Diciduk Polisi, Dua Ormas Gagal Bentrok

oleh

Diduga akan saling sweeping, sebanyak 69 oknum dari dua organisasi masyarakat (ormas), Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) dan Pe­muda Pancasila, diciduk petugas Kepoli­sian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota di sekitar Bantarkemang depan Bale Binarum, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (13/12) malam. Bahkan, sepuluh anggotanya ke­ dapatan membawa senjata tajam berupa golok, badik dan pisau. Ke-69 oknum tersebut diperiksa hingga kemarin siang, sebelum akhirnya dimediasi.

Kabagops Polresta Bogor Kota Kompol Fajar Hari mengatakan, awalnya polisi menerima laporan ada aktivitas kumpul-kumpul di sekitar Bale Binarum. Dianggap meresahkan, sebagian warga melaporkannya ke polisi. “Kami langsung bergerak ke sana. Hasilnya, kami mengamankan beberapa orang karena mengganggu keamanan,” katanya.

Dari keterangan yang dihimpun, Fajar menjelaskan, kedua ormas memang berniat saling sweeping, karena dipicu adanya kesalahpahaman terkait penurunan bendera salah satu ormas. “Semua sudah diperiksa. Hasilnya ini jelas karena salah paham. Namun efeknya tidak bisa dianggap main-main karena meresahkan warga sipil,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Intel Kompol Suharto mengungkapkan, pertemuan kemarin diharapkan menjadi kendali agar peristiwa Rabu malam tak terulang. Kedua ormas yang hadir sepakat mengendalikan bahkan menindak jika ada oknum anggota yang masih melakukan sweeping.

“Ketua kedua ormas bekerja sama dengan TNI dan polri untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan berjanji tidak akan ada kejadian serupa. Ini jadi pelajaran,” ujarnya.

Terpisah, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya bakal menindak tegas oknum ormas yang melakukan tindak pidana hingga meresahkan warga Kota Bogor. “Seperti kejadian Rabu malam, kami tak segan-segan memproses para pelaku. Apabila ini terjadi lagi, kami akan ajukan ke pemerintah untuk membekukan aktivitasnya,” tuntasnya.

(METROPOLITAN )