Truk Sampah Kabupaten Bogor Banyak Yang Sudah Usang

oleh

Armada truk sam­pah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor banyak yang usang. Terlihat di sepanjang Jalan Raya Cibung­bulang sering dibanjiri tetesan air licit yang bersumber dari truk sampah milik DLH. Karena itu tidak sedikit pengen­dara dan pemilik rumah makan mengelu­hkan bau sampah dari air licit tersebut.

Seorang pengendara motor, Asep (39), mengaku terganggu dengan bau yang sangat menyengat ketika melintasi ja­lur Galuga. Ia mengatakan, harusnya sampah dari armada tersebut tidak menetes ke jalan yang menyebabkan bau menyengat. “Bau licit dari truk sampah bikin pengendara mual, seha­rusnya truknya diperbaiki sehingga air sampahnya tidak menetes ke jalan,” keluhnya.

Senada, pemilik warung nasi, Rina Ris­nawati (35) mengatakan, tetesan air licit itu membuat pelanggannya berkurang. Mereka tidak mau makan karena sepanjang jalan bau sampah. Karena itu ia meminta DLH segera meremajakan truk-truk sam­pahnya. Ia juga ingin DLH mengawasi setiap truk yang masuk TPA Galuga. “Ke­banyakan yang mengeluarkan air licit itu truk sampah yang berlogo Kabupaten Bogor. Sudah truknya jelek, meneteskan air sampah lagi.” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor Atis Tar­diana mengakui masih adanya armada sampah yang masih meneteskan air licit ke jalan. Saat ini timbunanan sampah di Kabupaten Bogor per hari mencapai 500 ton, sedangkan armada hanya 159. Ten­tu itu masih kurang maksimal.

Apalagi armada truk sampah kondisi­nya banyak yang sudah tua, dari mulai tahun 2002 hingga 2003. “Kita ingin memberikan yang sempurna untuk ma­syarakat, termasuk memperbaiki truk sampah yang rusak dan sering menetes ke jalan. Tetapi anggaran untuk perbai­kan cukup minim” pungkasnya. (metropolitan.id)