Gudang Miras Diserang Warga

oleh -di lihat 64 kali

mirasRatusan warga Desa Cibadak mengamuk di sebuah warung sekaligus gudang penjual minuman keras (miras) yang berlokasi di RT 01, RW 01. Aksi ini terpaksa dilakukan, karena warga kesal dengan ulah Haris, sang pemilik yang nekad menjual miras, kendati sudah beberapa kali diberikan peringatan.

Dalam aksi yang berlangsung Minggu (21/9) sore hari, tanpa dikomando warga langsung masuk kedalam warung yang mengontrak di seorang warga bernama Emak Odah, dan memecahkan ribuan botol miras berkadar alkohol di atas 45 persen, yang disimpan dalam 200 dus serta 10 drum tuak.

“Aksi warga ini berlangsung saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dibantu Seksi Trantib kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat setempat melakukan penyisiran kelokasi dengan maksud untuk menyegel gudang yang merangkap jadi warung penjual miras tersebut,” ujar Camat Dramaga, Juanda Dimansyah, kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia menerangkan kedatangan petugas diketahui warga, sontak dalam tempo sekejap, ratusan warga sudah berkumpul di sekitar warung mereka meminta petugas agar menutup gudang dan warung miras tersebut, karena keberadaannya sangat meresahkan.

Melihat banyaknya warga, petugas yang akan melakukan penyegelan dan penyitaan tersebut tak bisa berkutik. Warga yang jumlahnya ratusan itu langsung masuk kegudang dan menghancurkan ribuan botol miras yang disimpan di dalam satu ruangan.

Aksi warga dapat diredam setelah puluhan aparat kepolisian dari Polsek Ciampea diterjunkan kelokasi. “Situasi sudah bisa dikendalikan, sehingga aksi anarkis bisa dicegah”, kata Kapolsek Ciampea, Komisaris Polisi (Kompol) Syaifudin Ibrahim.

Lokasi kejadian langsung disegel Sat Pol PP, sementara Haris sang pemilik dipaksa menandatangi perjanjian untuk menutup usaha haramnya ini yang disaksikan seluruh unsur Muspika dan tokoh masyarakat. Sementara miras yang belum dihancurkan, disita dan diamankan di kantor Sat Pol PP Kabupaten Bogor.

(jurnal bogor)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.