Bogor Pemasok Wanita Penghibur Di Kalibata City

oleh

Bisnis layanan pemuas syahwat seolah tak ada habisnya. Baru baru ini polisi meringkus seorang germo yang kerap memasok remaja Bogor menjadi PSK di Kalibata City. Sejumlah gadis belia itu sengaja ‘dijual’ secara online lewat aplikasi WE Chat ‘daun muda’.

NHT (45), bekas terapis plus-plus tak kehabisan akal untuk menumpuk pundi rupiah dari bisnis esek-eseknya. Sejak Oktober 2017 lalu, wanita itu membuka praktik prostitusi online dengan mempekerjakan gadis belia yang masih berusia belasan tahun.

Wilayah Bogor jadi ladangnya untuk mencari ‘bibit’ terapis baru. Biasanya ia mengincar remaja yang putus sekolah.

Seperti enam Wanita Penghibur muda yang berhasil diamankan Polers Jakarta Selatang saat meringksu NHT di salah satu apartemen di Tower Jasmine Lantai 15 Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan,

Di antaranya Regina (18), Tata (17), Septi (17), Puji (17), Aulia (18) dan Wulan (18). Keenamnya sengaja direkrut NHT dari Bogor.

Pelaku sendiri mengaku kalau bisnis itu ia lakukan karena merasa dirinya sudah berumur untuk menjadi terapis plus-plus.

“Saya dulu mantan terapis. Sekarang sudah berumur dan saya rekrut gadis-gadis muda untuk jasa terapis ini. Mereka bekerja di bawah pengawasan saya. Mereka saya pasok dari Bogor.” kata NHT.

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, kebanyakan gadis remaja itu berasal dari keluarga tidak mampu dan telah putus sekolah.

“Pelaku mengiming-imingi korban akan mendapatkan penghasilan besar sehingga korban yang dalam keadaan ekonomi memang kurang, terbujuk rayuan itu,” imbuh Kombes Mardiaz.

Ia mengaku berhasil membongkar praktik terselubung itu dari laporan masyarakat.

“Ada anggota kami yang mencoba menelusuri aduan itu dengan cara melakukan booking untuk memastikan kebenaran adanya transaksi prostitusi pada Jumat dinihari lalu. Dan ternyata memang benar, pelaku mempekerjakan gadis-gadis belia untuk layanan pijat plus,” jelasnya.

Adapun modus yang dilakukannya yakni dengan cara memajang foto syur para terapis plus plus itu melalui jejaring media sosial atau aplikasi pertemanan berikut nomor kontak yang bisa dihubungi.

Selanjutnya, konsumen menghubungi nomor tersebut dan melakukan tawar menawar harga. Jika harga sudah cocok, NHT kemudian menjadwalkan pertemuan antara konsumen dan terapis.

“Ada jadwal-jadwalnya karena kan mungkin ada yang sedang halangan (menstruasi) atau bentrok dengan konsumen lain,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso menambahkan, pelaku mengaku baru tiga bulan melakukan perekrutan gadis-gadis untuk usaha prostitusi online miliknya.

Namun, ia mengungkapkan akan mendalami kasus ini lebih dalam untuk membuktikan kebenaran pengakuan tersebut.

“Untuk lokasinya para terapis bisa melayani di aparteman atau juga bisa membuat janji di luar seperti di hotel,” imbuhnya.

Adapun tarif yang ditawarkan untuk layanan pijat plus, yakni Rp250.000 untuk durasi satu jam. Untuk tarif sebesar itu, terapis hanya mendapatkan Rp50 ribu. Sisanya, diambil oleh sang mucikari.

“Itu cuma tarif pijat saja. Kalau konsumen mau yang lebih (berhubungan badan), nanti nego sendiri dengan terapisnya,” ungkap AKBP Bismo.

Akibat perbuatannya sang mucikari kini mendekam di tahanan Mapolres Jakarta Selatan.

Ia terancam Pasal 2 dan Pasal 6 UU RI no. 21 Tahun 2007 dengan ancaman 15 tahun penjara.

(Metropolitan.id)