Benda Cagar Budaya Batu Guling Kuthadani di Bogor Raib

oleh -di lihat 88 kali

batuKondisi benda cagar budaya (BCB) dan situs purbakala di Bogor, Jawa Barat,  kian memprihatinkan. Setelah beberapa waktu lalu sebuah rumah eks Kapten Thung di Jalan Suryakencana diratakan oleh pemiliknya, kini giliran situs purbakala Kuthadani yang hilang.

Berdasarkan keterangan warga, Yayan, di situs yang mirip makam tersebut terdapat dua buah batu berbentuk gamping dan lingga. Tapi kini di lokasi situs di Kampung Jerokuta Kaum, RW 06 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, hanya tinggal satu buah batu gamping berukuran kurang lebih 20×30 cm. Sedangkan batu berbentuk mirip lingga telah hilang dan tidak ada yang tahu keberadaannya hingga sekarang.

“Dulu saat saya masih kecil, di situ ada dua batu, yang satu gepeng dan yang satu lagi panjang mirip guling,” terang Yayan di rumahnya yang bersebelahan dengan lokasi situs, Senin (22/9/2014).

Menurut dia, batu mirip guling itu sudah tidak ada di tempatnya dan warga tidak ada yang tahu ke mana hilangnya batu tersebut. Karena itu, komunitas sejarah di Kota Bogor mendesak agar pemerintah cepat mengeluarkan Perda cagar budaya.

Anggota Komunitas Bogor Historia, Yudi Irawan, menyesalkan hilangnya batu tersebut. Karena, kata Yudi, batu itu merupakan satu bagian cerita sejarah yang tidak bisa dipisahkan. “Ya, kalau dipisah berarti cerita sejarahnya pun bakal terpotong dan tidak lengkap,” jelas dia.

Menurut Yudi, benda-benda cagar budaya di Bogor rusak atau bahkan hilang karena belum ada perlindungan. Pemerintah setempat juga belum memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya benda cagar budaya. Sehingga tidak jarang dijumpai beberapa lokasi cagar budaya disalah gunakan menjadi tempat pemujaan untuk hal-hal negatif.

“Ini merupakan tugas masyarakat sekitar juga, agar sadar betapa pentingnya sebuah benda bersejarah,” tambah Yudi.

Dari pendataan ulang beberapa situs dan tanda batas alam batas wilayah yang diperkirakan Kota Pakwan, salah satu peninggalan warisan Pajajaran yang merupakan batu lingga, yang diduga untuk tanda batas keraton, juga telah hilang dari tempatnya.

“Diperkirakan banyak situs yang sudah hilang entah ke mana, ditambah lagi kondisi geografis di sekitar wilayah tersebut yang berubah,” pungkas dia.

(liputan 6)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.