Jalur Baru Trans Pakuan Masih Temui Kendala

oleh
Transpakuan (Kabarpublik.com)

Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor berencana membuka jalur baru moda transportasi umum Trans Pakuan. Hanya saja, pembukaan jalur baru ini masih menemui sejumlah kendala, salah satunya pengalihan angkutan kota (angkot) yang melintas di jalur ini dengan bus Trans Pakuan.

Direktur Operasional PDJT Tri Handoyo, Kamis (1/3/12) mengatakan jalur baru yang akan dibuka melalui jalur tengah, yakni dimulai dari terminal Bubulak, Jalan Ir. H. Juanda dan berakhir di halte Cidangiang, Baranangsiang. “Targetnya tahun ini terealisasi. Namun, ada banyak hal yang perlu kita bahas dengan pengusaha angkot misalnya,” kata Handoyo.

Sebagai permulaan, pihaknya bersama Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) dan Organda Kota Bogor masih melakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak terkait. “Kita akan bicarakan dengan para pengusaha angkot untuk diajak bermitra. Sebab, jalur yang dilalui oleh bus saat ini merupakaan jalur angkot,” ujarnya menambahkan. Bentuk kemitraan yang akan ditawarkan, misalnya berupa konversi angkot ke bus. Tiga unit angkot akan dialihkan menjadi satu unit bus.

“Realisasinya nanti, apakah mereka akan menjadi pemegang saham atau ada alternatif lain, kita akan bicarakan lagi. Yang jelas kita tidak ingin merugikan para pengusaha dan sopir angkot,” tambah Handoyo. Saat ini, jumlah bus Trans Pakuan bantuan dari Kementerian Perhubungan berjumlah 30 unit. Pihaknya berencana menambah 30 bus baru untuk jalur baru tersebut.

Saat ini, moda Trans Pakuan sendiri tidak begitu menjadi primadona di Kota Bogor seperti awal kemunculannya. Awalnya, banyak penumpang dan warga yang beralih ke Trans Pakuan. Namun, akhir-akhir ini masyarakat kembali pada moda transportasi pribadi atau angkot dengan alasan kenyamanan.
sumber : pikiran-rakyat.com