Tolak BBM Naik Sudah 10 Kali Demo Terjadi di Bogor

oleh
Kepolisian Resor Bogor Kota mengupayakan proses mediasi, proaktif dan preventif dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM secara anarkis. - inilah.com/Agus Priatna

Kepolisian Resor Bogor Kota mengupayakan proses mediasi, proaktif dan preventif dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM secara anarkis.

“Kita lebih mengedepankan upaya preventif dan mediasi agar kedua belah pihak bisa saling berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasinya,” kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Bogor Kota, Kompol Sahroni, di Bogor, Kamis.

Kompol Sahroni menyebutkan menjelang kenaikan BBM 1 April mendatang, aksi unjuk rasa ramai terjadi di Kota Bogor.

Tercatat sudah lebih dari 10 aksi unjuk rasa terjadi sejak dua minggu terakhir, jelang rencana kenaikan April mendatang.

Dikatakannya, menjelang kenaikan BBM tersebut, Polres Bogor Kota menyiagakan 450 personel pengamanan.

“Kita menurunkan tim unit kecil lengkap sebanyak 450 orang yang melibatkan semua satuan,” kata Sahroni.

Selama ini lanjut Sahroni, aksi unjuk rasa di Kota Bogor berlangsung kondusif. Masyarakat dan elemen mahasiswa menyalurkan aspirasinya secara damai tanpa diwarnai aksi anarkisme.

Menurut Sahroni, selain upaya mediasi dan preentif yang dilakukan aparat kepolisian, kesadaran masyarakat dalam memahami tata cara penyampaian aspirasi sudah lebih meningkat.

“Kita menilai masyarakat Bogor sudah cukup dewasa dalam menyampaikan aspirasinya. Banyak yang memahami mekanisme dan prosedur dalam menyampaikan orasi sehingga setiap aksi lebih kondusif,” ujarnya.

Menurut Kompol Sahroni, menjelang kenaikan BBM 1 April ini aksi unjuk rasa masih berpotensi terjadi di Kota Bogor.

Sebanyak 450 personel dikerahkan dalam pengamanan dan memberikan pelayanan keamanan serta mengantisipasi situasi dan kondisi di lapangan.

Petugas dikerahkan di objek-objek vital pemerintahan seperti di Istana Bogor dan pusat pemerintahan Kota Bogor lainnya.

Selain pengamanan objek vital pemerintahan, Polres Bogor Kota juga mengerahkan petugas di masing-masing SPBU yang ada.

“Masing-masing SPBU kita tempatkan lima petugas baik berpakaian lengkap maupun berpakaian umum,” katanya.[ito]
sumber: inilahjabar.com