Ahmed, Remaja Muslim yang Hebohkan Silicon Valley

oleh

Ahmed Mohamed bikin heboh Amerika Serikat karena ‘kesialannya’. Ia membuat jam digital dan membawanya ke sekolah untuk dipamerkan pada guru. Tapi remaja muslim berusia 14 tahun ini malah diborgol polisi yang menduga benda yang dibawanya itu bom.

Ahmed memang suka mengutak atik hal-hal berbau elektronik. Dia membuat jam digital dalam bentuk yang masih kasar, yang ditaruhnya dalam koper besar lalu membawanya ke sekolah. Ketika dipamerkan ke guru sains, sang guru menyatakan penemuannya itu bagus tapi ia meminta Ahmed agar tak menunjukkannya ke guru lain.

Nah, pada saat pelajaran bahasa Inggris, jam itu berbunyi. Curiga pada bentuknya yang seperti bom rakitan, Ahmed pun dilaporkan polisi dan ditangkap. Tangannya diborgol.

“Guru itu merasa benda itu adalah ancaman baginya. Sangat menyedihkan karena dia salah prasangka padaku,” kata Ahmed setelah dibebaskan polisi, seperti dikutip detikINET dari NYTimes, Kamis (17/9/2015).

Gara-gara kejadian ini, Ahmed sepertinya cukup trauma dan ingin pindah sekolah. “Aku sedang berpikir untuk pindah sekolah saja,” ujar remaja usia 14 tahun yang ingin kuliah di kampus bergengsi Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini.

Ayah Ahmed, Mohamed Elhassan Mohamed menceritakan kalau anaknya memang suka mengutak-atik sesuatu dan ia bangga padanya. Terlebih banyak dukungan mengalir untuk putranya, mulai dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga para bos raksasa teknologi yang menghuni Silicon Valley.

“Apa yang sedang terjadi ini sungguh menyentuh hati dan inilah Amerika. Jika ada sesuatu terjadi, mereka berdiri bersama dan saya bersyukur karenanya,” ucap Mohamed.

Selain Obama yang ingin mengundang Ahmed ke Gedung Putih, dukungan juga mengalir dari para petinggi raksasa teknologi di Silicon Valley. Tak kurang Facebook, Google, Twitter, Box, sampai Autodesk berlomba-lomba untuk mengajak Ahmed untuk datang ke kantor mereka, bahkan magang kalau dia mau.

“Semua itu terasa sangat luar biasa,” kata Ahmed mendengar banyak raksasa teknologi mendukungnya.

Untuk para remaja yang sama seperti dirinya, suka mengutak atik elektronika, Ahmed mengirim pesan. “Lakukan terus, jangan biarkan orang mengubah siapa dirimu,” pungkasnya. (detik.com)