Warga Tunggu Bantuan Pemkab Bogor-Puting Beliung Hancurkan 14 Rumah

oleh

LEUWILIANG – Setelah Desa Cibitungwetan dan Cibitungkulon, Kecamatan Pamijahan, diobrak-abrik angin puting beliung dan tanah longsor, kemarin giliran 14 rumah di Kecamatan Leuwiliang hancur diterjang angin berkecepatan lebih dari 70 km/jam.

Angin puting beliung atau angin ‘leysus’ terjadi sekitar pukul 15:00 diiringi hujan deras yang mengguyur Kampung Babakan. “Setelah mendengar beberapa ranting pohon jatuh, embusan angin semakin kencang. Karena takut rumah ambruk, kami sekeluarga keluar rumah,” kata warga RW 03, Kampung Babakan, Desa Puraseda, Ny Eti, yang rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung, kemarin.

Hampir lima menit, angin puting beliung berkecepatan lebih dari 70 km/jam mampu menghancurkan 14 rumah di Desa Puraseda. (selengkapnya lihat grafis). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Tapi, barang-barang milik warga yang ada di dalam rumah hancur,” ujar Sekcam Leuwiliang Agus Koswara kepada Radar Bogor, kemarin.

Sementara satu rumah lainnya di Desa Purasari sekitar pukul 21:00 ambruk tertimpa tanah longsor karena letaknya di bawah tebingan dengan tinggi enam meter. “Kami juga sudah melaporkan musibah yang menimpa warga kepada Pemkab Bogor. Mudah-mudahan bantuan bisa secepatnya turun,” katanya.

Sedangkan Sekdes Purasari Endang Setiawan mengaku telah mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebingan lebih berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Peralihan dari musim kemarau ke hujan sering terjadi longsor,” katanya.

Menurut dia, itu dikarenakan tanah yang tadinya kering dan retak terisi air lalu ambrol hingga akhirnya menimpa rumah di bawahnya. “Kami harap bantuan segera turun untuk meringankan beban yang dialami para korban,” pungkasnya. (luc) Sumber : radar-bogor.co.id