Apartemen Dramaga Tower Segera Dibongkar

oleh -di lihat 99 kali

towerKementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Republik Indonesia akan membongkar bangunan milik PT Duta Dramaga Lestari di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, karena telah menutupi sempadan sungai.

Pembongkaran merupakan tindak lajut dari hasil teguran Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) beberapa bulan lalu kepada pengembang Apartemen Dramaga Tower yang dinilai tidak mengindahkan aturan dengan memanfaatkan daerah aliran sungai (DAS) Cihideung tanpa izin dan membangun turap tepat di atas sungai sehingga terjadi penyempitan aliran sungai.

Hal itu sampaikan dalam rapat lintas departemen di Kantor Inspektorat Kabupaten Bogor, Kamis (25/9). Dalam rapat tersebut dihadiri pejabat dari Kemen PU, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman, camat beserta kepala desa dari Kecamatan Dramaga dan Ciampea.

Namun, dalam rapat tersebut pihak dari PT Duta Dramaga Lestari tidak menghadiri undangan, sehingga Pemkab Bogor dan Kemen PU akan memanggil pihak pengembang rumah susun sederhana milik (rusnami) itu.

Kasi Pengendalian Sumber Daya Air, DBMP Kabapaten Bogor, Krisman, menjelaskan dari hasil rapat tersebut Kemen PU memutuskan akan membongkar turap lantaran pengembang apartemen telah memanfaatkan DAS Cihideung tanpa izin, dan bangunan tersebut berdiri tepat di atas sungai sehingga terjadi penyempitan.

“Setelah rapat tadi petugas dari Kemen PU langsung meninjau lokasi, setelah itu menentukan waktu pembongkaran turap. Tapi saya tidak tahu kapan dan pihak mana yang akan membongkar turap itu. Apakah dari Kemen PU atau dilimpahkan ke Pemkab Bogor,” kata Krisman saat ditemui Jurnal Bogor, Kamis (25/9).

Namun yang pasti, ia menambahkan, pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut hasil sidak beberapa bulan lalu dimana pengembang telah melanggar dalam pemanfaatan DAS. “Sebelumnya pengembang sudah mendapat teguran tetapi tidak mengindahkannya, maka diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Untuk mencegah erosi dan meluapnya Sungai Cihideung hingga tidak terjadi banjir, pihak pengembang melakukan normalisasi dengan membangun turap serta sodetan di lokasi proyek. Jarak antara sisi kiri dan kanan sungai selebar 12 meter.

Sementara itu, Kasi Bangunan dan Rehabilitasi Air DBMP Kabupaten Bogor, Hilman Alim menjelaskan, sebelum membangun turap di DAS, ada beberapa tahapan yang harus ditempuh. Salah satunya ada kajian teknis dari dinas maupun pihak berwenang. Jika sudah sesuai prosedur, maka izin pemanfaatan DAS akan keluar.

“Pengembang tidak bisa seenaknya membangun turapan, sodetan dan jembatan, karena ada prosedurnya. Untuk lebar sungai juga harus mengikuti alur sebelumnya, tidak bisa menentukannya sendiri, misalnya menjadi 12 meter,” terangnya.

Hilman menambahkan, ketika menemukan adanya proyek bermasalah pemerintah tentu tidak akan melihat siapa dan warga mana yang keberatan. Tetapi lebih kepada dampak yang akan ditimbulkan kedepan akibat adanya pembangunan apartemen itu.

“Mau warga pribumi atau non pribumi yang keberatan, itu tidak jadi masalah. Karena kita berbicara masalah teknis dan mencegah kerusakan lingkungan,” paparnya. Ruli Megi S.

(jurnal bogor)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.