UKM Tegalwaru Menjadi Inpirasi Materi Kuliah Kewirausahaan UNINDRA

oleh
Salah satu kegiatan di KWBT

Seratus lebih Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dan 2 orang dosen, menjambangi Desa Tegalwaru dengan menggunakan bus besar. Tepat pukul 09.00 sampai jalan raya Ciampea tepatnya di depan jembatan Ciampea sebagai pintu masuk ke Desa Tegalwaru.

Dua buah odong-odong yang berasesoris meriah dan 1 mobil bak terbuka menyambut kedatangan para mahasiswa ini. Satu persatu secara bergantian dengan semangat dan wajah-wajah ceria para mahasiswa ini menaiki mobil tersebut. Maklum orang Jakarta odong-odong jarang didapat.

Pembukaan acarapun cukup meriah, Kepala Desa Pak Djuanda, anggota legislatif dari Jawa Barat Pak Lalu Suryade dan Motivator “Spirit of Succes in Live” Ustadz Herman Budianto memeriahkan acara pembukaan tersebut. Sambutan dari pengegagas dan sekaligus Owner Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru mengarahkan agar para Mahasiswa selama mengikuti pelatihan bukan hanya saja memahami proses suatu produksi tapi lebih dari itu, para Mahsiswa juga dapat mengasah jiwa Social Entreprenuer Leader yang pada akhirnya nanti dapat di aplikasikan di wilayah atau disekitar rumahnya dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Begitupun dengan harapan yang disampaikan oleh Bapak Camat dalam sambutanya, beliau berharap para Mahaiswa dapat menggali sebaik-baiknya potensi yang ada di Desa Tegalwaru ini karena kedepan Tegalwaru memang dirancang sebagai sentral wisata bisnis, dan saat ini sudah berdiri beberapa sentral bisnis, tempat peristirahatan dan aneka sarana hiburan yang lainnya. Sehingga diharapkan kedepan para pengunjung yang akan datang dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada dan tentunya mendapatkan banyak jaringan bisnis yang dapat di sinergiskan oleh para pengunjung.

Melihat potensi Tegalwaru dan daerah Kabupaten Bogor ini, Pak Lalu Suryade sebagai Anggota legislatif dari Jawa Barat, mendukung penuh semua proses pemberdayaan yang ada dan pemberdayaan dalam bidang ekonomi pada khususnya, karena anggka kemiskinan yang harus diturunkan serta target kemandirian yang dicapai harus segera diwujudkan.

Usai pembukaan dan pembekalan Motivasi Social Entreprenur yang disampaikan oleh ustadz Herman Budianto, para Mahasiwa di bagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti serangkaian pelatihan bisnis yang terdiri dari usaha nata de coco, peternakan, budidaya tanaman herbal dan pengolahanya, budidaya jamur tiram dan praktek keterampilan handycraft dari terigu dan daur ulang kertas.

Wajah-wajah tanpa lelah menghiasi keseharian mereka di Desa Tegalwaru dan menjelang sore hari acara di tutup dengan memberikan santunan berupa makanan dan peralatan tulis untuk anak-anak yatim di desa Tegalwaru. Semoga memberikan keberkahan dan tentunya melahirkan para leader-leader yang tangguh dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat..aamiin..