Nggak Kapok,Parkir Liar Masih Menjamur

oleh -di lihat 150 kali

Seperti tak ada kapoknya, lokasi parkir liar di sejumlah titik jalan di Kota Bogor tetap menjamur. Padahal, Kamis (12/3) lalu sejumlah aparat gabungan dari Polres Bogor Kota, DLLAJ, Denpom III/1 Bogor, Provos dan Detasemen A-Brimob Satuan II Pelopor menggelar razia. Namun nyatanya, kemarin di Jalan H Juanda, Jalan Sudirman, Jalan MA Salmun dan sejumlah jalan protokol, masih terlihat sejumlah warga memarkirkan mobil atau motornya di lokasi terlarang.
Di Jalan H Juanda misalnya. Sejumlah kendaraan pribadi masih diparkir di bahu jalan depan perkantoran dan perbankkan. Meski sudah digembok dan ditilang, pengguna jalan masih nekat memarkirkan kendaraannya.
Kondisi serupa terlihat di Jalan Sudirman dan Jalan Mayor Oking, Kota Bogor. Deretan motor dan mobil diparkir di bahu jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Sejumlah pemilik motor mengaku sengaja memilih parkir di luar stasiun, karena tarif parkirnya lebih murah. ”Kalau di dalam, tarif parkir bisa sampai Rp6.000. Tapi di sini cukup Rp2.500,” kata Maulana, pemilik motor yang memarkirkan kendaraannya di Jalan Mayor Oking.
Saat ditanya adanya penertiban yang dilakukan petugas gabungan Kamis (12/3), ia mengaku belum pernah terjaring razia. ”Beberapa hari lalu memang ada razia. Tapi sampai sekarang belum ada razia lagi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengelola parkir liar di Jalan Mayor Oking Usman (32) mengaku hanya menyiapkan tempat. ”Dari dulu sebelum ditertibkan saya sudah punya langganan. Makanya sekarang buka lagi. Tarifnya di sini kan lebih murah,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah aparat belum lama ini menggelar operasi gabungan parkir liar dan terminal bayangan di wilayah Kota Bogor. Dalam operasi yang dimulai pukul 10:30 WIB itu, petugas mendapati 220 kendaraan yang melanggar.
Kasat Lantas Polres Bogor Kota AKP Irwandi mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua unit roda empat, enam unit roda dua, 135 STNK dan 77 SIM dari pelanggar tata tertib lalu lintas. “Ada 220 orang yang melanggar,” katanya.
Irwandi juga menjelaskan, tujuan operasi gabungan ini untuk membubarkan terminal bayangan, seperti terminal taksi, angkot, mobil L300 tujuan Cianjur-Sukabumi serta mengamankan kendaraan yang tidak dilengkapi surat izin kendaraan.
“Kami tidak menilang di tempat, tapi melihat dulu kesalahan dan kelengkapan kendaraannya,” paparnya. (metropolitan.id)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.