Antam Ketakutan Diserbu Gurandil

oleh

Status PT Antam UBPE Pongkor siaga satu. Manuver para bos gurandil menambang emas tanpa izin (peti) belakangan ini pun, membuat pengamanan objek vital nasional milik BUMN tersebut diperketat.

Kepala Keamanan PT Antam UBPE Pongkor Hafid Rupaei mengatakan, seluruh petugas keamanan disiagakan di seluruh sektor dan pos. ”Semuanya diperketat. Tidak ada celah bagi para gurandil melakukan penambangan liar,” katanya saat ditemui Radar Bogor, kemarin (17/12).

Pantauan Radar Bogor, pe­meriksaan kendaraan yang masuk ke Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, juga diperiksa. Termasuk bagian kap mobil hingga barang bawaan pe­numpang. Setiap kendaran yang masuk bahkan sudah terdata. Jika ditemukan sebatang lilin saja, Antam akan me­ma­sukkannya ke daftar hitam.
”Sekecil apa pun peralatan yang dugunakan untuk menambang, akan kami tahan dan kami bawa ke ruang interogasi,” tegasnya.

Tidak hanya gurandil, seluruh pegawai hingga kontraktor PT Antam UBPE Pongkor juga tak luput dari pemeriksaan. Jika ada oknum yang terlibat dalam aktivitas peti akan diproses. Baik secara adminsitrasi be­ru­pa pemecatan hingga dilapor­kan ke polisi.

Untuk diketahui, para gurandil melakukan berbagai cara agar bisa melakukan penambangan ilegal kembali. Sedikitnya, ada tiga manuver yang dilakukan gurandil. Yakni menemui manajemen Antam, audiensi dengan Pemerintah Kecamatan Nanggung, hingga berunjuk rasa di depan Istana Negara

(radarBogor)