Olah Raga Lari Malam di Kota Bogor Makin Tren

oleh

Lari tidak lagi sekadar olahraga. Sering disebut olahraga murah, kini lari justru menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle). Komunitas lari pun kian mewabah.

Salah satunya Run For Indonesia (RFI) Bogor. Yang menjadi berbeda, komunitas satu ini mulai mengkampanyekan olahraga malam hari melalui kegitan Rebo Lari Bareng (Relabang).

“Ide lari malam untu memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya para pekerja yang tidak dapat menyempatkan untuk berolahraga pada pagi hari, karena waktu yang terbatas,” ujar Kapten RFI Bogor, Herliyantoarbi Natakusuma.

Ia menuturkan gagasan untuk melakukan aktivitas lari malam muncul dari rekan – rekan RFI Bogor yang mayoritas bekerja, sehingga tidak bisa melakukan olahraga pada pagi atau siang hari. Sehingga, pihaknya pun mengakomodir olahraga malam untuk memotivasi teman – teman dalam berolahraga.

“Terbentuk hampir dua tahun anggota kami sudah mencapai 270 orang,” bebernya.

Lantas amanka berolahraga pada malam hari? Menurut Dokter Umum, Puspo Edi Hapsari, bahwa olahraga lari sendiri secara umum sangatlah menyehatkan, terutama untuk menguatkan otot – otot jantung, mengontrol gula darah, meurunkan kolesterol dan penyakit – penyakit lainnya.

Berdasarkan penelitian, sambung Puspo, waktu untuk olahraga lari di bagi mejadi tiga yakni pada pada pagi, siang dan malam hari. Namun, yang paling menyehatkan dan fit ialah lari pada malam hari.

“Karena lari pada malam hari, tidurnya pun bisa nyenyak. Nah kalau tidurnya nyenyak kan pembakaran lemak dan metabolisme tubuh juga jadi lebih baik, “ Ungkapnya.

Dia pun menganjurkan kepada masyarakat untuk melakukan olahraga lari pada malam hari jika memiliki waktu senggang. Untuk olahraga malam kata dia, tidak menjadi masalah dilakukan di indoor ataupun outdoor, yang penting badan bergerak dan menjadi sehat.

Olahraga malam juga tidak harus dengan berlari, melainkan bisa dilakukan dengan olahraga lainnya.“Setelah berolahraga malam dan ketika ingin tidur harus diberi jarak waktu untuk pendinginan. Jaraknya satu sampai dua jam. Karena lari langsung tidur, adrenalinnya masih meningkat dan malah susah untuk tidur nantinya, “ pungkas Puspo.

(POJOKJABAR)