Tim Ulil Albab DDHK Belajar Membuat Nata de Coco

oleh -di lihat 475 kali

Di bawah rindangnya pohon palm dekat Lapangan Sepak Bola Victoria Park, Hong Kong, Tim Ulil Albab Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) mengadakan pelatihan wirausaha membuat minuman Nata de Coco bersama Tatik Kancawati (istri Direktur DDHK Ust. Herman Budianto), Ahad (20/11).

Menurut Tatik Kancawati, kata “Nata” berasal dari bahasa Spanyol yang artinya “terapung”. Ada lima macam produk Nata, yaitu Nata de Pina (dari buah nanas), Nata de Cassava (dari sari pati singkong), Nata de Melo, Nata de Tomatto, dan Nata de Coco (dari kelapa).

Nata de Coco adalah hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba Acetobacter Xylinum yang berbentuk padat, berwarna putih, transparan, berasa manis, dan bertekstur kenyal.

Dipaparkannya, Nata de Coco memiliki beberapa kelebihan atau daya tarik tersendiri yang menjadikannya sebagai sebuah industri yang menjanjikan, di antaranya dikenal sebagai produk kaya serat dan produknya alami, kaya gizi karena mengandung protein, lemak, gula, vitamin, asam amino, dan hormon pertumbuhan, serta mempunyai rasa yang enak dan mengundang selera, apalagi bila dicampur dengan es teler, es krim, atau fruit cocktail.

Selain itu, Nata de Coco mudah diperoleh dan tidak bersifat musiman karena terbuat dari air kelapa dan banyak menyebar di seluruh pelosok tanah air. Proses pengolahan dan peralatan industrinya sederhana dan tidak memakan waktu yang lama.

“Nata de Coco merupakan industri  ramah lingkungan dan perkembangannya belum pesat,” katanya.

Ia juga menjelaskan tentang manfaat dan potensi Nata de Coco, yaitu sebagai sumber makanan rendah energi untuk keperluan diet dan memperlancar proses pencernaan dalam tubuh. (Tati Tia Surati/ddhongkong.org).*
sumber : ddhongkong.org

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.