Tak Berizin, Parkir Double Decker Stasiun Bogor Bakal Dikosongkan

oleh -di lihat 587 kali

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor meminta Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengosongkan double decker atau lahan parkir dua lantai yang berada di Stasiun Bogor apabila diketahui belum mengantongi persyaratan perizinan. Izin tersebut di antaranya adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), dan izin perparkiran. Kepala Satpol PP Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Pengelolaan Modal (BPPT-PM) menanyakan terkait perizinan pembangunan double decker di Stasiun Bogor. “Kita sudah bertemu dengan kepala BPPT-PM Pak Deni Mulyadi untuk menanyakan surat perizinannya. Saya nanya itu hasil kita dengan komisi A karena sejauh ini pihak BPPT-PM akan mengirim surat kepada kami terkait sejauh mana proses perizinan tersebut dari yang bersangkutan (PT KAI, red),” ujar Eko kepada heibogor.com, Selasa (31/03/15). Ia menambahkan, sejauh ini pihak dari PT KAI sudah mengoperasikan lahan parkir tersebut meski dokumen perizinannya belum diterima oleh Satpol PP Kota Bogor. “Karena sudah dinilai tidak kooperatif, makanya kita butuh surat resmi dari BPPT-PM karena sebenarnya kita menegakkan perda sesuai dengan prosedur yang ada,” jelasnya. Eko menegaskan, dirinya memerintahkan kepada pihak PT KAI untuk mengosongkan lahan parkir tersebut apabila pelimpahan dari BPPT-PM belum ada perizinan. “Kita suruh kosongkan saja kalau belum ada izinnya,” pungkasnya.

(Heibogor)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.