Urai Kemacetan Puncak, Warga Minta Dibuat Jalur Alternatif

oleh -di lihat 128 kali

Kemacetan yang kerap terjadi di jalur Puncak setiap akhir pekan atau hari libur, membuat warga Megamendung, Kabupaten Bogor menginginkan adanya dibangunnya jalan lintas utara selatan agar kemacetan di jalur wisata tersebut dapat terurai.

Selain untuk mengatasi kemacetan, jika adanya jalur alternatif, maka otomatis tingkat perekonomian warga bisa meningkat karena warga bisa berdagang dan membuka usahanya di sekitar jalur tersebut.

Jalan alternatif lintas utara selatan yang dimaksud, yakni mulai dari Jalan Pasir Angin menuju Sirnagalih dan Jalan Sukagalih menuju Curug Pered hingga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Salah seorang warga Pasir Angin, Deni Khoerudin berharap pemerintah desa (Pemdes) dan kecamatan segera melakukan usulan ke pemerintah daerah (Pemda), untuk segera direalisasikan agar kemacetan tidak terus berimbas ke warga pribumi.

“Usulan ke desa sudah, agar dari desa dilanjutkan ke kecamatan kemudian Pemkab untuk segera direalisasikan, supaya macet tidak berdampak ke warga sini,” ujar Deni kepada heibogor.com, (10/4/15).

Hal senada diutarakan warga Babakan Ciesek, Cecep Mulyadi, selama ini jika hari libur atau akhir pekan, warga kesulitan jika dalam keadaan darurat, seperti mengantar orang ke rumah sakit atau pada saat melakukan resepsi pernikahan.

Tidak jarang warga terjebak kemacetan sehingga membawa ambulans saja sulit dan jika acara pernikahan otomatis waktunya berubah.

“Sering kalau warga sakit karena tidak ada jalan alternatif yang bisa dilaui kendaraan roda empat, akhirnya terpaksa dibawa menggunakan motor. Kalau ada nikahan, jadwal seharusnya jam 9 bisa jam 3 sore baru dinikahkan si pengantinnya karena calon datang telat kejebak macet,” cerita Cecep.

(Heibogor)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.