TAKUT HADAPI SOPIR, MUSPIKA BUKA PORTAL

oleh

trukSelang beberapa jam setelah penutupan portal secara permanen yang langsung diinstruksikan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Jalan M Toha, Kecamatan, Parungpanjang, Kabupaten Bogor, ratusan truk pengangkut tambang menumpuk di lokasi pemasangan portal. Bahkan keadaan sempat mencekam ketika kemacetan total kendaraan tak terelakkan.
Kendati demikian, setelah dilakukan komunikasi antara pihak jajaran kepolisian, DLLAJ Jawa Barat, pengusaha dan masyarakat, akhirnya portal dibuka kembali pukul 23:30 WIB. “Setelah dilakukan ko­mu­nikasi, akhirnya diputuskan untuk membuka portal,” tutur Kapolsek Parungpanjang Kompol Cristian Budiono kepada Metropolitan, kemarin.
Sementara itu, Kepala UPT DLLAJ wilayah Bogor-Purwakarta, Bambang Hermawan mengatakan, Parungpanjang merupakan perlintasan pengiriman hasil tambang dari Kecamatan Cigudeg menuju Provinsi Banten melalui Kabupaten Tangerang Selatan. “Nggak ada jalan lain kalau mau ke Tangerang, ya cuma lewat sini,” ungkapnya.
Berdasarkan rambu yang ada di Jembatan Cimanceri di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang Selatan, kata Bambang, batas maksimal berat truk yang melintas seberat 8 ton. Namun, nyatanya di lapangan truk yang melintas beratnya lebih dari 40 ton. “Setiap hari sekitar 3.200 truk dengan bobot melebihi kapasitas melintas di jalur ini, sehingga jalan cepat hancur,” terangnya.
Sementara itu, Camat Parungpanjang Edi Mulyadi mengatakan, ada pro dan kontra terhadap penutupan portal secara permanen itu. “Ada pro dan kontra terkait penutupan portal. Karena ada masyarakat kami yang menggantungkan hidup dalam pengelolaan tambang sebagai sopir truk maupun kuli ganjur,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)