Jumling Tenjolaya Tepat Sasaran

oleh -di lihat 64 kali

Melihat kondisi Masjid Mafda’ul Fallah Desa Cinangneng Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor yang memerlukan rehabilitas, kedatangan tim Saba Desa atau disebut juga Jumat Keliling (Jumling) yang dipimpin Wakil Bupati Karyawan Faturachman Jumat (21/10) dianggap warga sangat tepat. Pasalnya selain untuk berdiskusi langsung dengan pemimpin daerah sumbangan dari APBD yang disampaikan kepada DKM sangat diperlukan.

Ahmad (47) warga Desa Cinangneng, mengatakan dirinya melihat kunjungan ini sesuai dengan kepentingan Program Jumling itu sendiri yaki membantu rehabilitasi Masjid sebagai sarana ibadah. “Soalnya sudah lama sekali masjid ini belum diperbaiki, kondisinya atap masjid yang bolong-bolong bisa bocor kalo ujan datang. Trus masih banyak yang perlu diperbaiki kaya tempat wudhu dan wc, alas sholat, dan cat masjid yang sudah berlumut”, papar Ahmad.

Warga lainnya, Kosasih (29) mengaku sebagai remaja masjid dirinya sangat khawatir melihat kondisi masjid. Sesekali ketika ia sedang melaksanakan pengajian harus menghindari bocornya air hujan yang masuk ke dalam masjid. “Makanya kedatangan Wabup sekarang saya rasa bisa membantu kami dalam merehabilitasi masjid”, tandasnya.

Kondisi masjid memang nampak perlu perbaikan, beberapa diantaranya adalah tempat mengambil wudhu, atap masjid, dan cat yang sudah berlumut. Sementara program Jumling hakekatnya memang untuk membantu sarana ibadah dalam hal perbaikan fisik. Selain itu Wabup bisa secara Face to Face berdialog dengan warga setempat untuk membicarakan dinamika yang ada di tengah mereka dan mencari solusi terbaiknya.

Wabup mengatakan, selain fungsi dialog dirinya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan sumbangan yang asalnya dari APBD yang merupakan hak warga. Jadi bukan uang Bupati atau uang Wakil Bupati. Uang yang bernilai 25 juta rupiah tersebut diberikan kepada DKM untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan pembangunan Masjid.

“Iye sanes artos abdi sanes oge artos pa Rachmat Yasin, iye mah artos anu jadi hak masyarakat ti APBD, abdi mah ngan neupiken katitipan kangge warga, janten mangga ditampi kangge ngabangun masjid”, tuturnya dalam bahasa Sunda.

Selain itu Wabub Karyawan Faturachman mengajak warga Tenjolaya untuk memelihara dan melestarikan situs budaya, pasalnya di daerah tersebut masih banyak situs bersejarah. Melestarikan situs budaya ini bukan untuk tujuan disembah, tapi mensyukuri dan menjaga untuk warisan sejarah anak cucu kita nantinya dan bisa juga dijadikan objek wisata yang dapat menghasilkan pemasukan untuk desa.(RID)

sumber:bogorkab.go.id

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.