SPG Cantik Tewas Berlumur Darah

oleh

Kampung Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor mendadak mencekam seketika, dini hari kemarin. Herawati (21), warga Kampung Cibereum Hilir, RT 02/08, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah. Anak bungsu dari pasangan Julaeha dan Ading diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan orang terdekatnya.

Paman korban, Hermawan menuturkan, sebelum mendapatkan informasi mengenai keponakannya yang meninggal, sehari sebelumnya Herawati beraktivitas atau bekerja seperti biasanya. Namun, saat petang hari, sepupunya hendak menjemput korban setelah bekerja, Herawati malah menolak. “Sepupunya sms bilang, teh mau dijemput? Herawati membalas, nggak, aku mau nonton film dulu. Biasanya memang dijemput. Kalau kita sih dugaan dibawa orang yang dikenalnya,” kata lelaki yang akrab disapa Iwan.

baca : Wanita Ini Tewas di Semak-semak Usai Pulang Kerja

Menurutnya, belakangan ini Herawati diketahui tengah menjalin asmara dengan seseorang yang mengaku bekerja sebagai TNI dengan inisial Y. Namun, keluarga belum bisa memastikan apakah kekasihnya itu benar merupakan pegawai aparatur sipil negara.

“Pas hajatan kakak sepupunya almarhum sempat membawa kekasihnya itu. Di situ mengakunya sebagai TNI. Tapi tidak tahu dari mana,” ucap lelaki berambut belah tengah itu.

Iwan menilai, Herawati merupakan orang yang baik dan terkenal sangat pendiam. Bahkan, ia menjadi tulang punggung bagi keluarga dengan bekerja sebagai SPG di Mal Lippo Plaza, Bogor. “Di keluarga yang kerja itu hanya Herawati. Ketiga kakaknya belum bekerja. Dia (korban) itu bisa beli motor pakai uangnya sendiri,” tuturnya.

Dengan itu, Iwan berharap, aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kematian keponakannya itu. Karena, keluarga merasa ada hal ganjil dalam kematian anak bungsu dari empat bersaudara tersebut. “Kita berharap pelaku berhasil diungkapkan. Soalnya, hp yang biasa dibawanya itu hilang,” ujarnya.

Iwan menambakan, setelah almarhum dilakukan autopsi untuk mencari bukti lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Bogor. Saat ini, jenazah sudah disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada tak jauh dari kediaman. “Dikubur dekat rumah. Sebelum disemayamkan korban dilakukan autopsi dulu oleh aparat kepolisian,”

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tamansari Iptu Nur Hidayat mengaku masih melakukan pengembangan terkait penemuan jasad perempuan ini. Dugaan sementara, Herawati merupakan korban pembunuhan, sebab terdapat luka lebam dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. “Dugaan sementara mayat tersebut tewas karena dibunuh dan mayatnya dibuang di sini. Masih kita selidiki,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, kronologi kejadian ini terungkap saat seseorang warga ada yang melaporkan menemukan sesosok perempuan terkapar di semak-semak sekitar 05:30 WIB. Petugas kemudian meluncur ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Dari hasil olah TKP, korban mengalami luka lebam di kepala, leher mulut dan wajah diduga bekas hantaman benda tumpul,” tutupnya.

(metropolitan.id)