Sopir Truk Maut di Bawah Umur

oleh

Menjadi sopir truk tronton pengangkut hasil tambang banyak diminati di Kecamatan Parung­panjang, Rumpin, dan Gunungsindur. Ironisnya, pekerjaan yang seharusnya dilakukan orang dewasa dan profesional itu, kini didominasi bocah di bawah umur.

Hasilnya, kecelakan di Jalan Raya M. Toha, Sabtu (16/12) lalu. Sopir truk berinisial A (16) warga Kampung Cijapar RT 01/04, Desa Lumpang, Kecamatan Parung­panjang, pun ditetapkan sebagai tersangka. Ia terbukti bersalah karena menyalahi aturan hingga menyebabkan satu orang tewas.

”Tidak memiliki kelengkapan surat-surat dan ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Panit Lantas Polsek Parungpanjang Bripka R.Gatot Subroto kepada Radar Bogor.
Ia juga mengakui banyaknya kecelakaan yang melibatkan truk tronton belakangan ini, disebabkan sopir bocah. ”Kami akan terus melakukan razia dan menindak tegas sopir di bawah umur,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka A mengaku jika sopir truk seusianya sudah dianggap lumrah. Mereka mayoritas anak putus sekolah. Dia bahkan mengkau sering mem­bawa truk hingga keluar kota. ”Awalnya jadi kernet. Terus belajar dan bisa (mengemudi). Pernah sampai ke Jakarta bawa truk,” akunya.

Hal itu disayangkan tokoh masyarakat Kecamatan Parung­panjang Wibawa Atmaja. Ia sering menemukan pengendara truk tronton masih di bawah umur. ”Sangat sering malah. Bawanya ugal-ugalan dan sudah banyak korban juga. Kami sering berhentikan dan bawa ke kantor polisi,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sudiarti (40) warga Kampung Dukuh Pete RT 13/03 Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, meregang nyawa usai sepeda motornya ditabrak dari belakang. Ibu dua anak itu tewas saat dalam perjalanan ke RSUD Tangerang.

Peristiwa nahas tersebut berawal saat korban mengendarai sepeda motor B 6002 GFG, melaju dari arah Parungpanjang menuju Legok. Setibanya di Jalan Raya M. Toha, di depan SMPN 1 Parungpanjang, Sudiarti mengindari lubang dan langsung disambar truk.

(radarBogor)