33 Warga Dirawat Akibat Limbah, PT.Antam Nyatakan Siap Ganti Rugi

oleh

Dampak dari bocornya saluran limbah PT.Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor tidak hanya mematikan ribuan ikan di 47 kolam empang milik warga, Kampung Sidempok, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung. Air yang tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ini juga menelan korban puluhan warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojokjabar, sebanyak 3 orang warga mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang, dan 33 warga dirawat di Klinik Antam.

Warga mengaku mengalami gatal-gatal dan keracunan. Tercatat sekitar 45 kepala keluarga yang mengalami mual, muntah, dan pusing. Keracunan itu akibat air sumur yang tercemar limbah dikonsumsi warga.

Menurut pengakuan warga, Yani (33), malam pasca kejadian tersebut keluargannya merasakan mual, muntah bahkan sampai ada yang buang air besar. Selain itu, warga juga merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh.

“Sejak kemarin sore saya itu mual dan pusing, anak saya yang baru berusia tiga tahun terkena gatal-gatal,” ungkapnya saat berobat di klinik PT.Antam.

Terkait dampak yang sakit, Humas PT.Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor Agus Sisyanto mengatakan, saat ini peruaahaan telah mendata warga yang sakit. Selain itu, pendataan warga yang mengalami kerugian akibat ribuan ikan di tambak warga mati mendadak.

“PT.Aneka tambang akan mengganti rugi. Sudah kita selesaikan berdasarkan hasil musyawarah yang telah kita lakukan di gedung Sekolah Dasar Bantar karet 01. Kami memberikan bantuan apa yang bisa kami lakukan mulai dari berobat hingga ganti material seperti ikan yang sudah mati,” katanya.

(pojokjabar)