RATUSAN IKAN WARGA MENDADAK MATI

oleh

Ratusan ikan milik warga mati mendadak diduga lantaran bocornya pipa cairan limbah milik PT Antam Pongkor. Akibatnya, peristiwa tersebut sekitar 50 kolam ikan tercemar dan sebanyak enam kolam ikan mati di Kampung Sidempok, RT 02/06, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung.

Warga Desa Bantarkaret yang terkena dampak limbah tersebut, Ma’mur Ja­wawi, mengatakan bahwa kejadian itu diduga karena rembesnya air limbah Tailingdam PT Antam Pongkor Tbk. Ke­jadian itu diketahui sekitar pukul 06:00 WIB dari warga Kampung Sidempok yang memiliki kolam ikan. ”Adapun warga yang memiliki kolam ikan tercemar air limbah Antam sekitar 50 orang. Kami minta pertanggungjawaban dari pihak Antam,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Ma’mur, untuk total kerugian belum bisa diinventarisasi. Tetapi sudah jelas ikan-ikan di kolam masyarakat mengalami keracunan dan mati. “Jika hal tersebut tidak ada pertanggungja­waban, kami akan menutup akses menu­ju Antam,” ancamnya.

Ia mengungkapkan, pihak masyarakat yang dirugikan atas ikan yang mati men­gharapkan ada pertanggungjawaban dari pihak Antam atas kejadian tersebut. Sementara General Manager Antam UBPE I Made Mastana mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan langkah cepat berupa pendataan dan investi­gasi di Sungai Bondongan, Desa Bantar­karet, Kecamatan Nanggung terkait la­poran ikan lemas di kolam warga.

Berdasarkan pendataan, hasil uji labo­ratorium air Sungai Bondongan sebagai berikut; pertama TSS (Tingkat kekeruhan) 135 mm/l. Sedangkan ketentuan baku mutunya sebesar 200 mg/l. Kedua PH (Tingkat Asam Basa) 7.85, sedangkan baku mutunya sebesar 6 sampai 9.

Ketiga. CN : 0.3mg, sedangkan baku mutunya 0.5 mg/liter. “Dari data uji laboratorium tersebut diketahui bahwa untuk tingkat kekeruhan, PH dan CN (kadar sianida) termasuk dalam kon­disi normal karena masih di bawah baku mutu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan ketentuan lingkungan hidup,” terangnya.

Ia mengungkapkan, Antam UBPE Pong­kor saat ini juga melakukan investigasi dan monitoring pipa-pipa tailing yang dimiliki. ”Kami lakukan pemeliharaan pipa secara rutin dan dilaporkan ke KLHK. Kami sedang menyelidiki kemun­gkinan dugaan curah hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi, yang berpotensi menimbulkan limpasan air proses ini,” tuturnya.

Untuk ikan yang mati, terangnya, Antam juga melakukan analisa laboratorium independen terhadap air dan jaringan tubuh ikan dari kolam warga tersebut. Antam juga menginvestigasi dugaan adanya pihak-pihak yang tidak bertang­gung jawab yang mengganggu instalasi pipa-pipa di lokasi Cikaret. Hal ini dika­renakan pernah terjadi pemotongan pipa beberapa waktu yang lalu di lokasi Cepak Puspa.

”Antam senantiasa melakukan praktik operasional yang baik. Hal ini terbukti telah meraih Proper Emas dari KLHK pada Desember 2017 serta Proper Hijau selama tiga tahun terakhir. Hal ini mer­upakan refleksi kinerja pengelolaan lingkungan yang langsung di-assest oleh KLHK dan Dewan Proper,” ujarnya.

(metropolitan.id)