Jalan Rusak, Warga Desa Cicadas Bogor Minta Investor Peduli

oleh

Datangnya investor tak selalu bisa memberikan manfaat pada warga sekitar. Seperti di Desa Cicadas Bogor. Warga menilai, pembangunan apartemen megah di Jalan Marcedes Benz, Desa Cicadas telah merusak infrastruktur jalan hingga membuat warga dan pengendara tak nyaman.

Kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Sumantri (47) warga Kampung Tengah Desa Cicadas menilai rusaknya infrastruktur diakibatkan lalu lalang kendaraan proyek pembangunan apartemen. Karenanya, jalan yang belum lama tersentuh pengaspalan ini, kembali rusak.

“Nonstop kendaraan proyek, dari pagi sampai malam bolak-balik. Akibatnya jalan seperti ini,”ucapnya.

Ia menilai, kerusakan jalan tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian pihak pengelola apartemen. Bukan hanya pemerintah. “Jangan hanya mencari untung, tapi juga harus bertanggungjawab,” ucapnya.

Senada, Humaidi Hambali (31) mengaku kesal dengan rusaknya jalan yang sering ia lalui. Menurut pengendara asal Desa Wanaherang ini, kerusakan jalan yang sudah menahun ini menandakan minimnya kepedulian perusahaan.

“Kalau motor tidak mungkin sampai bisa merusak jalan seperti ini. Ini semua karena truk perusahaan. Salah satunya proyek apartemen itu,” tukasnya.

Ia berharap, para pengusaha memiliki kesadaran yang tinggi. Sehingga tidak masa bodo dengan kerusakan ini. “Mereka cari keuntungan di sini, harusnya perhatikan juga kebutuhan warga dan lingkungan,” tukasnya.
Terpisah, Kades Cicadas Ahmad Baesuni menerangkan, apartemen megah yang dimaksud adalah Gunungputri Square Tower Palem yang berlokasi di Jalan Marcedes Benz Nomor 257. Menurutnya, aktivitas proyek yang melibatkan kendaraan bermotor tonase menjadi salah satu sebab kerusakan jalan .

“Yang lewat bukan hanya alat berat milik apartemen. Ada juga dari pabrik dan lainnya. Jadi tidak bisa disalahkan sepenuhnya,” ucapnya.

Bahkan ia menilai, keberadaan apartemen nantinya akan memberi dampak positif pada warga. Karena permintaan desa untuk mengakomodir 50 persen tenaga kerja dari pribumi telah diamini perusahaan. “Nantinya apartemen ini banyak menyerap tenaga kerja. Kami sudah rapatkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, apartemen megah ini telah banyak menarik konsumen lantaran terintegrasi dengan kawasan industri multinasional. Selain itu, harga ditawarkan relatif murah, mulai Rp200 jutaan dengan ooking fee Rp1 juta.

Apartemen ini juga dibuat dengan fasilitas penunjang kenyamanan warganya. Antara lain, swimming pool, access card, CCTV 24 hours, playground dan outdoor gym. Produk hunian modern ini disajikan dengan berbagai tipe, mulai 21 hingga tipe 49.

(POJOKJABAR)