Bulan Februari, Dinkes Kabupaten Bogor Lakukan Imunisasi Difteri

oleh

Buruknya pemahaman sebagian masyarakat terkait imunisasi menjadi biang penyebaran difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat, 70 persen suspect difteri belum pernah divaksinasi atau belum lengkap rentetan imunisasinya.

”Ada yang belum pernah divaksinasi atau bahkan tidak tahu pernah diimunisasi atau belum. Itu karena orang tua yang bersangkutan sudah lama meninggal,” ujar Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Erwin Suriana kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kamis (18/01/2018).

Erwin menjelaskan, sepanjang 2017 hingga awal 2018, sudah ada 26 laporan kasus dugaan difteri di Bumi Tegar Beriman. Sama seperti Kota Bogor, difteri tak hanya menyerang balita. Tapi juga menyasar remaja dan dewasa.

Dari 26 laporan itu, tiga di antaranya positif difteri setelah diperiksa laboratorium, dan dua di antaranya meninggal dunia. “Kalau yang satu sudah sembuh,” kata Erwin.

Laporan yang masuk ke dinas kesehatan berasal dari 23 desa di 13 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Karenanya, Erwin memastikan tenaga medis di Kabupaten Bogor telah diberi pelatihan khusus untuk menangani pasien dengan gejala-gejala difteri.

“Supaya bisa memeriksa dengan tepat. Jadi dokter Pemeriksa diberi pemahaman yang sama tentang menentukan suspect difteri,” kata Erwin.

Dia juga mengingatkan, vaksin difteri di puskesmas, gratis. Masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk segera membawa putra-putri mereka. Diakui Erwin, memang ada rumah sakit swasta yang membanderol harga pada vaksin difteri. Itu, menurutnya, tergantung kebijakan masing-masing rumah sakit.

“Sekarang ada namanya Outbreak Repson Imunisasi (ORI), imunisasi serentak dan gratis. Kabupaten Bogor termasuk dalam perhatian kementerian kesehatan,” ujarnya.

Terpenting, imbuhnya, masyarakat wajib menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup sehat dan bersih. Kemudian jika ada indikasi seperti gejala difteri, maka tak perlu ragu untuk segera datang ke puskesmas atau rumah sakit. ”Jangan didiamkan, jangan disepelekan, segera berobat,” cetusnya.

(POJOKJABAR.com.)