg Mengamuk- Pasien RSMM Akibat Pileg Bertambah

oleh

BOGOR – Seorang pria yang bernama Agus M Muslim terpaksa dibawa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor, kemarin. Pria stres itu sering menyebut dirinya sebagai caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia sempat mengamuk di sekitar Perumahan Bojong Depok Baru di Jalan Raya Pemda Cibinong sambil melempari batu ke arah warga. Warga setempat beranggapan Agus merupakan caleg yang stres. Pria itu selalu menuturkan perolehan suaranya hanya dua.

“Agus selalu menyebut dirinya berasal dari partainya Tifatul Sembiring (PKS, red). Dia pun berteriak karena perolehan suaranya minim,” ujar warga setempat  Jayadi kepada Radar Bogor.

Tindakan Agus membahayakan, sehingga warga di Perumahan Bojong Depok Baru menghubungi Satpol PP untuk diamankan. Setelah diamankan, Agus sempat dibawa ke Mapolres Bogor lalu dibawa ke RSMM.

Namun, setibanya di RSMM, Agus yang diborgol memberontak kawalan petugas Satpol PP. ”Tifatul kenapa suara lu nggak dikasih ke gue,” teriak Agus. Teriakan itu terdengar gaduh dan mengganggu orang yang sedang diperiksa di rumah sakit tersebut.

Benarkah pria bernama Agus M Muslim itu merupakan caleg PKS Kabupaten Bogor? Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Ade Dodo yang dikonfirmasi Radar Bogor membantahnya.

Ade mengatakan, isu itu sengaja disebarluaskan dari orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan nama baik PKS. “Kami sudah pernah mendengar isu tersebut. Pemilu 2004 isu seperti itu muncul ke permukaan untuk menjatuhkan nama baik PKS. Kami tidak akan terpancing dengan isu murahan seperti ini,” tegasnya.

Ade menantang untuk memeriksa ulang data nama caleg yang terdaftar dalam surat suara DPRD Kabupaten Bogor, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPR RI. ”Saya pastikan tidak ada nama caleg PKS yang bernama Agus M Muslim,” ujarnya.

Ade mengatakan, isu ini sudah tersebar, mulai dari Bekasi hingga daerah lain di Jawa Barat. “Tidak mungkin kejadiannya tadi pagi, selisih beberapa jam, rekan-rekan dari Bekasi sudah telepon, menanyakan kebenarannya,” katanya.

Sementara itu, Humas RSMM dr Abdul Farid Patuti yang ditemui Radar Bogor di Instalasi Gawat Darurat Jiwa menjelaskan, kemungkinan besar pasien mengalami psykotic akut yang disebabkan ketahanan psikologis lemah karena kekecewaan yang mendalam.    “Karena sudah kehilangan nilai sosialnya maka orang seperti Agus harus dirawat. Untuk pertolongan pertama, kami bius agar tenang,” papar Farid.

Setelah menjalani pemeriksaan, Agus akan dipindahkan ke ruang khusus agar penanganannya lebih maksimal. Masuknya Agus ke RSMM makin menambah jumlah pasien akibat Pemilu Legislatif 2009 hingga menjadi sembilan orang.

“Sebelum Pileg tercatat lima orang masuk ke sini dan pascanya sudah empat orang, termasuk Agus,” terang Farid.

Sembilan pasien itu tidak semuanya caleg karena di antaranya ada yang sebagai tim sukses atau simpatisan partai tertentu. “Dari sembilan orang itu kondisi Agus yang paling parah dan sisanya hanya menderita gangguan jiwa ringan. Mereka bisa berobat jalan saja,” tandasnya. (roy/pkl21/miq)