Jembatan Cipamingkis Bisa Dilalui Lagi

oleh

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat mulai membuka Jembatan Cipamingkis Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Rabu, 20 Desember 2017 setelah perbaikan hampir delapan bulan. Dinas terkait juga akan mengusulkan pembangunan jembatan baru tanpa tiang penyangga tengah, di samping jembatan yang ada sekarang.

Kepala Balai Pengelolaan Jalan dan Penataan Ruang di Dinas tersebut, Yongga Bhakti mengakui jembatan yang cocok di sana adalah jembatan tanpa tiang penyangga. “Rencananya kami akan usulkan tahun 2018 untuk desainnya dulu. Harapannya 2019 bisa dimulai (pembangunan jembatan baru tersebut),” katanya sebelum acara pembukaan Jembatan Cipamingkis.

Yongga memperkirakan biaya pembangunan jembatan baru tersebut mencapai lebih dari Rp 60 miliar. Tanpa tiang penyangga di tengahnya, konstruksi jembatan tersebut harus lebih kuat karena membentang langsung menyeberangi Sungai Cipamingkis. Jembatan Cipamingkis yang ada sekarang memiliki bentangan sejauh hampir 100 meter.

Menurut Yongga, jembatan dengan tiang penyangga terganggu kondisi tanah di dasar sungai. Ia menjelaskan, arus sungai yang deras menyebabkan tanah terkikis hingga memengaruhi kedudukan tiang pada tanah. Hal itu pula yang membuat satu dari dua tiang penyangga Jembatan Cipamingkis ambles hingga menurunkan dua bentang jembatan, April 2017 lalu.

“Jembatan yang ada saat ini sebenarnya masih sehat, usianya baru 30 tahunan dari perkiraan hingga 50 tahun sesuai standar kualitas kementrian,” kata Yongga. Kontraktor proyek perbaikan jembatan tersebut menurutnya telah mengantisipasi kejadian serupa pada tiang penyangga yang tersisa dengan memperdalam pondasi tiang hingga 19 meter.
Antisipasi longsor

Sementara tiang yang amblas, kata Yongga, dibiarkan tidak digunakan lagi. Ia menjelaskan sebagai gantinya, dua bentang jembatan yang turun diganti dengan satu bentangan saja. Satu bentangan sejauh 60 meter itu berkonstruksi rangka baja sehingga ia meyakinkan kualitas jembatan tersebut lebih kuat.

“Setelah ini, pada tahap kedua di tahun 2018 kita akan perkuat lagi pondasi jembatan yang baru diperbaiki ini agar tidak terganggu banjir bandang,” kata Yongga melanjutkan. Anggaran yang dihabiskan untuk penguatan pondasi jembatan tersebut mencapai Rp6,9 miliar sedangkan rangka baja merupakan aset bantuan pemerintah pusat senilai Rp 4,3 miliar.

Pembukaan kembali Jembatan Cipamingkis menurut Camat Jonggol Beben Suhendar sangat dinantikan dan dibutuhkan masyarakat. Bahkan masyarakat turut hadir di lokasi untuk menunjukkan antusiasme mereka pada acara pembukaan yang dihadiri Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

“Selama ini pengguna jalan menggunakan tiga jalur alternatif yang diinisiasi masyarakat secara swadaya. Jadi mereka memungut sumbangan pengguna jalan secara sukarela,” kata Beben. Namun, ia mengakui kondisi jembatan alternatif di samping Jembatan Cipamingkis kerap rusak terbawa arus sungai saat terjadi arus deras.

Setelah Jembatan Cipamingkis diperbaiki, Beben mengharapkan pemerintah pusat maupun provinsi melakukan pembetonan di sisi-sisi sungai. Ia mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi tanah longsor dan erosi oleh arus sungai. Pembetonan diharapkan paling tidak mencapai 50 meter di sekitar Jembatan Cipamingkis.

(PR).